READ THIS FIRST!

 

Gambar

WELCOME TO JUNG KYURI FANFICTION or SPRING ON APRIL WORDPRESS!!!!

 

Annyeong Saya sebagai Owner diWordpress ini mau menyampaikan beberapa RULES :

 

  1. Tolong tinggalkan Komentar setelah kalian membaca FF diWordpress ini ^^ (Saling menghargai itu indah loh Reader~)
  2. Jangan Bashing~ yups tempat ini bukan tempatnya buat Fanwar atau semacamnya jika kalian tak suka ff yang saya buat silahkan mention ke Twitter saya @fateflyfkp atau tinggalkan komentar dengan bahasa yang baik ^^ (Tata Krama mencerminkan sikap kalian reader~)
  3. PLAGIATOR?? Not this site okeyy?? Jika kalian mau meremake FF saya silahkan ijin saya dulu yaaa 😀
  4. Jika ingin password?? Cukup mention di @fateflyfkp

 

Tolong ditepati yaaa~~~ inget Saling Menghargai itu indah!

 

 

 

Jung KyuRi

 

 

 

Say Yes (After Story)

Title : Say Yes (After Story)
Author : RoyalMeltingIce97
Main cast : Wu Yifan
Jessica Jung
Support Cast : Jung Yonghwa (CNBlue) Kim Jaejoong (JYJ) Lee Donghae (Super Junior) Huang ZiTao (EXO)
Genre : Romance, Family
Rating : PG – 13
Chapter :
https://springonapril.wordpress.com/2014/04/10/drabble-say-yes/
https://springonapril.wordpress.com/2014/10/19/say-yes-before-story/


“Who are you?”
Gadis berambut blonde itu tersenyum kearahku dan aku merasakan sesuatu yang aneh didalam hatiku setelah melihat senyumannya itu
“Jessica, Just Call me Jessica”

“Jessica!” Teriak Kris dengan gusar, ia membuka mata elangnya memperluas pandangannya, ia mendesah pelan saat didapatinya ia berada dikamar tidurnya yang dominan berwarna putih itu, ia sedikit memincingkan matanya saat gorden tipis yang ada disampingnya itu terbuka dengan lebar
“Dad!” panggil Kris saat ia mengetahui bahwa ayahnya lah yang membuka gorden tersebut. Jaejoong hanya tersenyum kecil dilihatnya putranya yang kembali masuk kedalam selimut
“Where were you last night?” tanya Jaejoong sembari meletakan tangannya kebelakang, dan menatap tajam putranya itu, Kris segera bangun dari tidurnya dan menatap ayahnya itu dengan tatapan memelas
“Im sorry dad, suddenly i fell so...”
“Why? You want runaway again Kris?” Potong Jaejoong saat mendengarkan jawaban dari Kris, Kris hanya terdiam ia meremas jarinya secara berlahan “No, dad i just dont want to get married.. im still 25 years old dad!” jawab KrIs sembari menatap ayahnya, Jaejoong mendengus kesal “So you want cancel this engagement?” tanya Jaejoong sinis, Melihat itu Kris menelan salivanya “Yes, There’s a girl who i love dad...” jawab Kris entah siapa yang Kris maksut tapi saat mengatakan hal itu, yang ada difikiran Kris saat ini adalah Jessica, Hanya Jessica.
“Who that girl?” Tanya Jaejoong, Kris langsung menatap ayahnya dengan pandangan tak suka “She different with another girl in club there” jawab Kris, Jaejoong menghela nafasnya “When u met her?” tanyanya kembali kali ini ia duduk diranjang Kris,Kris langsung memperbaiki posisi duduknya dan menghadap ayahnya tersebut “I met her at the club last night, she have a similar with me..” Mata Kris mulai menerawang memperjelas bagaimana bentuk lekuk tubuh Jessica tak lupa dengan senyuman manisnya, tanpa sadar saat mendiskripsikan gadis itu, Kris tersenyum sangat manis, Jaejoong terkejut saat melihat senyuman itu, sudah lama ia tak melihat anaknya itu tersenyum, ia hanya menghela nafasnya, tapi setelah mendengar pendiskripsikan Kris tentang Gadis yang ia cintai, Jaejoong tibatiba teringat anak perempuan dari Yonghwa
“Wait, You know her name?” tanya Jaejoong, Kris menangguk “Yes, her name is Jessica...”
Seulas senyuman menghiasi wajah tampan Jaejoong, wajah tampannya tak terlihat bahwa ia telah berumur hampir setengah abad, Jaejoong meninggalkan kasur anaknya itu “Okay if you wanna cancel this arraged marriage, take her to me tonight, tonight we will get dinner with Jung Family” Ucap Jaejoong sembari melihat jam tangan, wajah Kris langsung berubah menjadi tegang “Dad,Want me to cancel it in front of my fiance?” Tanya Kris dengan gusar, Jaejoong tersenyum licik “Yes, Kris Wu, see ya at 20.00 o’clock at Restaurant Namsan Tower, dont make me dissapointed again with you” Ucap Jaejoong lalu menutup pintu dengan perlahan.
Sedangkan Kris hanya bisa bengong, ia masih mencerna perkataan ayahnya barusan, yang benar saja membatalkan pertunangan didepan keluarga calon mempelainya nanti,dengan memperkenalkan gadis yang membuatnya jatuh cinta didepan mereka, ini bunuh diri baginya!
“Shit” umpat Kris lalusegera turun dari tempat tidurnya dan pergi kedalam kamar mandi.

Jaejoong terkikik pelan setelah keluar dari kamar anak semata wayangnya itu, ia segera duduk dibalkon yang memamerkan pemandangan kota Seoul sembari menghirup aroma kopi ia menekan ponselnya dan meletakannya ditelinga
“Ah, Hello Mr. Jung..”
“Hello Mr. Wu.. How about your son?”
Jaejoong tersenyum ia meminum kopi itu
“Well, he want to meet us tonight, can u?”
“Tonight? Okay, where should we met Jae-ah?”
“Restaurant at Namsan Tower, 20.00 o’clock”
“Okay, dont make my princess dissapointed again Jae-ah”
Lagi lagi Jaejoong hanya tersenyum, dan menikmati kopi paginya itu
“Aniyo, She will met my son Yong-ah, dont worry..”
“Okay, see ya tonight Jae”
“See ya Yong”
Jaejoong menutup sambungan telfonya dengan Jung Yonghwa, dan terkikik pelan
“Its your punishment Kris,haha Enjoy...”

Yonghwa menutup flip ponselnya itu, ia menghela nafasnya
“Dad? What going on?” Tanya seorang gadis sembari menelan makanan yang baru saja ia lahap itu
Yonghwa tersenyum “Jessie,can you go with me tonight?” Tanya Yonghwa langsung, Jessica melihat ayahnya dengan pandangan kaget ia meneguk segelas air putih yang sedari tadi ia pegang dengan tangan kanannya
“With Uncle Wu again?” Tanyanya, Yonghwa menangguk
Jessica tertawa kecil “Ehm, are my fiance will runaway again from me dad?” goda Jessica sembari meletakan gelas pada meja makan, Yonghwa menggeleng “I Think no baby, Jaejoong already tell me if his son wont runaway again” Jelas Yonghwa meyakinkan anaknya itu, Jessica tampak menimang nimang jawabannya, mengingat ia akan skripsi ia harus segera menyelesaikan beberapa penelitihannya.
“Okay dad, What time we will met them?because I must finish my observation today..” jawab Jessica sembari membersihkan bibirnya dari sisa sisa makanan itu dengan serbet, Yonghwa tersenyum “Its about 20.00 o’clock , should i pick you or?” Jessica mengeleng ia tersenyum “Aniyo, i will go there by myself.. daddy just waiting in there with Uncle Jaejoong~” Jawab Jessica dengan ceria, entah kenapa tibatiba ia merasakan asupan semangat, ia segera mengalungkan tasnya dan mencium pipi ayahnya itu “I must go now~ see ya at night daddy!” ucap Jessica lalu meninggalkan ayahnya dimeja makan, Yonghwa hanya menangguk dan kembali menyelesaikan makanannya.

#Another place in Geongu, 10.00 KST

Seorang namja tampak gusar, ia terus terusan memacu mobilnya itu dengan cepat kearah jalan Club Malam yang kemarin ia datangi, semoga saja sudah buka.
Kris turun dari mobil lamborgininya dan menatap Club Malam “Lupin” yang berubah menjadi Rumah makan biasa, tentu saja ini hanya kedok. Kris tersenyum ia segera memasuki rumah makan yang cukup mewah itu
Saat Kris memasuki rumah makan tersebut, seluruh pelayan menyambutnya dengan hormat dan sopan
“Can i meet Tao?” tanya Kris saat salah satu pelayan menghampirinya, Pelayan itu menangguk, ia segera mengantarkan Kris kepada ruangan yang ada disebelah dapur utama, terlihatlah seorang namja sedang tertidur, pelayan itu segera pamitan untuk pergi, Kris menangguk, ia segera menutup pintu besar itu
“Tao wake up, i want you to help me” Ucap Kris sembari duduk didepan Tao yang sedang tertidur, ia sedikit mengerak gerakkan badan namja besar itu, tapi sepertinya percuma, Kris menghela nafasnya
“If you want to help me, I'll buy the latest series of Gucci” ucap Kris dengan enteng sembari duduk dimeja kerja Tao, sontak pirang ini langsung terbangun dari tidurnya dan memegang tangan Kris “I'll help you, just say what it is” Ucap Tao dengan puppy eyes, Kris mendengus “Huang Zi Tao its so easy make u wake up” Batin Kris
“I just want you to help me to find the piano girl yesterday in club” Ucap Kris sembari menerawang, Tao melepaskan pegangannya pada tangan Kris, ia bersandar pada kursi kerjanya dan memainkan matanya
“Piano girl?” tanyanya, Kris menangguk “Yes,a girl yesterday a dj who plays music with piano, she have blonde hair” Ucap Kris sembari menunjukan ponselnya, Tao memegang ponsel Kris tiba tiba ia membulatkan matanya
“Gege! Come on u dont know her?” Tanya Tao, Kris menggeleng “Aniyo”, Tao menepuk kening Kris, membuat ia merintih kesakitan “She’s Yuri’s Friend, Yuri is my girlfriend you never met those two?” tanya Tao, lagi lagi Kris menggeleng, Tao mendengus kesal “Stop act stupid gege, dont only focussed to the girls who always tease you” Ucap Tao ia segera mengembalikan ponsel Kris ia mengeluarkan ponsel yang ada disakunya dan menekan nekan ponsel hitam miliknya
“Yeoboseyo honey...” sapa Tao, Kris yang mendengar itu langsung merasa geli.
“Yes, i miss you too, anyway Kris is looking your friend..”
“Ehm, She have a blonde hair, its Jessie noona?” tanya Tao, Kris langsung menatap Tao ‘Jessie Noona’? apa apaan itu
Tao menjauhkan ponselnya dan menatap Kris “You want her address or phone number?” tawar Tao kepada Kris, Kris langsung tersenyum “Phone number” jawabnya
“He want her phone number honey, can u send it to me?” Tanya Tao, tak lama kemudian ia memutuskan panggilannya, dan mengecek layar ponselnya yang tak lama kemudian muncul pesan, Tao segera membukanya, ia tersenyum segera ia menunjukan pada Kris
“Its her phone number ge” ucapnya, Kris segera menyalin nomor ponsel Jessica pada ponselnya, setelah dapat ia langsung tersenyum puas, Kris segera berdiri dari meja kerja Tao “Thanks Tao! About the Gucci i will send it faster to you” ucapnya lalu segera meninggalkan Tao sendirian diruang kerja itu, Tao mendengus kesal “Cih, dont know manners go without saying goodbye, I'll forgive him if he really bought me Gucci” Ucapnya lalu kembali tertidur di meja kerjanya

“number you are calling can not be reached, please try again”
Kris mendengus kesal saat ia berusaha menghubungi Jessica, tapi justru operatorlah yang menjawab bukan suara malaikatnya itu, Kris melirik jam tangannya sudah hampir setengah hari, dan ia telah menghubungi gadis itu beberapa kali dan nomornya tidak dapat tersambung.
“Cih, Where are you piano girl...” desis Kris dikemudi mejanya, ia menutup matanya berusaha untuk menenangkan diri, perutnya yang sedari tadi meminta untuk diisi kembali bersuara akhirnya ia kembali melajukan mobilnya, “I'd better have lunch first, then I'll look for her again..” batinnya lalu ia segera memakirkan pada Restoran terdekat

Seorang gadis nampak sibuk dengan membersihkan kamera DSLRnya yang cukup besar itu, kembali ia meletakkan benda hitam itu pada wajahnya, mata foxy nya berusaha menemukan object yang menurutnya bagus, pemandangan alam yang sungguh sangat menajubkan tak mungkin ia lewatkan begitu saja
KLIK KLIK KLIK!
Suara jepretan kamera itu mulai terdengar, Gadis itu melihat hasilnya dari kameranya, ia tersenyum manis saat hasil potretannya lumayan bagus.
“JESSICA!”
Jessica, gadis itu menoleh kesumber suara, nampak seorang namja berambut coklat melambaikan tangan padanya, spontan Jessica juga melambaikan tangannya “Donghae oppa!” panggilnya, Donghae segera berlari kearah Jessica.
“What if we get lunch? Its already 2 hours we photographing and researching” Tawar Donghae pada Jessica, Jessica tampak menimang nimang keputusannya, tapi setelah perutnya berbunyi ia segera menatap Donghae dengan malu “Lets get a lunch!” ajaknya, Donghae tertawa kecil, ia segera berjalan disamping Jessica dan menuju Restoran terdekat

# The Park View, 13.00 KST

Jessica memasuki rumah makan tersebut disusul dengan donghae dibelakangnya, ia segera duduk didekat jendela, donghae hanya menurut saja tentunya, saat mereka duduk seorang pelayan mendatangi mereka
“Here The menu..” ucapnya dengan sopan sembari memberikan 2 buku yang lumayan tebal dihadapan mereka, Jessica terus saja membolak balik halaman tersebut sedangkan Donghae sudah memesan makanan
“I want Bibimbab with Orange Juice okay?” pesan Jessica, Pelayan itu tampak menangguk “Please wait patiently..” ucap Pelayan itu lalu meninggalkan mereka berdua
Jessica tampak mengeluarkan buku buku dari tas ranselnya begitu pula Donghae yang mengeluarkan notebook, Jessica dan Donghae tampak berdiskusi dengan serius tapi sekali kali mereka bercanda, dan sering juga saat Jessica mendapatkan ide bagus, Donghae mengelus rambut blonde gadis itu dengan lembut, hingga rona merah menghiasi pipi mulus Jessica. Hanya saja mereka sepertinya tak sadar akan dua sepasang mata elang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan yang mengerikan

“What is that!” Geram seorang pria berambut Pirang, bahkan sumpit kayu yang sedari tadi ia pegang sudah patah, untung saja dia sudah menyelesaikan makanannya, Pria itu masih memperhatikan jessica dan donghae dari kejauhan, terlihat sesekali Donghae menyuapi Jessica, cukup! Ini bukan saatnya untuk sembunyi, segera saja Pria itu langsung berdiri dari tempatnya tak lupa mengeluarkan beberapa uang dimeja makannya dan segera menuju Jessica.
BRAK
Meja yang tadinya rapi, sekarang sedikit berantakan karena gertakan dari tangan panjang seorang Pria, Jessica terkesiap kaget. “Ya! What...” ucapan Jessica terputus karena mata foxynya itu membulat saat mengetahui dengan siapa ia berurusan
Pria berambut pirang itu hanya tersenyum manis “We met again Jessica~” ucap Pria tersebut, Jessica menelan salivanya dengan berlahan “Kris...”

Kris pria itu tersenyum kearah Jessica yang sedang mematung. “Jessie you know him?” tanya Donghae membuat Jessica segera tersadar dari lamunannya, ia menangguk “Yes, we met last night...” ucap Jessica dengan lirih sedangkan Kris masih menatap Jessica ia meneliti seluruh penampilan Jessica hari ini
“You have to come with me Jessica!” Ucapnya lalu menarik Jessica dari bangkunya, melihat itu Donghae segera menahan Jessica, Kris menatap Donghae dengan pandangan tak suka “Let her go..” Ucap Kris dengan sinis, Donghae menggeleng “I could not let Jessica go with rude people like you”
Kris mengeram, tangan kanannya yang menanggur siap memukul pipi pria berambut coklat yang tak lain adalah Donghae, mengetahui Kris akan memukul Donghae Jessica langsung menahan tangan Kris.
“Stop it! Dont make a scene here! And you!” ucap Jessica sembari menujuk wajah Kris, ia segera melepaskan tangannya dari gengaman Kris “If you want me to follow you, you can wait 10 minutes again in outside!” ucap Jessica penuh dengan penegasan, Kris yang melihat itupun tiba tiba nyalinya menciut /? Dengan patuhnya ia menunggu Jessica diluar restaurant, mau bagaimana lagi? Jika ia melawan Jessica, ia tak akan bisa membatalkan pertunangannya

Setelah 10 menit, Jessica keluar dari restorant tersebut dan menghampiri Kris yang ada diseberang jalan, nampak ia sedang bersandar dimobil mewahnya, Kris yang menyadari datangnya Jessica ia tersenyum
“Okay, now said what you want” ucap Jessica dengan sebal, jujur saja moodnya berubah karna namja tinggi ini, Kris tersenyum “Would u go with me tonight?” tanya Kris dengan sopan, sedangkan Jessica yang ada dihadapannya ini menatap heran
“But we...”
“I know! Im sorry to make u mad because of that, im really sorry but can you go with me tonight?” potong Kris, lagi lagi Jessica menatap Kris dengan heran, bukannya mereka memang akan bertemu nanti malam? Apa Kris ini menjemputnya untuk nanti malam? Tapi ini kan masih siang
“I want you become my girlfriend, so my father can cancel my engagement with Jung family, please i beg you..” Mohon Kris dengan lirih, Jessica masih saja terdiam, otaknya berusaha mencerna perkataan dari Kris, Kris menyuruhnya ia menjadi pacarnya untuk membatalkan pertunangannya? Tunggu sangat tak masuk akal, tapi setelah ia memutar otaknya tiba tiba lekungan senyum miring tercipta diwajah gadis ini
“Stupid boy” batinnya
“How? I will give you what everything you’re want...” mohon Kris lagi, Jessica melipat tangannya “Okay i want to help you..” jawabnya Kris menatap gadis itu dengan mata yang berbinar binar, membuat Jessica terkesiap kaget melihat tatapan mata yang menurutnya sangat menawan. “Really?? Ahh Thank you so much!” ucap Kris sembari menyentuh tangan Jessica dan menciumnya, rona merah tak bisa disembunyikan oleh gadis berumur 24 tahun ini, ia segera menarik tangannya dan membelakangi Kris
“What..Should i do then?” Tanya Jessica dengan nada pelan, oh tidak jantungnya sedang berdetak tak karuan. Kris tersenyum manis dihadapkannya kembali Jessica ditatapnya lekat gadis itu dari ujung kaki hingga rambut.
“Well, your fashion style is good. I think i just need to buy you a formaldress” decak Kris lalu melepaskan tangannya yang ada dipundak Jessica, Jessica mendengus “No need to buy a dress, I got some at home” Jawab Jessica, “ANDWAE!” tolak Kris dengan cepat, Jessica mengenyit heran “Your dress is definitely an outdated, here I invite you to walk the street in Kingdom Mall!” Ajak Kris lalu ia membukakan pintu untuk Jessica dan mendorong Jessica untuk duduk dengan kasar.
“Ya! Cant you treat me softly?!” Protes Jessica, tapi nampaknya suaranya tak terdengar karna Kris telah menutup pintu mobilnya, ia mempoutkan bibirnya
“Huh, Childish and rude nature which is owned by Kris Wu is a minus point for me, it seems my heart because I need to be examined because of its pounding because of him” umpat Jessica dalam hati, ia hanya menatap pemandangan diluar jendela, karna Kris sudah mulai memajukan mobil mewahnya itu

“Ah, Change”
“Change, you look fat u know?(?)”
“Ya,Cant you choose something that is good, if you use a dress like that, you're like a zombie??”
Ucapan ucapan protes itu selalu keluar dimulut seorang Kris Wu, saat Jessica sedang memfiting beberapa dress malam, justru makianlah yang keluar dari mulut pria itu, membuat Jessica sedikit emosi akan kelakuannya
“What the hell! Though it was quite nice dress” protes Jessica didepan beberapa etalase gaun, ini sudah ke 4 kali ia mencoba beberapa gaun malam, jika yang ini gagal maka akan menjadi yang ke 5, Jessica sedikit malas melihat gaun padahal ia termasuk ShopHolic bersama adiknya itu. Pelayan yang menghampirinya hanya tersenyum “Can i help you ma’am?” tawar pelayan tersebut, Jessica menoleh kearah pelayan tersebut dan kemudian tersenyum
“Can you help me find a dress that is suitable for my body, so that devil was no longer protest to me?” tanya Jessica dengan jengkel dan matanya melirik tajam kearah Kris yang nampaknya juga sedang berbelanja, Pelayan itu hanya tersenyum “Sure, i will help you miss” ucap Pelayan itu dengan hormat. Ia segera memilihkan beberapa gaun tiba tiba mata Jessica berhenti didepan gaun putih panjang yang menutupi hingga atas lututnya hanya lengannya yang terbuka, jessica menatap gaun itu dengan muka bahagia
“I will try this miss..” ucapnya cepat lalu segera mengambil gaun tersebut dan langsung berlari keruang fiting.senyumnya tercipta dari bibir tipisnya itu, rona merah bersemu dipipinya. Saat membuka korden, ia tersenyum pada Kris yang sudah ada didepannya
“How? How?” tanya Jessica dengan riang sembari mengerak gerakkan gaunnya kekanan dan kiri, Kris hanya menatap Jessica dengan tatapan kosong, Jessica masih dengan senyumannya itu.
“Change!”
Ucapan Kris seolah jadi tombak hati seorang Jessica Jung “Eh?” Jessica masih tak percaya akan perkataan Kris, “Dont you think your dress its too formal? Its just dinner!” jelas Kris lalu membalikkan badannya, Jessica yang geram ia langsung meneteskan air matanya lalu menutup kembali tirai ruang ganti, ia menangis sembari melepaskan gaunnya itu.
“Oh my, i really like this dress...” ucap Jessica sembari mengembalikan dress itu ketempatnya, ingin sekali ia membeli gaun itu, sayang dompetnya ada ditas ranselnya, dan tasnya sedang bersarang dimobil Kris, setelah makian tadi Jessica seolah mayat hidup ia hanya mengikuti Kris berjalan dan menuruti segala perintahnya, mulai dari merias wajah dan rambutnya bahkan Kris mengajaknya untuk spa, berlebihan sekali bukan?
“Jessica” panggil Kris saat Jessica memasuki ruang ganti Mall, karna ini sudah pukul 18.00 terlalu mepet jika ia harus mengantarkan kerumah Jessica lalu berangkat keNamsan Tower, karna dari Kingdom mall, namsan lumayan dekat jadi mereka lebih baik mandi dan ganti disini saja. Menghemat waktu
Jessica masih menatap Kris dengan tatapan tak suka “Whats wrong again” tanyanya, Kris menggeleng pelan rona merah menghiasi pipinya itu. “Here” ucap Kris sembari memberikan Kris sebuah kantong belanja berwarna putih, Jessica menerimanya ia membuka kantong belanja itu, matanya terbelalak saat mengetahui isinya, Jessica mengeluarkannya dengan pelan pelan “This dress....” ucapnya terbata bata saat yang diketahuinya itu adalah Dress yang amat Jessica sukai, Kris membalikkan badannya “I See, you like that Dress.. so i pick it for you..” jelas Kris dengan terbata bata entah kenapa jantungnya berdebar amat kencang, Jessica tersenyum haru, ia baru sadar make up minimalis dan rambutnya yang hanya dibiarkan tergerai lurus, sangat cocok digunakan untuk Dress ini “Thank you very much..” ucap Jessica lalu segera memeluk tubuh jangkun Kris dari belakang, Kris kaget dan ia membeku seketika “N..no problem...”

Kris menatapi Kepergian Jessica menuju Ruang Ganti, entah kenapa ia tak bisa berhenti tersenyum sendiri hingga seorang Cleaning Service menegurnya dan ia segera masuk ruang ganti dengan muka bahagia

“Okay just relax key? My father is not a scary man..” ucap Kris memperingati Jessica atau lebih tepatnya membuat Jessica tenang, Jessica hanya mengangguk, ia tersenyum kecil melihat rupanya yang gugup disini bukanlah hanya dia, Kris ia juga gugup. Sangat gugup malahan, Jessica tersenyum ia memegang tangan Kris yang memegang perseneling mobil, membuat Kris langsung menoleh kearah Jessica dengan muka merah padam
“Its okay, i think you must relax first Mr.Wu so we can get out from this car...” ucap Jessica membuat Kris tersadar sebenarnya mereka sudah sampai didepan Namsan Tower, hanya saja dari tadi Kris terus mengoceh tentang sifat sifat yang harus dihindari ketika bertemu dengan ayahnya. “Oh.. You’re right lets get in...” gugup Kris,Jessica melepaskan tangannya dan mulai melepas sabuk pengamannya,ia menghela nafas saat Kris masih terdiam ditempatnya “Come on...” Ajak Jessica, Kris tersenyum kecil ia membalas senyuman Jessica “Lets Rock!”

Kris POV
“Hah.. tonight will be my craziest night in my life” batinku, aku masih memikirkan bagaimana marahnya ayahku dan ayah dari keluarga jung, atau bahkan tangisan dari calon tunanganku itu,tapi entah kenapa semua rasa gugupku hilang saat aku merasakan hangat ditanganku, tentu Jessica saat ini telas menggengam erat tanganku.
“Its okay, just try to be positive key?” ucapnya berusaha mengiburku dari keteganggan ini sembari tersenyum manis, aku merasa semua bebanku telah hilang setelah mendengar suaranya dan merasakan sentuhannya, ya Tuhan beginikah rasanya jatuh cinta? Kenapa rasanya sangat menyenangkan sekali. Aku mengangguk “Yeah.. i will try princess” ucapku sembari mengelus rambutnya, kulihat pipinya merona dan ia membuang pandangannya untuk menyembunyikan ekspresinya itu, sangat manis hehe.
Aku menghembuskan nafasku saat berhadapan dengan pintu masuk restoran, dengan yakin aku membuka pintu itu dan mulai masuk kedalam ruangan sembari menggandeng tangan Jessica, gadis itu berjalan dengan anggungnya, semua orang menatap kearah kami, oh tidak banyak sekali mata keranjang yang melihat kearah Jessica meskipun ia sedang bersama kekasihnya, segera saja aku membuat ia melingkarkan tangannya pada lenganku dan aku mulai tersenyum dengan bangga berusaha membuat semua pria diruangan ini cemburu padaku karna telah memiliki gadis ini.
Aku melihat ayahku dan paman Jung dipojok ruangan sembari meminum winenya, kulihat sekitar tak ada tanda tanda kehadiran Gadis tunanganku itu, apa dia sedang keToilet?
“Oh come here son!”
Teriak ayahku dari kejauhan sembari melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk segera menemuinya, aku menelan salivaku “Well, its the time” bisikku, kuyakin Jessica dapat mendengarku , yah karna pegangan ditangannya dilenganku semakin erat. Aku dan Jessica berjalan menuju ayahku. Setelah sampai kulihat paman Jung yang sering ayah bicarakan itu menatap kami dengan heran “Wait a minute, what is....”
“Im Sorry!” potongku saat tuan Jung ingin menayakan sebuah pertanyaan yang sudah pasti aku tahu, dia hanya menatapku heran, kulirik ayahku yang saat ini sedang menyeringai lebar.
“Im sorry, i cant accept this engagement.. as you see mr Jung, i bring my girlfriend to here to make this engagement canceled, im so sorry..” tambahku, aku mendongakkan kepalaku lalu menatap kearah Jessica yang kini juga menatapku, aku tersenyum “She.. different with another girl who always i met, my heartbeat become faster with her, im so happy with her.. and love her so much..” aku menyelesaikan kalimatku, kulihat Jessica hanya berkedip kedip.
“Aigooo”
Suara itu kini terdengar dari bibir Jessica, ia melepaskan pegangan tangannya dilenganku lalu ia menutupi mulutnya yang kini tengah... tertawa??
“Ya! Im serious Jessica!” ucapku kesal melihat gadis ini masih tertawa dibalik tangannya itu, “Ahh, uncle Wu cant we stop it? Its so funny kkk” ucapnya sambil menatap ayahku dan terkekeh. Mwo? Apa maksutnya ini?
“Ahh.. so its what you says on telephone Jaejoong ah? Its so interesting” Jung ajjushi juga ikut bersuara, kulihat ayahku mulai menghempaskan tawanya, hey kenapa aku seperti sedang dipermalukan seperti ini.
“ya! What actually happens? Am i wrong?” tanyaku kesal, “ahaha, no.. you’re not wrong Kris-ah.. but let me introduse my daughty first” Jung Ajjushi kembali bersuara dan berdiri dari kursi tempat ia duduk, ia menggerakkan tangannya kepada Jessica, Jessica dengan riangnya berjalan menuju Jung Ajjushi itu. Tunggu jangan bilang...
“Annyeonghaseyo~ my name is Jessica Jung, Im the daughter of Jung Yonghwa and your future wife.. nice to meet you Kris Wu!” ucap Jessica dengan riangnya sembari membungkuk, mataku terbelalak kaget mendengar pengakuan identitas asli seorang Jessica.
“MWOYA?!!!!”
“Hahaha, its your fault, why you not remembering the name of your fience huh? Daddy already says it thousand times Kris” ucap ayahku dan masih meledakkan tawanya, begitu perkenalan singkat Jessica dan penjelasan dari ayahku. Aku menepuk dahiku
“So.. im trying to cancel this engagement because of my fiance???” tanyaku dengan muka terkejut, dengan serempak ketiga orang ini menangguk. Pipiku mulai memerah, sebelum aku benar benar malu segera saja aku menarik Jessica keluar restoran dan menuju balkon namsan tower. Aku butuh penjelasan!!
AUTHOR POV
Kris menarik tangan Jessica dan melepaskannya saat didepan balkon namsan yang penuh gembok itu, ia segera menarik Jessica kepelukannya, tentu saja Jessica kaget dan juga lega untungnya Pria ini mengetahui bahwa ia kedinginan, badannya yang lebih besar dari Jessica membuat Jessica terbungkus dengan sempurna dibalutan jas Kris. “Could you explain to me jess?” tanya Kris dengan lembut, Jessica menangguk kecil “Well remember when we first met on club?” tanya Jessica, Kris menangguk kecil seketika matanya membulat “Dont say its must be the night we must met on the restaurant?” tanya Kris memastikan, Jessica mengangguk kecil “Yep its true, but you not came right? So.. im trying to know you with different ways, so im go to that club to met you” jelas Jessica, Kris memeluk gadis yang ada didepannya ini semakin erat.
“Kris?” panggil Jessica, namja itu semakin mempererat pelukannya. “Im sorry for not attending that night..” sesal Kris, Jessica tersenyum “Its okay..but we still can met right? And you fall in love with me” jawab Jessica disertai seringaian, mendengar itu Kris tersenyum manis “You’re Right.. im deeply fall in love with you..” ucap Kris sembari melepaskan pelukannya dan memutar badan Jessica, membuat mata mereka saling bertemu, tiba tiba saja Kris memegang tangan Jessica dan bersimpuh dihadapannya, Mata Jessica terbelalak melihat Kris bersimpuh “Wait.. what..” ucap Jessica dengan gusar , tapi kegusaran Jessica hilang saat mata elang Kris itu menatap dengan hangat, Kris menghembuskan nafasnya sejenak lalu tersenyum “Jessica Jung, Would you Marry me?” tanya Kris dengan tegas.
Jessica kembali kaget dengan kelakuan namja yang ada didepannya ini, ia menutupi mulutnya sebagai bentuk keterkejutnya atas kelakuan Kris, matanya memanas, rona merah pun mulai menghiasi pipiya, masih diposisi yang sama. “all gotta do is just say yes, miss jung ah anio mrs. Wu” ucap kembali Kris dengan menarik sedikit bibirnya menujukan smirknya, Jessica tertawa kecil, ia tersenyum. “Yes.. i want marry you..” balas Jessica sembari meneteskan air matanya, Kris segera berdiri dan memeluk gadis itu dengan erat. “I Love you...” bisiknya diteliga Jessica sembari tersenyum, Jessica menangguk “I love you too...”

Another SubStory : Doppelganger (Part 2)

Title:Another sub story: Doppelganger

Author : RoyalMeltingIce97

Cast:Jessica Jung , Krystal Jung, Zelo BAP, Kris Wu

Genre : Family, Horror, Psycho

Rating : PG – 17

Poster by : http://imagineofyeoshin.wordpress.com/

Disclaimer : All cast all belong to SM Entertainment,TS Entertaintment but the storyline is mine

first part : https://springonapril.wordpress.com/2013/11/19/another-substory-doppelganger-part-1/

another-doppelganger2

“Dia Jung Soo Jung kan? Adikku….” ucap Jessica, Krystal terbelalak rupanya Jessica mengetahui semuanya. Rasa bersalah pun mulai memenuhi pikiran gadis itu.
“Benar, Bunuh dia Jessie” Perintah Kris, Jessica menatap Krystal cukup lama. Sebelum ia akhirnya tersenyum manis
“As Your Wish Kris…”

Krystal terbelalak kaget saat mendengar ucapan Jessica yang begitu pelan tapi dengan nada tegas, sungguh Charisma yang membuat bulu kuduknya berdiri.
Kris namja itu hanya tertawa licik
“Pertarungan yang sungguh sangat menarik…”
masih dengan ekspresi datarnya Jessica mulai mendekati Krystal berlahan lahan hingga ia berlari menuju Krystal
Merasa ia dalam bahaya Krystal langsung menghindar saat tiba tiba rantai yang digunakan Jessica hampir mengenai kepalanya, Krystal menghindar kesebelah kiri.
“Cih, kesalahanku aku tak membawa pedangku” batinnya, pandangannya mennyebar mencari senjata hingga diambilnya kayu yang ada disebelahnya, ia memejamkan matanya berusaha mentransfer tenaga dalamnya kepada kayu itu agar kuat
“Terlalu lamban”
DEG
Krystal membuka matanya didapatinya Jessica sudah ada disebelahnya dan
BRUK
“Akkhh!!!” rintih Krystal begitu keras saat ia menyadari Jessica memukul kuat perutnya, darah perlahan mulai keluar dari mulutnya, Krystal segera menyeka darah itu dan kembali memegang kayu itu. Sedangkan Jessica masih menatap Krystal dengan mata merah dan ia menyadari ada sesuatu kejanggalan
Krystal terus menghindar dari serangan Jessica, matanya terus menatapi gerakan Jessica, hingga akhirnya mereka saling terdiam cukup jauh.
Nafas mereka saling beradu, hingga tiba tiba asap putih memenuhi ruangan. Jessica tampak kaget ia menutup matanya, berbeda dengan Krystal ia merasa seseorang telah menariknya dan mengajaknya sembunyi
“aakh!” rintih Krystal pelan saat seseorang itu menyentuh perutnya yang masih terasa nyeri. “Ssstt..ini aku” ucap Zelo sembari membungkam mulut Krystal. Ya Zelo datang, Krystal mengembuskan nafasnya lega
“Kemana saja kau? Lama sekali” komentar Krystal. Zelo tersenyum simpul “Tentu kau tau dimana aku, rumah Song ini sangat canggih membuatku kesusahan untuk membobol securitynya” jelas Zelo, Krystal terdiam ia mengerti bahwa asap barusan adalah ulah Zelo, dan ia merasa Zelo punya informasi penting
“Krystal dengarkan aku, saat ini Jessica Noona sedang ada dibawah kendali pria itu” ucap Zelo sembari menunjuk Kris yang tampaknya masih terlihat tenang, Krystal menangguk mengerti “Iya aku mengerti, tapi aku sama sekali tak menemukan bagaimana ia menggendalikan Jessica Eonni, aku sudah melihat seluruh dari bagian tubuhnya saat bertarung dengannya tadi, tapi aku tak menemukan apa apa selain matanya yang merah itu…” jelas Krystal panjang lebar, Zelo menangguk “itu karena Jessica Noona telah diracuni sebelumnya” ucap Zelo, membuat Krystal tertegun.
“Kau masih ingat kan bau aneh yang kucium dari Jessica noona kan?” Krystal menangguk, dikeluarkannya botol kecil yang ditemukannya dikamar Jessica. “‘Racun’ ini adalah ‘SOMA’ sejenis narkoba yang akan membuat siapa saja akan tak terkendali dan memiliki hawa nafsu membunuh dengan brutal hanya dengan mengkonsumsinya saja” jelas Zelo panjang lebar, “Lalu apa kah ada penawarnya??” tanya Krystal
“KYAAAAA…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Zelo dan Krystal tersentak kaget Jessica tiba tiba berteriak sembari memegang kepalanya, ia tiba tiba terduduk sembari menangis dan masih meracau tak jelas
Zelo memandang lirih Jessica
“Zelo, jawab aku pasti ada obat penawarnya kan??” Tanya Krystal dengan sedikit emosi, Zelo menatap lirih Krystal
“Aku sudah bilang sebelumnya padamu, Soma adalah sejenis Narkoba dan kau pasti tau kan Narkoba masih belum ada obatnya…terlebih lagi”
Zelo mengantungkan kata katanya, ia menghembus nafasnya berlahan “Aku melihat kondisi Jessica Noona sudah sangat parah, efek samping dari obat itu adalah Halusinasi yang berlebihan dan pecahnya pembuluh darah hingga menyebabkan Kematian….”
Krystal terdiam saat mendengar penjelasan Zelo, Air matanya menetes pelahan “Kau… pasti berbohong!!!” Zelo mengeleng pelan “Mata merahnya itu adalah salah satu bukti kuat bahwa ia sudah terlalu sering mengkonsumsi Soma, tapi Sebenarnya ada satu cara agar Jessica Noona tak menderita seperti itu”
Sontak Krystal menatap mata Zelo, Zelo menatap gadis itu dengan lirih

Jessica meracau tak jelas, Kris kembali menuju gadis itu yang kini sedang menangis.
Saat Kris sudah ada didekatnya, Jessica langsung memeluk namja tinggi itu
“Aku takut hikss….” isak Jessica, “Tak apa aku disini…” Kris membalas pelukan Jessica, dikeluarkannya botol kecil yang serupa dengan Zelo bawa, dimasukannya kedalam mulutnya, ia mengangkat dagu Jessica, bibir mereka bertemu, Jessica menelan ‘sesuatu’ yang telah diberikan oleh Kris, saat dilepas ciuman mereka, Kris mencium rambut Jessica
“Lakukan Jessie…” perintah Kris, layaknya boneka Jessica menangguk, ekspresinya kembali tenang matanya yang berwarna coklat itu perlahan menjadi merah dan ia juga sudah membawa kembali rantai itu. Kris kembali tersenyum ia kembali ketempatnya

“JUNG SOO JUNG!!! KELUAR KAU!!!” Teriak Jessica sembari merusak properti rumah yang sudah tak berbentuk lagi, merasa kesal Krystal tak kunjung keluar dari persembunyiannya ia terus terusan merusak properti rumah itu,tapi apa guna debu debu mulai menyatu dengan asap putih tadi membuatnya seperti kabut yang tebal
“Cih, kabut ini menyusahkanku” batin Jessica, hingga ia akhirnya mencari alarm kebakaran, ketika ia menemukan tombol merah itu, ia langsung melempar rantainya hingga tombol merah itu hancur
Air dari atap mulai berjatuhan,dan kabut pun mulai menghilang, Jessica tersenyum puas saat didapatinya Krystal sedang berdiri ditengah ruangan sembari memegang pedang
“Akhirnya kau muncul juga adik kecilku” ucap Jessica dengan tersenyum puas, Lagi Jessica berlari kearahnya terus melemparkan rantai panjangnya Krystal menghindar dengan Pedangnya

Dilain tempat Kris memandangi mereka, Zelo dengan perlahan mendekati Kris ia memegang pistol diarahkannya tepat kekepala Kris, tapi saat Zelo mengedipkan matanya namja jakun itu sudah tak ada ditempatnya
“Sepertinya kau memilih lawan yang salah…” Ucap Kris dibelakang telinga Zelo, Zelo berdecak kecil
DOR DOR DOR
Zelo terus terusan menembak Kris, tapi namja jakun itu menghindar dengan cepatnya
“Wah, kau memiliki ability yang keren, apa itu asli?” ejek Zelo sembari mengisi ulang pistolnya itu
Kris tersenyum “Tentu saja, ini asli” Kris menyeringai ia berlari mendekati Zelo
“Tak akan kubiarkan kau hanya menontonnya bertarung!!!” ucap Zelo sembari kembali menembaki Kris
“Menarik, aku akan melayanimu” ucap Kris sembari menghindari tembakan pistol itu

“MATI! MATI! MATI!” Teriak Jessica begitu keras diiringi dengan tertawa layaknya anak kecil, suara antara rantai besi dan pedang itu terus bertabrakan, Krystal hanya menghindar dari serangan Jessica, matanya menatap lirih Eonninya itu
“ Sebenarnya ada satu cara yang harus kau lakukan agar Jessica Noona tak menderita seperti itu”
“Katakan apa itu”
“AARKK!!!” Rintih Krystal saat pisau ujung rantai milik Jessica tertanam dengan sempurna dipaha kirinya membuat ia langsung terjatuh, Darah mengalir deras dipaha kirinya, Krystal terus berusaha berdiri tapi sia sia ia hanya bisa terduduk, dengan perlahan Jessica berjalan kearahnya
Ditindihnya Krystal membuat ia terkunci , Krystal memberontak tapi tangan kiri Jessica dengan mudah memegang kepalanya lalu menunjukan leher putih Krystal
Krystal terus menatap mata Jessica, Tangan kanan Jessica yang sudah memegang pisau yang ada diujung rantainya siap menyayat leher Krystal
Krystal menelan ludahnya
“Apa Eonni ingat sebuah legenda ‘Doppelganger??” tanya Krystal, Jessica menatap heran Krystal. Krystal tersenyum tipis “Itu adalah sebuah legenda dimana seseorang yang mirip kita bertemu maka akan terjadi hal buruk…”
“Awalnya aku berfikir bahwa bertemu denganmu adalah petaka bagiku, aku merasa bahwa kau adalah ‘Kembaranku yang lain’ tapi ternyata kau bukan…”
Jessica masih terdiam melihat Krystal, Krystal menghela nafasnya pelan
“Aku bersyukur dilahirkan menjadi Adikmu Eonni, aku sangat senang mengetahui bahwa kau adalah Kakak Kandungku…. Jessica ah ani Jung Soo Yeon Eonni….” lirih Krystal, air matanya menetes
Jessica terhenti saat didapatinya gadis yang kini tengah menangis karna terharu? Perlahan tangan Jessica melepas rantai pisaunya itu. Krystal menatap Eonninya itu, Krystal memejamkan matanya
“Kau harus melakukannya jika kau ingin Jessica Eonni terbebaskan dari semua siksaan itu”
“…. haruskah? Tak ada pilihan lain??”
“iya, Kau Harus membunuhnya…”
Tangan Kanan Krystal berlahan mengambil pedangnya yang tak jauh dari jangkauannya, saat tangan Kanannya sudah mengengam dengan erat pedangnya itu dan sudah siap menusuk Jessica dari belakang
Tiba tiba Krystal kaget saat melihat Jessica terdiam terlebih lagi ia merasakan pipinya basah bukan karena air matanya tapi karna air mata Jessica yang turun dengan berlahan
“Kenapa.. kenapa baru sekarang kalian menyadari keberadaanku…” isak Jessica begitu lirih, ia menatap Krystal dengan matanya yang basah, Tangan Krystal yang memegang pedangnya pun gemetar
Ia sedang kebingungan, apa yang harus dia lakukan sekarang?? Membunuh Eonninya dengan tangannya sendiri atau membiarkan Eonninya menderita karna pengaruh racun Soma ??

“Pada akhirnya kaulah yang terpojok” ucap Zelo sembari menodong pistol hitam itu kekepala Kris, Kris berdecak “Cih, aku tak menyangka kau berhasil menembakku dengan pistol murahan itu” ucap Kris, saat ini Kris sedang bersandar ditembok, kaki kirinya tertembak Zelo membuatnya pincang, begitu pula tangan kanannya sudah mati rasa karena terlalu banyak menerima banyak tembakan dari pistol Zelo
Zelo tersenyum kecil “Sayang sekali ini bukan pistol murahan, ini adalah Pistol yang pelurunya berlapisi dengan emas, tentu kau tau apa nama pistol ini” Jelas Zelo dengan tatapan sinis, Kris mendengus “tracer L191, aku tak menyangka kau punya barang bagus” Jawabnya, Zelo tersenyum dengan perlahan ia mengisi ulang pistolnya tersebut tanpa diketahui oleh Kris tentunya
Keadaan Zelo saat ini terlihat babak belur karena pukulan beruntun dari Kris, darahnya keluar dari pelipis matanya dan mulutnya
“Sekarang katakan padaku kenapa kau memberikan racun Soma itu kepada Jessica Noona! Siapa kau sebenarnya!” Bentak Zelo kepada Kris yang saat ini tengah merokok dengan santainya
Mata Kris menerawang, ia tersenyum kecil “pada awalnya Aku hanya ingin menggunakannya sebagai boneka pembalas dendamku, karna kebetulan kami sama sama memiliki kaitannya dengan keluarga Song, Dia pernah hampir terbunuh karena tabrakan dengan mobil keluarganya sedangkan aku… aku cemburu Kakakku ‘Zhoumi Song’ mendapatkan segalanya”
Kris menghembuskan asap rokoknya, Zelo masih tetap terdiam sembari tetap menodongkan pistol itu
“Aku terus melatihnya agar dia menjadi pembunuh yang fasih sehingga aku sadar bahwa dia memiliki kelemahan yang amat fatal dari seorang pemburu”
Kris menatap tajam Zelo, sontak Zelo langsung membeku tak dapat bergerak layaknya Krystal tadi
“Dia memiliki hati yang lemah, membuatku harus memutar kembali otakku akhirnya aku menemukan Racun itu, awalnya aku pikir tak akan berhasil tapi setelah kucoba tiba tiba gadis tersebut mempunyai nafsu membunuh yang amat brutal, bayangkan saja seorang gadis berumur 17 thn yang aku kurung didalam kadang singa, hanya dalam waktu 30 menit, semua singa tersebut mati! HAHA!” ucap Kris dengan tertawa lepas, Zelo menatap Kris tak percaya
“Ahahaha, awalnya memang susah untuk mengendalikannya, tapi setelah aku memberikan obat tersebut dengan dosis yang tinggi setiap minggu, benar benar mendapat hasil yang memuaskan, dia…”
DOR
Suara tembakan tersebut mengakhiri perkataan Kris, Mulut Kris tiba tiba menuntahkan darah segar, ia segera meraba dada kirinya yang terdapat lubang kecil dan kemeja putihnya itu penuh dengan darah, Zelo menatap Pria yang tengah sekarat itu dengan tatapan benci
“Orang sepertimu, sangat pantas untuk mendapat kan kematian seperti ini!” Ucap Zelo lalu kembali menembaki tubuh Kris hingga kemeja putihnya penuh darah, nafasnya memburu. Zelo menyimpan kembali pistolnya.
Nampak sudut bibir Kris tersenyum kecil, sedetik kemudian ia menendang perut Zelo dengan kakinya yang panjang itu, Zelo kaget dan ia terbatuk
“Ba..bagaimana kau masih bisa hidup? Akh!” Rintih Zelo karna saat ini kaki Kris sedang ada diatas dadanya, Kris tersenyum bengis “Karna aku dan Jessica saling terikat!” ucapnya lalu kemudian menangkat Zelo berdiri dengan memegang kemejanya, ia menyeret Zelo
“Jessica! Jangan lengah!” Teriak Kris saat melihat Tangan Krystal sudah membawa pedang, Jessica yang tadinya terisak ia langsung menghapus air matanya dan kembali berdiri lalu menjauhkan diri dari Krystal, Krystal berdecak ia langsung mengambil pedangnya dan berdiri sambil memasang kuda kuda
“Segitu bencinya kau denganku adikku?! Baiklah! Aku akan melayanimu!” ucap Jessica dengan amarah, Krystal meneteskan air matanya “Eonni salah! Aku hanya ingin menyelamatkanmu!” bantah Krystal, Jessica terdiam sedetik kemudian ia tertawa layaknya anak kecil “Ahahaha, menyelamatkanku? Menyelamatkanku dari apa? Kau membuatku muak!” ucap Jessica lalu kembali melempar rantai itu, Krystal langsung menangkis rantai Jessica dengan pedangnya, Jessica berjalan dengan pelan menuju Krystal yang masih memasang kuda kuda “Jika kau ingin menyelamatkanku, seharusnya itu 20 tahun yang lalu!” teriaknya sambari mulai melemparkan rantai itu kepada Krystal kembali, dengan cekatan Krystal menangkis serangan yang bertubi tubi itu. “Eonni…” lirihnya.

“Ini tak bisa dibiarkan begini..” Batin Zelo, ia melirik sekitar. Ayolah jika begini stamina Krystal dan dirinya akan habis dan mereka akan kalah. Zelo mendengar suara langkah Kris semakin mendekat, Zelo mengigit kecil bibirnya memaksa otaknya yang brilian itu memikirkan suatu rencana yang..
“Keluarlah! Jangan bersembunyi dan hadapi aku!!” teriak Kris sembari menembakan suara peluru, Mendengar itu, Zelo menyeringai lebar, segera ia memegang earphone yang menyambungkannya dengan krystal “Kle.. aku akan memberitahukanmu sesuatu” ucap Zelo setengah berbisik, Krystal yang tengah menangkis serangan Jessica itu hanya menangguk kecil.
“Saat ini aku sedang bersembunyi dibalik ruangan kecil didekat tangga lantai 3, dan Kris sedang menuju kemari.. dengarkan aku baik baik.. kita tak bisa mengalahkan mereka jika mereka berpisah seperti ini.. jadi kau mengerti kan? Apa yang harus kau lakukan?” Jelas Zelo panjang lebar. Krystal tersenyum “Kau ingin aku menggiring Jessica Eonni kesana dan menghabisi mereka bersama sama begitu kan maksutmu tomato?” Zelo tersenyum kecil “Thats my genius girl, dalam hitungan ke 10 segera bawa Jessica noona kemari” perintah Zelo sembari menyiapkan pistolnya dan mengisi ulang “hitungan ke 10 terlalu lama untukku Zelo.. lakukan sekarang!” Perintah Krystal lalu menangkis lagi rantai itu dan segera melompat menuju tangga dilantai 2, otomatis Jessica juga mengejar Krystal, ia bisa saja langsung melompat kelantai 3 tapi, kakinya sedang terluka dan ia juga ingin mengulur waktu untuk Zelo.
Zelo segera mendobrak keras pintu yang menjadi tempat persembunyiannya dan mendapati Kris tengah tersenyum sinis menatap Zelo, segera saja Zelo menodongkan pistolnya pada namja tinggi itu “Cih sudah kubilang pistol itu tak berpengaruh padaku” remeh Kris dan masih berdiam diri. Zelo tersenyum “Mungkin ini tak berpengaruh bagimu, tapi aku rasa ini akan berpengaruh pada seseorang” ucap Zelo, Kris terbelalak segera ia menoleh kebelakang dan mendapati Krystal sedang menerjangnya dengan pedangnya itu, melihat hal itu Jessica yang ada dibelakang Krystal segera berlari untuk melindungi Kris “Kris!” teriaknya segera berusaha mengejar Krystal, dan tetap dengan posisi yang sama Zelo segera menembakkan peluru emas itu tentu saja melihat itu Kris tau siapa target pistol itu.. Jessica..

“Jessie!!” Kris meneriakkan nama gadis itu, segera saja ia memunggungi Zelo dan memeluk erat gadis berambut pirang yang ada dihadapannya.

TES.. TES..

Darah itu mulai melumuri pedang Krystal, Tangan Krystal bergetar saat ia mendapati orang yang ia sayangi, orang yang sangat tak terduga kini sedang memungginya dan tentunya pedang itu pedang yang Krystal gunakan menacap di punggung Jessica lebih tepatnya menembus jantung berambut pirang itu. Matanya panas dengan perlahan air mata itu meneteskan cairan bening itu “Eonni…” ucapnya dengan lirih ia segera melepaskan pedangnya itu. Gadis itu merosot bersamaan dengan namja jangkun yang tengah memeluknya erat. Peluru yang tadinya ditembakkan oleh Zelo mengenai Kris dan sepertinya peluru emas itu berhasil menancap dalam. Pelukan mereka terlepas saat badan keduanya sudah terhempas dilantai
Krystal segera menangis sembari memeluk Jessica dengan erat “Mianhae.. Mianhae Eonni. Aku.. aku hanya ingin membuat mu berhenti tersiksa karna pengaruh racun itu, aku…” Krystal terus meracau sambil menangis, bagaimana bisa ia membunuh kakak kandungnya yang baru saja bertemu setelah 20 tahun. Jika kau ada diposisi Krystal apa yang kau lakukan? Membunuh kakakmu sendiri atau membiarkan kakakmu mati karena sebuah racun.
Jessica tersenyum, ia merasakan badannya masih sedikit kuat untuk sekedar mengerakkan sedikit, diraihnya pipi Krystal dan membuat Krystal menatap wajahnya “Terima kasih.. sudah menyelamatkan kakakmu yang bodoh ini, dan seharusnya yang meminta maaf itu aku… karna sudah meninggalkanmu sendirian” lirih Jessica, terlihat dipelupuk mata gadis itu ia meneteskan air mata, “Tapi!” elak Krystal, sesaat kemudian dengan lemah Jessica menggeleng “Maafkan aku.. aku tak menemuimu saat kelahiranmu , saat ulang tahunmu,saat kelulusanmu, saat kau sedih dan bahagia padahal aku sangat tahu bahwa saat itu mama tengah mengandung adikku. Maafkan aku.. tak bisa memberikan memori yang baik sebagai seorang kakak, maafkan aku soojung…” lirihnya kembali, Tangis Krystal semakin pecah “Eonni kau tak bersalah…” ia tak bisa mengatakan apa apa selain memanggil eonninya itu, Jessica kembali tersenyum sembari menangis “Soo jung.. berjanjilah padaku setelah ini jadilah perempuan yang lebih baik dari eonni, berjanjilah untuk hidup lebih baik dalam hal apapun, Promise me?” Krystal menatap Eonninya itu dan segera menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Jessica “Im Promise Eonni, i will never make you dissapointed at me” Ucap Krystal sembari tersenyum manis, Tangan Jessica mengelus pelan pipi adiknya itu “Gumawo..”
Krystal menangguk, ia meletakkan Jessica pada lengan Kris, segera saja tangan Kris memeluk gadis itu “Maafkan aku..” lirihnya Jessica menangguk dan tersenyum “Aku telah memaafkanmu babo dragon..” Kris mengelus rambut Jessica dan menatap Krystal yang kini tengah menatap mereka.
“Krystal-ssi berjanjilah padaku juga untuk menemukan lelaki yang baik, jangan seperti pria berambut blonde itu” ucap Kris, Krystal tertawa kecil, sedangkan Zelo ia hanya mendengus kesal. “Aku mohon pada kalian untuk membakar rumah ini” perintah Kris selanjutnya, Krystal dan Zelo terbelalak mendengar permintaan Kris. “Rumah ini.. adalah rumah warisan keluargaku, setelah ini pasti banyak yang berusaha mendapatkan rumah ini dengan cara apapun, karna itu ambil semua barang berharga disini dan bakar rumah ini” jelas Kris, “Jadi kau.. menyerang rumah ini hanya untuk menyelamatkan keluargamu dari tuduhan korupsi?” Tanya Zelo, Kris menyeringai “Well tebakan yang tak buruk juga” jawab Kris, Zelo menghela nafasnya “Rupanya ada sisi baiknya ya dari sifatmu itu. Krystal ayo..” ajak Zelo segera berlari kearah dapur lantai bawah, menggunakan kompor dan membocorkan tabung gas untuk menciptakan ledakan sehingga rumah ini terbakar.
Krystal terdiam sesaat, ia membungkuk pada Kris dan Jessica “Terima kasih kalian, Selamat tinggal..” lirih Krystal segera ia membalikkan badan dan mengusap cepat air matanya yang kembali keluar.Pertemuan yang singkat dan Perpisahan yang menyakitkan.
Rumah itu mulai terbakar dari dalam maupun dari luar rumah, Pilar pilar yang menyangga rumah ini mulai terbakar dan tentu saja akan terjatuh bahkan bangunan itu seperempatnya mulai terlahap oleh api. Tapi disini 2 orang itu terbaring lemah sembari memeluk satu sama lain “Hey.. seharusnya kau masih bisa bergerak kan? Kenapa kau memilih mati disini?” tanya Jessica sembari menatap Kris yang tengah menatapnya, jemari Kris mulai membelai wajah tirus Jessica “memang tembakan tadi hanya mengenai punggungku saja, tapi apa guna aku hidup jika seseorang yang aku sayangi yang aku andalkan yang telah menemaniku bertahun tahun meninggal disini? Aku mencintaimu Jess” Jelas Kris sembari tersenyum, Jessica membalas senyuman itu “Aku juga mencintaimu Kris..”, Kris mendekatkan bibirnya kepada bibir Jessica, kening mereka saling menyatu “Kan sudah kubilang.. kita satu semenjak malam itu..” ucap Kris sembari tersenyum miring, Jessica tertawa kecil “Dasar mesum..” balas Jessica, sedetik kemudian bibir mereka menyatu, hanya saling menyatukan bibir menyalurkan rasa cinta mereka selama ini.. selama 19tahun..
“Kris aku mengantuk..” lirih Jessica, Kris memeluk Jessica erat “Ayo kita tidur bersama princess” balas Kris, Jessica mengangguk “Ne…”

Krystal menatap ladang rumput luas yang ada dihadapannya, angin meniup rambut panjangnya itu,orang melihat dari jauh pun mungkin merasa gadis ini adalah malaikat. Ekspresi wajahnya terkesan datar namun disudut matanya cairan bening itu melesak keluar dari matanya, ia mengusap air mata itu dan kembali tersenyum, ia menebarkan kelopak mawar putih diladang rumput itu. Ya ladang ini adalah rumah keluarga song, tapi itu 1 bulan yang lalu. Kini rumah itu telah menjadi ladang rumput yang sangat indah, Krystal tersenyum kecil.
“Aku harap kalian bahagia disana” ucap Krystal sembari menatap langit biru dan segera meninggalkan ladang itu dengan senyuman manisnya

Doppelgangger? Legenda kuno tentang seseorang yang lain dari dirimu. Saat itu aku hampir merasa bahwa legenda itu adalah kenyataan. Tapi ternyata aku salah. Jadi itu terserah kalian mempercayai legenda legenda kuno atau tidak, karna kaliannlah yang menuai kalian juga yang merasakannya.

END

Hahaha akhirnya ff ini selesai jugaa~ maaf kalo endingnya kecepetan dan banyak typo bertebaran. Makasih buat yang dukung ff ini haha *colek someone :p* soo see ya at my new ff ! annyeong~~

Say Yes (Before Story)

Title : Say Yes (before story)
Author : RoyalMeltingIce97
Main cast : Jessica Jung (SNSD)
Yonghwa Jung (Cn Blue)
Support Cast : Krystal Jung (F(x)) Jung Jaejoong (JYJ)
Genre : Romance, Angst, Family, Fantasy
Rating : PG – 13
Poster by : Kreis

Annyyeeong~ setelah lama menghilang akhirnya saya muncul(?) dengan FF yang sempat membuat penasaran reader, nah untuk mengurangi rasa penasaran bagaimana tiba tiba muncul jessica diclub, Kris yang menjadi DJ dll, inilah FF Jawabanya :3 haha enjoy happy reading!

Note : dianjurkan untuk membaca drabble https://springonapril.wordpress.com/2014/04/10/drabble-say-yes/ sebelum membaca FF ini agar kalian mengerti jalan ceritanya ^^

IMG-20140708-WA009

Disclaimer : All cast all belong to SM Entertainment, C-JeS Entertainment and FNC Entertainment but the storyline is mine

Tap Tap

Terdengar suara langkah kaki yang terdengar mengendap-endap,Telapak Kakinya telanjang, tak menggunakan sepatu ataupun sandal rumah mungilnya tampak berusaha untuk meredam suara langkah kakinya, seorang Gadis berambut blonde ini membuka pintu rumah dengan berlahan, ia mengela nafasnya saat ia berhasil masuk tanpa suara

1 detik..

2 detik..

CLAP

Ruangan yang tadinya sangat gelap berubah menjadi terang benderang, memberlihatkan barang barang yang berkesan mewah, seketika jantung Jessica berdegub dengan kencang, ia mengeratkan pegangan tangannya pada highheels yang sedari tadi ia pegang.

“Already go home Jessie?”

Jessica langsung terkesiap kaget saat mendengar suara berat seorang namja, ia segera menoleh kearah sumber suara, ia langsung menyengir saat mendapati seorang namja berambut hitam sedang menatapnya dengan tatapan santai
“Hehe, hello dad…” ucap Jessica dengan sedikit awkward

Jung Yonghwa hanya menatapnya dengan santai ditatapnya lekat lekat putrinya itu, tubuh mungil Putrinya itu tampak tertutupi dengan mantel yang cukup tebal, sesekali Jessica menggerak gerakkan tubuhnya hanya untuk menyembunyikan rasa malunya karna tertangkap basah oleh ayahnya dengan pakaian seperti ini, Yonghwa menghela nafasnya “So where have you been?” tanya Yonghwa masih dengan posisinya tangannya melipat matanya menajam kepada Jessica
“Uh, i just play in Yuri Home dad…” Jawab Jessica dengan gugup dan menatap ayahnya, jujur saja ini pertama kali ia tertangkap basah oleh Ayahnya seperti ini. Yonghwa menyeringai
“Dont lie to your dad Jessie, You go to club tonight?” tanya Yonghwa, sontak Jessica tersenyum sembari menggaruk garuk rambutnya yang tak gatal itu, ia masih terdiam
“Ya, You have been caught out, still want to dodge?” Ucap Yonghwa dengan tegas, Jessica menatap ayahnya dengan malu “Alright dad, i go to club tonight…” jawab Jessica dengan jujur, Yonghwa mendekat kearah putrinya itu, Jessica segera menutup matanya, ia siap mendapat hukuman dari ayahnya karna ini memang salahnya

PLAK

“Aww dadd!” rengek Jessica saat ayahnya itu memukul dahi Jessica yang cukup lebar itu. Yonghwa tersenyum kecil “its the punishment for you because you’re lying to your dad, why not be honest in the beginning princess?” Tanya Yonghwa sembari memukul kembali dahi Jessica, Jessica hanya tertawa kecil, tentu saja pukulan dari ayahnya ini tak sakit, ia segera memeluk ayahnya itu “Im sorry dad, im just afraid you will get mad…” jawab Jessica, Yonghwa tersenyum kecil ia mengelus rambut putrinya itu “Its okay, just be honest in the beginning to me next time key? Im your father jessie” ucap Yonghwa, Jessica mengangguk kecil dipelukan hangat ayahnya itu
“You must be tired, you better go sleep now, its already midnight” Ucap Yonghwa sembari melihat jam tangan yang melingkar pada tangan kirinya yang telah menunjukan pukul 12 malam, Jessica melepaskan pelukan ayahnya “Okay dad, i will sleep now, Good night!” ucap Jessica sembari mencium pipi ayahnya itu dan melesat menuju lantai dua yang merupakan kamar tidurnya

Yonghwa hanya menggeleng gelengkan kepalanya , ia tersenyum segera ia mengambil ponsel yang ada di meja ruang tamy tersebut
“Ah, Good night Mr..”

“Yes, Jessica already go home, are your son already in home?”

“Yeah, He just go home,haha should we meet tomorrow for dinner?”

“With my pleasure Mr, Jessica will happy to see your son”

“Yeah Mr. Jung, i hope this engagement goes smoothly”

Yonghwa tersenyum kecil, ia hanya menatap pintu kamar Jessica

“Yeah i hope like that too mr.Wu…”

Krystal dengan mata masih setengah tertutup itu berjalan menuruni tangga, Yonghwa yang menyadari kedatangan Krystal yang merupakan adik kandung dari Jessica ia tersenyum
“How your sleep princess?” tanya Yonghwa sembari meletakkan beberapa sarapan diatas meja makan, Krystal dengan sedikit menguap itu duduk dikursi meja makan sembari menatap ayahnya “Its so tight dad, but i was awake by the smell of this delicious breakfast” Ucap Krystal dengan riang, walau wajah mengantuknya yang masih terlihat diwajah cantiknya itu, Yonghwa tersenyum “You better wash your face first Klee, and waking up your sister..” Perintah Yonghwa setelah mencium kening putrinya itu, Krsytal menangguk ia segera menuju kekamar mandi, dan Yonghwa kembali melakukan aktifitasnya membuat sarapan untuk 2 putrinya ini

Tak mudah untuk seorang Jung Yonghwa menjadi single parent dari 2 orang anak , ya Ibu Jessica telah meninggal 5 tahun yang lalu, karena penyakit kanker payudara. Meski Yonghwa sempat terpuruk ia tak boleh terpuruk lebih lama,karna ia memiliki 2 putri manja yang harus diurusnya.
Tunggu sepertinya Yonghwa melakukan sebuah kesalahan karna yang menyuruh Krystal untuk membangunkan kakaknya itu, mungkin dalam beberapa detik akan terdengar sebuah..

“DADDDD! UNNIE WONT TO WOKE UP AND SHE BITE ME!!”

Tuh kan? Yonghwa hanya mendengus sesekali ia tertawa, ia tetap melanjutkan aktifitasnya dalam membuat sarapan.

“Next time, i wont waking up her again daddy” ucap Krystal dengan sebal sembari memakan pancake madu dengan lahap, sedangkan Jessica hanya mendngus kesal kearah adiknya itu dan Krystal juga menatap sebal kepada kakaknya itu, Yonghwa yang ada ditegah tengah meja makan hanya tersenyum melihat pertengkaran konyol kedua anaknya ini
“Finish your breakfast girl, or you two will get late” Ucap Yonghwa kepada Krystal dan Jessica. Saat ini Jessica telah pada bangku kuliah sedangkan Krystal masih kelas 2 SMA di Jaeguk High School. Sudah aktivitas rutin bahwa Jessica harus mengantarkan Krystal menuju sekolahnya, Krystal membereskan mulutnya dari sisa sisa sarapanya, ia menatap Yonghwa dan Jessica secara bergantian
“Jessi Unnie no need to take me, Minhyuk Oppa already picked me” Ucap Krystal sembari mencium pipi Jessica dan Ayahnya itu, Yonghwa menangguk. “See ya~” pamit Krystal dengan ceria, Jessica hanya menghela nafasnya “Why daddy believe Minhyuk?” Tanya Jessica dengan jengkel lalu memakan pancake dengan lahap, Yonghwa hanya tersenyum “Now you worrying your lilsister? Kkk its okay, daddy already know Minhyuk so well, dont worry Jessie” Ucap Yonghwa dengan bijak, Jessica hanya menangguk ia kembali melanjutkan sarapannya
Saat Yonghwa meletakkan segelas air putih yang tadinya ia minum, ia langsung menghadap ke Jessica “Jessie, will you go with dad to have dinner with a friend’s daddy work?” tanya Yonghwa dengan ragu-ragu karna selama ini Jessica selalu menolak jika diajak untuk makan bersama dengan teman kerjanya, Jessica menatap ayahnya dengan aneh
“Daddy, dont tell me if you want me…”
“NO! Daddy just want to introduse yourself to my friend Jessie…” Potong Yonghwa dengan cepat, karna ia mengerti arti tatapan aneh dari Jessica, Jessica hanya membulatkan mulutnya “Oh, Im so dissapointed , I want to have a fiance…” sesal Jessica dengan sedikit melirik ayahnya, Yonghwa yang mengerti itu langsung tersenyum lebar “Okay, you’re going to get engaged tonight…” Ucap Yonghwa dengan riang, Jessica hanya tertawa kecil melihat tingkah ayahnya yang terlihat bahagia bahwa ia menyetujui pertunangan itu, umur Jessica sudah 24 Tahun sebentar lagi ia menyelesaikan skripsi dan melanjutkan bekerja diperusahaan ayahnya, tak ada salahnya untuk menerima perjodohan ini kan?

“Daddy, is he a son of Wu Corp?” tanya Jessica sembari meneguk susu putih itu. “Yes, you already know him right?” tanya Yonghwa dengan riang, Jessica menangguk kecil. Wu Corp adalah teman lama ayahnya, saat liburan musim panas ia sering bermain disana, tapi dia tak pernah bertemu dengan putranya itu, katanya putranya itu sering sekali bermain diclub malam. Tapi Syukurlah setidaknya dia tidak dijodohkan oleh ayahnya dengan seseorang yang tidak ia kenal.

# Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul At La Categorie Restaurant . 20.00 KST

Jessica dan Yonghwa melangkahkan kakinya masuk kedalam Restoran mewah yang terkenal hidangan Lobsternya yang sangat nikmat, Jessica dan Yonghwa sangat menyukai makanan ini tak salah jika ia mengajak seorang ayah dan anak dari Wu Corp untuk sekedar menikmati lobster dan membicarakan tentang pertunangan mereka berdua ini
Saat akan masuk pintu masuk, Jessica menahan tangan ayahnya, sontak Yonghwa menatap Jessica dengan tatapan khawatir
“Dad, am i look good?” Tanya Jessica dengan muka merah, Dress hitam selutut yang terekspos hanyalah tangan kirinya dan pundak kirinya karna terlihatlah kulit seputih susu , rambut blondenya yang mengantung dengan lurusnya tak lupa dengan make up tipis yang memperlihatkan kecantikan natural yang ia miliki, Yonghwa tersenyum puas, ia mengelus rambut anak sulungnya
“You’re so beautiful, come on. He already waiting!” Puji Yonghwa sembari mengandeng tangan anaknya itu, Jessica tersenyum ia memasuki kedalam restorant mewah itu.

Setibanya disana seorang waiter langsung menghampiri mereka
“Is there anything I can help mr?” Tanya gadis berambut hitam itu dengan ramah dan penuh senyuman, terlihat dikemeja putihnya bername tag “Seo Joo Hyun”
Yonghwa tersenyum “I have booked a place to have dinner together in here..” Ucap Yonghwa dengan penuh senyuman tampaknya pandangannya tak bisa lepas oleh waiter yang ada didepannya ini, melihat itu Jessica hanya tersenyum kecil, rupanya ayahnya sedang merasakan jatuh cinta pada pada senyuman pertama
Seohyun hanya tersenyum manis “Mr. Wu has been waiting for you sir” ucap Seohyun dengan lembut “This way..” ajak seohyun mengantarkan Yonghwa dan Jessica menuju ruangan yang telah dipesannya
Jantung Jessica berdegub dengan tak beraturan seiringan dengan langkah kakinya, ia melihat Seohyun berhenti didepan pintu yang mewah, Jessica menelan ludahnya “Now I know how rich my father … ” batin Jessica, Seohyun sedikit membungkukkan badannya “Here the room, Enjoy our service sir..” Ucap Seohyun dengan ramah lalu meninggalkan Jessica dan Yonghwa
Yonghwa menatap Jessica dengan lembut “Are you ready?” tanyanya, Jessica tersenyum dan menangguk kecil, Yonghwa membuka pintu besar yang ada dihadapannya.

“Where are you??”

Suara berat seorang namja berambut coklat legam itu tampak membelakangi Jessica, Jessica terkesiap kaget karna ia mendengar suara suara bentakan dari namja tersebut, Jessica langsung memeluk tangan ayahnya itu, Yonghwa yang mengerti hanya mengelus rambut anaknya itu
“Its okay” bisik Yonghwa.

“You already agree with this Kris, so why you runaway?”

Kris? Tunggu apakah itu adalah nama dari calon tunangan Jessica?

Menyadari ada seseorang dibelakang mereka, Namja yang tadinya melepon itu langsung menghadap kearah Yonghwa dan Jessica, ia segera tersenyum dan meletakan ponselnya dan membungkuk kearah mereka berdua

“im so sorry make you two surprised” sesal namja itu, Yonghwa dan Jessica sontak langsung memberi salam pada namja itu
“its okay Jaejoong-ah, Where your son?” tanya Yonghwa kepada Jaejoong yang tak lain adalah Tuan Besar Wu Corp, Jaejoong tersenyum kikuk “Well, he runaway to the club tonight, im really sorry Yonghwa-ah..” sesal Jaejoong, mengetahui itu Jessica mendengus kesal, ia langsung menatap Jaejoong

“Exscuse me uncle , I will looking for him, can you give me where the address that club?” Tanya Jessica dengan sopan dan tak lupa penuh dengan senyuman,Jaejoong menatap Jessica dengan takjub begitu pula dengan Yonghwa
“Are you serious jess?” tanya Jeajoong dengan raut muka khawatir, Jessica tersenyum “Its okay uncle, there is no warn if the woman met her fiance right?” tanya Jessica, Jaejoong tersenyum mendengar jawaban dari Jessica “There’s Club near Wu Corp The Club is named Lupin” Jawab Jaejoong, Jessica tersenyum manis, itu adalah club yang biasa ia datangi

“Okay i will go now, daddy and uncle enjoy the dinner key?” Ucap Jessica dengan riang lalu membungkuk hormat dengan Jaejoong dan ayahnya, tiba tiba Yonghwa menarik tangan anaknya itu, Jessica menatap ayahnya yang tengah menatapnya dengan khawatir
“Be careful okay?” ucap Yonghwa, Jessica tersenyum lalu menangguk, ia meninggalkan Yonghwa dan Jaejoong diruangan yang cukup luas itu
“Well, your Daughty is very aggressive” Goda Jaejoong lalu duduk dikursi yang mewah itu, Yonghwa hanya memiringkan senyumannya “Dont you like it?” tanya Yonghwa, Jaejoong membuka botol Wine itu dan menuangkan untuk dirinya dan Yonghwa
“Kris will like her so much” ucap Jaejoong lalu meninggikan gelasnya, mengajak Yonghwa untuk cheers, Yonghwa tersenyum ditinggikannya gelasnya itu “This engagent is going smoothly” ucap mereka berdua dengan riang lalu menyatukan bibir gelas tersebut dan meminumnya hingga habis

Sedangkan disisi lain Jessica tengah berada didalam taxi, diponselnya telah membuka foto seorang ‘Kris Wu’. Ia tersenyum kecil
“Lets see, how coward you’re mr. Kris …” ucap Jessica dengan senyuman miringnya

END

A Man who came from Galaxy, I’ll keep support you!

Hello, uhm Im SpringonApril / Jkyuri /Ji ah whatever its you can call me “Ji”, its my first Speech in my blog itsnt?

Haha, after make a long hiatus, now i make this speech, im sorry for not update about FF but about “a Man who came from Galaxy”

 

Can i got a speech about this guy?

The guy who already got my attention

Gambar

 

Yeah He’s Wu Yi Fan or maybe you guys called Kris EXO , who got rumor if he will end his contract with EXO. Well its already twice with this he got rumor like that, The first time its at MAMA Era or History Era.

Well to be honest, im biased him at the end of 2013 or maybe before Wolf Era, why i loved him? well i have 3 simple answers because he’s different, He have a Cold Guy Style but His Heart is so Warm even his Gummy Smile and the last he almost same with my first bias “Kim Kyu Jong” yep one of SS501’s member.

 

Kris .

Already be my inspiration at my Fanfiction, my Style /? and my MoodBroster.

His Gummy Smile, His Silly Style, His sexy deep voice when at Rapping or singing, His Charisma, and all of him!!

 

When i heard if he will ends his contract its so make me Mental Breakdown, why??? its because why my bias always have a divorce with their group for example :

Kang Jiyoung KARA and Kim Kyu Jong SS501 

 

 

When first of heard it i want angry with SM Entertainment because they didnt know if he (Kris) filed for resignation, many question appear in my mind like :

“Are SM Still make their Artist like a robot to make money?”

“Are SM Make their Artist practice till sick?”

“Are SM doesnt pay attention to the health of the artist?”

“Are SM doesnt give their artist a holiday after comeback?”

 

Well KRIS (will) out from EXO when EXO popularity peaked, and middle Overdose album promotion. its so strange right?

When i saw his member (Lay,Chanyeol, and Tao) are Unfollow his instagram, also Kris is rejected to back to Korea from China.

 

I think they have some conflict from the group, When  i read Tao instagram update and his weibo, its looks like Kris’s Fault , Tao is the Closest member with Kris but now he can said like that its so make me wants to bite him! i dont know why i doesnt believe its Tao!,Because before that Suho’s said at M!Countdown if he looks like wants to keep make it 12 members not 11, Sehun’s Instagram who he said if “We are one, I Love Kris” and EXO-K’s eyes member is puffy, THEY ARE CRYING! also when they get a selca, its all fake smile!

 

GambarGambar

Well end of this speech, i just can hoping if Tao’s Instagram update who let Kris go easily is WRONG, Kris still in EXO, Hope the best for SM at next time, so they will not make their artist like a ROBOT! And the last EXO IS KEEP WITH 12 MEMBER WITH

XIUMIN,LUHAN,KRIS,SUHO,LAY,BAEKHYUN, CHANYEOL, CHEN, DO, TAO, KAI, SEHUN

 

WE ARE ONE!

EXO’S SARANGHAJA (LETS LOVE)

 Gambar

Note : Im sorry for bad english

Cr : @EXOfficial , Sehun,Tao’s Instagram, on the pict

 

Gambar

 

Tagged , ,

Magical Mirror (Special Jessica Jung’s Birthday)

Title                 : Magical Mirror

Author             : RoyalMeltingIce97

Main cast         : Kris Wu, Jessica Jung

Support Cast   : Find it on FF 

Genre              : Romance, Angst, Family, Fantasy

Rating             : PG – 13

 

Annyeong Happy Birthday my Bias! Jessica Jung, hope u always healty and all the best wishes for you! Yup! Ini adalah FF edisi Special Jessica Birthday! FF ini terinspirasi garagara galau liatin cermin sambil dengerin Lagu Magical Mirror dari Kagamine Rin & Kagamine Len~ gini gini author suka Vocaloid loh! Dengan modal nyolong jam pelajaran Bhs.Inggris dan Semalam bedagang selesailah FF iniii!! Yeyyy… Posternya kayaknya terlambat /? ya udahlah gapapa 🙂 

Kkk sekilas curhatan dari Author~ semoga kalian menikmati FF ini, sekali lagi Happy Birthday Jessica~ #Happy26thJessica #NoCucumberDay #HappyMaoMaoDay

 

 

FULL OF AUTHOR POV

 

 

“Jessica, jika kau punya permintaan yang bisa kukabulkan pada hari ulang tahunmu apa keinginanmu itu?”

 

“bolehkah aku menginginkan untuk disampingmu selamanya?

 

 

 

Seorang gadis berambut coklat terang, baju putih panjangnya dan kulitnya yang sebersih susu itu tampak sedang memandang hamparan bunga beraneka ragam warna dan bentuknya, benar benar keindahan taman yang membuat kau pasti akan nyaman, apa lagi dengan segelas teh disamping kursi gadis itu tampak setia menemaninya.

“Jessicaa~ ayo turun! Kau mau main bersama kami??”

Pandangan gadis berambut coklat terang itu beralih pada segerombolan anak anak muda yang tak lain adalah teman sekelasnya, berarti kalian mengetahui nama gadis ini kan? Ya Jessica

“Hei! Apa kau lupa bahwa Jessica telah lumpuh?!” bisik seorang perembuat berambut pirang dengan nada yang mengejek,semua orang yang mendengar itu hanya membulatkan mulutnya

“Ah iya aku lupa, sayang sekali ya padahal dia dulu adalah seorang Primadona disekolah kita kan?” balas namja berambut pirang, Mulailah perbincangan kecil ah bukan mulailah ‘pengosipan tentang Jessica’, tentu saja Jessica mendengarkannya ia hanya bisa menatap tajam teman teman sekelasnya setelah itu ia menggerakkan kursi rodanya meninggalkan balkon rumah mewahnya

Jessica terdiam setetes air mata mengalir pada bola mata lentiknya itu, ia menutupi mukanya agar dapat merendam tangisannya

“Jika ini bukan karna namja itu, aku.. aku pasti tidak akan begini..” sesal Jessica dalam hati

 

#Flashback ON

 

Seorang  Yeoja nampak tengah berlari lari ditengah hujan dengan payung berwarna Biru itu, ia sontak berhenti ketika ada lampu merah diTrotoar Jalan, yang mengharuskan ia harus menunggu giliran menyebrang 1 menit lebih lagi, ah sepertinya ia mengambil rute yang salah, Zebracross di jalan ini sangatlah lama, Gadis itu tampak sedikit gusar setelah melihat jam tangannya

“Ah, kalau begini aku bisa mengecewakan Luhan..” desisnya, ia segera mengambil ponsel yang ada dijaketnya, segera ia mendialkan nomor yang sangat ia hafal, tentu saja Luhan adalah namjachingunya. Ia meletakan ponselnya pada telinga kirinya

“Ah Luhan.. iya aku datang terlambat, mianhae..” ucap Gadis itu pada saat ia melihat kearah Traffic Light yang sudah hijau, Jessica tersenyum ia segera melangkah menyebrangi zebracross

 

CKITT!

Suara decitan mobil itu terdengar ditelinga kiri Jessica walaupun tertutup ponsel ia masih bisa mendengar suara mobil itu. Sontak ia menoleh, mobil hitam itu melaju ke arahnya. Matanya terbuka lebar

BRAK

Suara suara teriakan mulai terdengar digendang telinganya, tangan kanannya yang memegang ponsel itu tampak masih menyalurkan sambungan terhadap kekasihnya Luhan dengan sekuat tenaga ia meletakan ponsel itu kepada telinganya

“Sa..saranghae Lu, mi..mian aku terlambat….” lirihnya dengan pelan, hingga matanya sudah kabur ia merasa sakit pada bagian punggungnya sepertinya aspal Jalanan itu sangat tajam, dipelipis kepalanya mulai mengeluarkan darah segar, beberapa menit sebelum ia menutup matanya ia melihat seorang namja berambut pirang yang tengah mengoyang goyangkanntubuh mungilnya setelah itu ia merasa semuanya gelap.

#Flashback OFF

 

Jessica memijat kepalanya, kenangan pahit itu kembali memenuhi kepalanya, menyihirnya untuk kembali ingat pada kejadian yang seharusnya ia lupakan 3tahun yang lalu, Kecelakaan yang menimpanya membuat ia harus lumpuh membuat ia harus memutuskan sekolahnya dan belajar didalam rumah. Tapi ia sudah memiliki harta yang cukup untuk mengidupi kehidupannya jadi tak masalah ia mau bekerja atau tidak.

Jessica mendorong kursi rodanya menuju dapur, meletakkan gelas dan mangkuk yang tadi ia gunakan, seiring berjalannya menuju dapur ia sesekali mengingat kenangannya

Luhan yang meninggalkannya, Teman teman yang mulai menjauhinya karna menganggap Jessica hanya menyusahkan mereka, Orang tua? Orang Tuanya sangat sibuk dengan kesibukkannya sendiri, Jessica hanyalah anak tunggal. Ia tinggal sendirian tanpa siapapun dalam rumahnya ini.

Sesekali ia sadar betapa kesepiannya ia, dengan diam diam ia berharap ada sepercik kebahagian yang akan membuatnya bahagia dan terlepas dari belengu kesepian yang terus membuatnya menangis dalam diam tiap malam

Setelah selesai mencuci peralatan makannya, ia merogoh saku dressnya, dengan malas ia menggeser layar ponsel itu dan meletakkan ditelinga

“Hello, Jessie~”

Jessica mendengus  “What happens dad?” tanyanya dengan malas, ia menggerakkan kursi rodanya menuju kamarnya kembali, sepanjang perjalannan menuju kamarnya Jessica hanya diceritakan tentang perkembangan perusahaannya, saat akan mememasuki kamarnya, mata foxynya itu menangkap sesuatu yang ganjil

“Dad nanti aku telpon lagi, Aku ingin tidur..” ucap Jessica tentu saja ia berbohong, mendengar itu setelah mengucapkan salam pada ayahnya ia langsung meletakkan ponselnya kembali, dan mendorong kursi rodanya pada ujung lorong kamarnya

Jessica mengelus dinding yang berhiaskan lukisan, ia mengenyit heran saat ia mengetuk ngetuk lukisan itu, nampak sebuah ada pantulan suara, Jessica menelan ludahnya, entah kenapa ia merasa seperti di film film detektif ketika menemukan sesuatu yang aneh, apa lagi ini dirumahnya sendiri, Jessica menatap lukisan itu dan dengan sekuat tenaga ia mengangkat lukisan itu dan menurunkannya

“Hufft… kenapa aku harus melakukan ini..” keluhnya saat ia merasakan sungguh beratnya lukisan bunga itu, ia menatap tembok yang ada didepannya betapa terkejutnya ia saat mendapati sebuah kenop pintu, Dengan perlahan Jessica memutar kenop pintu itu, matanya berbinar saat mendapati pintu tersebut tidak terkunci

“Huft, okay Jessica lets do it!” sugesti Jessica sambil membuka pintu didepannya, ia kaget saat mendapati ruangan yang cukup sempit dan yang ada diruangan itu hanyalah sesuatu yang tinggi dan tertutup oleh kain yang lusuh, saat ia menarik kain panjang itu, terlihatlah sebuah Cermin besar yang hampir mencapai langit langit rumah, Jessica hanya mengenyit heran diperhatikan dengan seksama cermin yang ada didepannya itu

“padahal aku sudah tinggal disini selama beberapa tahun, kenapa aku tak menyadari jika ada cermin yang tua disini?” ucapnya pada pantuan pada dirinya yang terdapat dicermin tersebut, Jessica mengelus perlahan kaca cermin yang berdebu, tiba tiba ia menangis saat melihat dirinya yang sendirian dalam cermin tersebut

“Menangislah sepuasmu jika itu membuatmu lega…”

Jessica tersentak, ia segera membuka tangannya yang menutupi mukanya, matanya terbelalak tak percaya saat seorang Pria berambut pirang dan dengan jubah dan pakaian serba putih itu sedang menatapnya dengan lembut dari dalam cermin, Jessica tak bergerak begitupula dengan Pria itu, mereka hanya saling bertukar pandang, selang beberapa detik kemudian Jessica mulai terlihat ketakutan, sedangkan Pria yang menyadari perubahan wajah Jessica ia langsung panik

“Te..tenanglah aku bukan orang jahat..” ucap Pria itu dengan gugup, Jessica masih menatap tak percaya pada Pria yang berada didalam cermin, apakah ia sedang bermimpi? Kenapa ada orang lain didalam cermin? Jessica mencubit pipinya “ternyata bukan mimpi…” lirih Jessica, Pria itu mendengus kesal “Tentu saja aku nyata! Kau pikir aku adalah khayalanmu??” Protes Pria itu dengan nada marah, Dengan mengeluarkan seluruh keberaniannya, ia menelan ludahnya

“Si..siapa kau?” tanya Jessica, Pria itu tersenyum lembut kepada Jessica “Namaku Kris, aku adalah…seorang penyihir” ucap Pria berambut Pirang yang bernama Kris itu, Jessica hanya melonggo mendengar perkataan Kris,sedetik kemudian tawa gadis itu meletak “Ahaha, kau bilang apa? Penyihir?? Ahaha” ucap Jessica di tengah tawanya, ia bahkan sampai memegang perutnya, Kris mendengus kesal “Aku memang penyihir” ucapnya sembari mempoutkan bibirnya dan duduk “kau pikir aku akan mempercayaimu? Kkk mana mungkin jaman sekarang ada seorang penyihir!” ucap Jessica disela tertawanya, Kris kembali mendengus ia memejamkan matanya ia menaikkan lengan bajunya hingga terlihatlah sebuah simbol yang menghiasi lengan kanannya itu, Jessica berhrnti tertawa dan menatapnya dengan penasaran dan takut tentunya

For The Two sides of the star sign that ruins this heavens…”

Cahaya putih menyinari ruangan tersebut seiring kata kata yang diucapkan oleh Kris, Jessica hanya terkagum melihat cahaya putih yang menyinari ruangan sempit ini, indah sekali..

“Let me know this woman wish…”  Ucap Kris kemudian dan membuka matanya sembari menatap dalam dalam mata foxy Jessica, Jessica langsung terkesiap dan segera mengalihkan pandangannya, sesaat setelah itu cahaya putih yang menyinari ruangan kembali gelap, bibir Kris tersenyum kecil.

“Jadi kau adalah seorang gadis yang kesepian semenjak 3 tahun yang lalu ya? Anak tunggal dari keluarga bernama Jung dan Anak Emas pada Jaesuk igh school yang lulus 1 tahun yang lalu” Ucap Kris sembari tersenyum manis, Jessica menatap kaget pria berambut pirang yang ada dihadapannya ini “Ba..bagaimana kau bisa tau?” tanya Jessica dengan gemetar, Kris hanya tersenyum ia mendekatkan dirinya pada cermin “Karna aku adalah seorang penyihir” ucapnya dengan nada bahagia. Jessica menelan salivanya entah kenapa ia merasakan hal aneh saat melihat senyuman manis seorang penyihir bernama Kris, semu merah menghiasi pipi tirusnya, ia segera membalikkan badannya dan mencoba meninggalkan Kris

“Apa kau mau menjadi temanku?” tanya Kris dengan lantang, Jessica terdiam dengan perlahan air matanya menetes dari mata foxynya “Tentu saja kau bisa!”

 

 

Semenjak hari itu Jessica sering mengunjungi Kris dalam ruang tersembunyi itu, hari hari Jessica mulai berubah ia yang dari awalnya tertutup mulai terbuka pada Kris. Penyihir yang ia temui pada kaca tua miliknya. Jessica sering menghabiskan waktunya pada ruangan sempit itu, ia meninggalkan kursi rodanya didepan pintu, entah kenapa kursi rodanya tak muat untuk masuk kedalam ruangan itu, membuat ia harus merangkak masuk kedalam ruangan ini agar bisa bertemu dengan Kris, cukup mudah jika ingin bertemu dengan Kris ia hanya harus mengelus kaca cermin sembari mengucapkan nama Pria itu.

“Hey Kris kenapa kau bisa ada disini?” tanya Jessica sembari menyandarkan badannya pada cermin begitu pula dengan Kris. Kris menggaruk rambutnya “Cukup rumit sih, aku adalah penyihir yang dihukum karna mengoda istri Hades…” Jelas Kris dengan wajah malunya, mendengar itu Jessica langsung tertawa “Ahaha, benarkah? Aku tak menyangka kau adalah seorang Casssanova!” ucap Jessica, Kris mendengus “Sudahlah aku tak ingin mengingat hal itu, lagi pula aku hanya iseng saat itu, salahkan pesonaku hingga membuat Istri hades itu berpaling padaku” ucap Kris dengan melipat tangannya tak lupa dengan senyuman gummy smilenya, Jessica ikut tersenyum mendengar pernyataan Kris yang aneh ia hanya tertawa.

“Jessica, bolehkah aku tanya kapan hari ulang tahunmu?” tanya Kris setelah Jessica berhenti tertawa, Jessica mengucutkan bibirnya dan meletakkan telunjuknya pada bibirnya itu “18 April,wah rupanya besok adalah hari ulang tahunku!!” ucap Jessica kemudian, “Aku mengerti, apa orang tuamu akan datang?” tanya Kris lagi, Jessica menggeleng “Bagi mereka pekerjaan lebih penting dari pada hal inin” ucapnya lalu mendongakkan kepalanya menatap langit langit ruangan sempit itu

“Kapan kau bertemu mereka?”

“10 tahun yang lalu”

“Kenapa mereka pulang saat itu?”

 

Pertanyaan Tentang orang tua dan kehidupan Jessica beberapa tahun lalu terus ditanyakan oleh Kris, dan Jessica masih setia menjawab seluruh pertanyaannya pada Kris. Toh tak ada gunannya ia menyembunyikan pada Kris, siapa yang akan membocorkannya nanti? Tentu saja tak ada.

Jessica menguap setelah beberapa pertanyaan dari Kris, dilihatnya Jam tangan perak yang melingkar ditangan kanannya “Ini sudah jam 9, aku akan kembali kekamarku” ucap Jessica sembari menatap Kris, Kris tersenyum “Kau pasti sangat lelah menjawab semua pertanyaanku” ucap Kris, Jessica menangguk “Ya sangat melelahkan! Kkk selamat malam Kris”  ucap Jessica sembari tersenyum manis, Kris membalasnya “Yo, selamat malam..” seiring ucapan Kris , tubuhnya mulai menghilang dari dalam Cermin, Jessica merangkak menuju Kursi rodanya dan tak lupa untuk menutup pintunya dan meletakkan kembali lukisan itu pada tempatnya, melelahkan memang tapi entahlah ada kebahagiaan tersendiri bagi Jessica setelah menemui Kris, ia merasa tak sendirian lagi pada dunianya.

 

 

Pagi itu adalah awal dari keajaiban yang ditimbulkan Kris oleh Jessica, mata Jessica dengan perlahan terbuka, ia mulai menguap dan mengusap usap matanya. “Enggh..” desahnya saat ia berusaha merenggangkan otot ototnya tangan dan kakinya, eh? Kaki?

Jessica langsung kaget, jantungnya berdebar seiring bergeraknya jari jari kakinya, Air mata mulai menetes pada mata foxy gadis itu “Tidak mungkin…” lirihnya sembari menutup mulutnya, dengan perlahan ia kembali mengerakkan dengan pelan jari jari kakinya dan kakinya,hingga ia mengerakkan kakinya kekanan dan kekiri, air mata itu makin deras melewati air matanya

“…..”

Ia tak bisa berkata kata, yang dipikirannya hanyalah Kris, ya ia harus segera menemui Kris!

“Kris Kris!!” panggilnya sambil mengusap usap Cermin yang ada dihadapannya, wajah bahagia dan tak sabaran terlihat pada wajah gadis itu, beberapa detik kemudian, muncullah orang yang ditunggu tunggu oleh Jessica, ia tersenyum manis

“Ada apa~ hoaah.. tak taukah aku baru saja bangun tidur?” keluh Kris sembari menguap dan mengusap usap mata elangnya, Jessica berdiri dan tersenyum manis “Aku bisa berdiri! Aku bisa menggerakkan kakiku Kris!!” serunya dengan bahagia, Mendengar itu Kris hanya tersenyum dan berdiri menyamakan tingginya dengan Jessica “Syukurlah rupanya mantraku kemarin malam berhasil…” ucap Kris dengan senang, Jessica yang mendengar itu langsung terdiam “Ka..kau yang menyembuhkanku?” tanya Jessica dengan lirih, Kris menangguk “Ya, aku cukup mengucapkan mantra penyembuhan dan aku tak menyangka bahwa itu…”

Ucapan Kris terhenti saat mendapati Jessica tengah terisak dalam diam, Kris langsung membulatkan matanya “Jessica? Kau tak apa? Apa kau tak suka??” tanya Kris dalam panik, tapi Jessica hanya tetap menangis dihadapan Kris, Kris memandang Jessica dengan lirih , Jessica menggeleng “Aku sangat senang, terima kasih terima kasih!!” ucap Jessica sembari membungkuk pada Kris, sedangkan Kris hanya tersenyum

“Selamat ulang tahun Jessica, semoga kau menikmati Hadiah dariku…” ucap Kris lalu tersenyum manis, Jessica menatap aneh Kris “Hadiah?”

TING TONG

Bel pintu rumah Jessica berbunyi, Jessica langsung kaget dan ia menatap Kris “Aku akan segera kembali” ucapnya lalu meninggalkan Kris pada ruangan gelap itu, Kris masih belum pergi dari tempatnya, ia tersenyum “Ucapkan selamat datang pada kebahagianmu Jessica…”

 

“MOM! DAD!” Panggil Jessica saat ia membuka pintu , terdapat sepasang suami istri yang sangat ia kenal dan sangat ia rindukan, kedua pasangan suami istri itu langsung memeluk Jessica dengan erat “Maafkan Mom nak, Mom benar benar kejam membiarkanmu sendirian disini” lirih Jung Soo Young sembari mengelus rambut panjang Jessica sedangkan ayahnya hanya menangis dalam diam, Air mata ketiga insan ini bercampur menjadi satu.

“Jessica…”

Suara khas terdengar ditelinga Jessica, ia melepaskan pelukannya dan menuju sumber suara yang memanggil namanya, air matanya kembali menetes saat menyadari didepannya adalah namja yang sangat ia rindukan

“Luhan…” panggil Jessica

Luhan. Pria itu hanya tersenyum “Selamat ulang tahun Jessie…” ucapnya sembari mengeluarkan sebuket bunga mawar merah dihadapan Jessica, Jessica tersenyum ia menerima buket bunga itu dan memeluk Luhan dengan erat

“Mau pergi denganku hari ini bersama teman teman?” ajak Luhan sembari tersenyum, Jessica mengenyit heran “Teman teman?”

“HAPPY BIRTHDAY JESSICAA!!!” Ucap beberapa orang dibelakang Luhan sembari melemparkan corcetti, bahkan ada seorang gadis yang membawa kue tart, Jessica menatap tak percaya

“Tiffany…” lirihnya memanggil nama sahabatnya yang jauh diAmerika sana, Tiffany tersenyum kecil ia membawa kue itu dihadapannya sahabatnya itu

“Tiup lilinnya dan berdoalah…” perintah Tiffany, Jessica mengangguk senang ia segera memejamkan matanya dan segera meniup lilin, Sorakan terdengar dari Keluarganya dan teman temannya, entah kenapa Jessica sangat bahagia mengalami berbagai kejutan ini

“Eung.. Jessica maafkan aku dan teman temanku selama ini selalu meledekmu, jeonmal jeosonghamnida…” ucap Hyoyeon sembari membungkuk teman teman Jessica termasuk Luhan dan Tiffany ikut membungkuk meminta maaf akan kesalahan yang mereka perbuat meninggalkan Jessica yang tengah terpuruk dan bukan menghiburnya, dengan senyuman tulus Jessica memaafkan mereka semua dan memeluk mereka dengan erat

“Bagaimana jika kita ke Lotte World??” ajak Ayah Jessica dengan semangat membuat semuanya bersorak senang dan menyetujuinya termasuk Jessica, ia segera memasuki rumah dan mengganti pakaiannya, saat melewati lorongnya ia tersenyum pada lukisan yang menutupi pintu rahasia itu “Aku akan segera kembali…” pamitnya lalu kembali berlari menuju keluar rumah

Di Lotte World, mereka bersenang senang, menaiki berbagai wahana yang menantang dan menyenangkan tentunya.

“Semoga menyenangkan!” ucap Petugas penjaga permainan bianglala sembari mengunci pintu bianglala berbentuk buah buahan itu, Jessica mengangguk ia duduk dikursi seberang Luhan yang ada didepannya, matanya berbinar layaknya anak kecil saat melihat pemandangan yang amat indah dan cuacanya yang cerah.

“Lu!! Lihatlah ini sangat indah!” puji Jessica sembari menujuk nunjuk beberapa tempat, Luhan hanya tersenyum konyol dan tiba tiba bianglala berhenti diatas membuat Jessica panik. “Lu? Bagaimana ini?” tanya Jessica sembari melihat kebawah, melihat Jessica yang panik ia segera memegang tangan Jessica, membuat Jessica menatap Luhan

“Tak apa.. ada aku disini Jess..” ucap Luhan meyakinkan Jessica, Jessica tersenyum ia menangguk “Aku tahu itu Lu…” balas Jessica, tampak Luhan menelan ludahnya dan membalas tatapan Jessica

“Jess, 3 tahun yang lalu.. aku meminta maaf padamu karna sudah meninggalkanmu, aku namja yang pengecut!” ucap Luhan membuka pembicaraan yang seharusnya ia katakan dari dulu, Jessica hanya diam menunggu Luhan untuk menyelesaikan semua pembicaraannya

“Karna itu Jessica, maukah kau menerima kembali aku? Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia, karna itu maukah…”

Penyataan Luhan membuat Jessica kaget, ia tak menyangka namja imut ini masih mencintainya, lalu apakah Jessica masih mencintainya? Jessica hanya terdiam setelah mendengar pernyataan Luhan mengajaknya untuk kembali kedalam pelukannya, ia memejamkan matanya berusaha mencari jawaban yang terbaik

“Apa kau mau menjadi temanku?”

“Yah, aku memang Cassanova, karna itu salahkan pada pesonaku yang mudah mengikat setiap wanita!”

“Namaku adalah Kris, aku adalah seorang penyihir…”

TES

Air mata Jessica kembali mengalir. KRIS

Nama Pria itu terlintas dipikiran Jessica saat ini, tunggu ada apa ini? Bukannkah ia masih mencintai Luhan bukan Kris? Bukankah ini kesempatannya untuk memperbaiki hubungannya dimasa lalu? Dan sekarang menjadi kenyataan jika Jessica menerima kembali Luhan

Tapi ia merasa ada yang hilang didalam lubuk hatinya, ya keberadaan Kris selama ini, mengurangi rasa kesepiannya, yang awalnya ia hanya sendiri dan pria itulah yang membuatnya kembali seperti ini, entah kenapa ia merasa Krislah yang merencanakan ini semua.

Dengan gusar ia menghapus air matanya dengan kasar dan melepaskan gengaman tangan Luhan, Luhan menatap Jessica dengan tak percaya

“Jessie…”

“Maafkan aku Lu, aku mempunyai seseorang yang aku cintai, karna itu aku harus pergi sekarang!” ucap Jessica sembari membuka pintu bianglala yang ternyata sudah sampai dibawah, Luhan yang berada dibianglala itu memijat keningnya dan menyandarkan badannya

“Tuan? Tuan tidak apa apa?” tanya penjaga permainan, Luhan hanya tersenyum miris “Aku baru saja dicampakkan…” ucapnya, “Ah, aku turut sedih tuan…” balas penjaga itu, Luhan kembali tersenyum “Tak apa, asal dia bahagia aku pasti juga bahagia…”

Dengan Gusar Jessica membayar dan turun dari Taxi yang ia naikki didepan Lottle World menuju rumahnya, ia membuka pintu rumahnya dengan terburu buru

Bodohnya kenapa ia meninggalkan Kris sendirian? Bukannkah selama ini Pria itu selalu menemaninya, kenapa sekarang ia meninggalkannya? Jessica meruntuki kesalahannya yang meinggalkan Kris. Air matanya mengalir

Perasaan ini tak salah lagi, Dia.. Dia mencintai Kris

“Kris! Kris!!!” panggil Jessica sembari memukul mukul cermin yang ada didepannya, tangisannya pecah saat itu juga “Kumohon! Muncullah!!” pintanya dengan isak tangis nya, tak lama kemudian seorang Pria berambut pirang itu muncul, “Jessica…” mendengar suara yang dikeluarkan oleh Pria didalam cermin, suara yang sangat Jessica hafal ia langsung menghapus air matanya dan menatap dalam Kris

“Syukurlah, kau masih ada, aku …”

“Jessica, aku harus pergi sekarang…”

Seolah palu menghantam jantung Jessica, tubuhnya tiba tiba terpaku, ia menggeleng gelengkan kepalanya, sedangkan Kris hanya menatapnya dengan lirih

“Jangan pergi…” ucapan itu yang terdengar dari Gadis berambut coklat dengan mata foxynya yang sembab karna terlalu banyak menangis, Kris masih terdiam “Aku harus pergi” ulangnya kembali, Jessica masih tetap menggeleng dan mengeluarkan air matanya

“Sihirku sudah mulai melemah, aku harus pergi…” ucap lirih Kris dengan sedikit senyuman

“Kumohon jangan katakan selamat tinggal!!” teriak Jessica dengan histeris, ia masih saja menangis, Kris tersenyum

 “Jangan menangis, kau akan bertambah jelek…”

“Jangan pergi, supaya aku berhenti menangis…”

Perdebatan terus terjadi, Jessica tetap menangis dengan kencangnya layaknya anak kecil yang ditinggal pergi oleh ibunya, Kris menutup matanya

“Jessica, jika kau menginginkan permintaan dariku, apayang kau ingin kan?” tanya Kris dengan nada lirih, Jessica menatap Kris dengan tatapan lirihnya “Bolehkah aku ada disampingmu selamanya?” ucap Jessica mengajukan permohonan, Cahaya putih memenuhi ruangan sempit itu, Kris masih memejamkan matanya

“Sayang sekali, aku bukanlah penyihir yang dapat mengabulkan permintaan” ucap Kris dengan lirih, air mata mengalir dari mata elangnya itu, Jessica menggeleng ia menyentuh tangan namja Jangkun itu walaupun sebatas memegang cermin

“aku hanya mengembalikan apa yang telah kau berikan padaku Jessica, terima kasih telah menemaniku.. semua senyumanmu, tangisanmu akan selalu kuingat semua..” ucap Kris tiba tiba ia menutup matanya dan ia dengan perlahan menembus cermin yang menjadi pembatas mereka berdua selama ini

“Jadi kau juga jangan melupakan apapun tentangku, aku sangat berharap kau tak melupakanku Jessica….” ucapnya lalu memeluk Jessica dengan erat, air matanya sudah tak bisa ditahan lagi, Jessica langsung membalas pelukan Kris dengan erat

Kris tersenyum ia mengelus rambut coklat terang Jessica “Jika kau membenci takdirmu, jangan kehilangan harapan.. karna harapan adalah awal dari keajaiban” ucap Kris sembari menghapus air mata Jessica, cahaya putih itu semakin menyilaukan mata, Jessica memegang tangan Kris

“Aku berjanji, tak akan kehilangan harapanku, tak akan melupakanmu karna itu, kau harus kembali untukku!!” pinta Jessica dengan tersenyum, Kris tersenyum “Sudah kubilang….aku bukanlah penyihir yang mengabulkan permintaan…”

Seiring perkataan dari Kris, cahaya putih itu mulai meredup begitu pula tubuh Kris yang dengan perlahan menghilang sepenuhnya, ruangan itu kembali menjadi gelap. Jessica terdiam ia terduduk sembari mengelus cermin besar yang ada dihadapannya

“Kris….. Kris….”

Nama itu terus saja keluar dari mulut mungil Jessica disertai isak tangis.

“Bodoh bodoh apa kau tak tau, aku memang telah mendapatkan semua kebahagiaanku,tapi kebahagian utamaku adalah dirimu!” ucap Jessica sembari melihat kecermin yang ada didepannya

Ia mengelus cermin itu dan meletakkan kepalanya pada cermin besar itu

“Aku akan tetap menunggumu sambil mengelus dan membersihkan cermin ini, maka dari itu temuilah aku sekali lagi dan jangan pernah meninggalkanku…” ucap Jessica sembari tersenyum

 

 

Tak peduli waktu terus berlalu, aku akan tetap disini, menunggumu untuk kembali Kris.

 

 

 

END

Tagged , , , ,

[Drabble] Say Yes

Title                 : Say Yes

Author             : RoyalMeltingIce97

Main cast         : Kris Wu, Jessica Jung

Genre              : Romance 

Rating             : PG – 16

 

Halo haloooo~ aku kembali dengan sebuah drabble mini super mini~ cuma 300 word masa –” aku bikin ini garagara dengerin lagu say yes yang udah dirilis ❤ duhh… wkwk maaf kalo hancur, ini juga bikin nyolong2 waktu jam istirahat XD 

Happy reading!

oh ya buat yang belum denger say yesnya jung sist sama kris ini linknya~

ENJOY

 

FULL OF AUTHOR POV

 

 

Dentuman musik musik mulai terdengar disalah satu club malam dikota Seoul ini, Dengan seirama semua orang yang berada di lantai dansa yang berkelip kelip itu terlihat menggerakkan badannya seirama dengan musik updeat yang sedang dimainkan oleh DJ yang nampak masih menggerakan piring hitam itu,setiap pergerakan jari panjangnya menciptakan irama yang membuat semua orang terkadang berteriak meminta musik yang lebih keras

“As usually Kris, u play so well” ucap seorang gadis berambut hitam legam yang kini sedang bersandar disekitar TurnTable dengan sekali tegukan minuman yang memabukkan itu sudah bersih dari gelasnya. Gaun malamnya yang hanya selutut itu nampak menunjukan punggung putihnya yang mulus  mungkin hanya dengan satu tarikan, Gaun Malam itu sudah membuat ia naked, Gadis itu mencondongkan badannya sesekali ia menatap sang DJ dengan senduktif “How if we have some room?” tanya gadis berambut hitam itu sembari mengerling nakal pada namja berambut legam ini

Kris hanya tersenyum miring dan melepaskan headset yang tadi bersarang ditelinganya yang penuh dengan pearcing “Im so sorry im, you better get out here” balas Kris membuat gadis bermarga ‘IM’ ini mendengus kesal “Why so difficult to make you say yes, Kris” Ucap Im YoonA lalu meninggalkan Kris sendirian dalam dunianya itu.

Kris, Pria dengan sejuta pesona. Mata elangnya yang dapat membuat semua orang terperangkap disana, bibir ranumnya yang nampak menggoda bahkan tubuhnya yang tinggi dan atletis itu membuat ia tampak lebih gagah, dan tak lupa wajah tampannya yang amat menawan, dan ia salah satu direktur perusahaan terbesar dikorea Wu Corp tentu saja ia orang kaya, nilai plus untuk Kris. Benar benar pria idaman seluruh wanita.

Lalu kenapa bisa seorang direktur bisa bermain diclub malam seperti ini? Alasannya mudah Inilah gaya hidup seorang Kris Wu

 

Setelah Gadis gadis yang terus saja menggodanya dari TurnTable itu membuat ia harus beristirahat sejenak dari kegiatannya itu, kalau tidak ia akan membuat ritme ritme yang salah dan para pengunjung akan kecewa terhadap permainan Music DJnya itu.

Kris meneguk air mineral yang ada disebelah mejanya, meskipun ia adalah seorang DJ ia tak pernah menyentuh alkohol , alkohol hanya akan merusak tubuhnya jika ia mengkonsumsi minuman tersebut,  sungguh Pria yang sangat memperhatikan kesehatan bukan?

Tiba tiba saja saat Kris akan kembali memainkan piring hitam tersebut, tiba tiba seorang gadis dengan gaun malam yang tertutup itu berdiri di TurnTable nya Kris terkejut dilihat dari penampilannya nampaknya gadis ini baru sekali berada diclub, pikir Kris

“Hey, What are you doing at my place?” Tanya Kris dengan sedikit gertakan, Gadis itu masih tak bergeming dari tempatnya ia nampak melakukan sesuatu pada Vynil dan Turntable itu, Geram pertanyaannya tak dijawab, Kris segera saja menyentuh pundak gadis mungil itu dan menghadapkan padanya

 

DEG

 

Jantung Kris seolah berhenti saat memandang mata Foxy yang dimiliki oleh gadis pirang tersebut, Gadis itu menatap Kris dengan senyuman manisnya “Excuse me?” tanya gadis tersebut, segera saja Kris tersadar dari lamunannya, ia menatap geram kembali mata foxy yang tampak menggoda itu. Oh ayolah seorang Kris Wu tak mungkin tergoda oleh gadis yang ada dihadapannya ini

“Why you here?” tanya Kris dengan sedikit menyentak karna memang suara suara dentuman music itu membuat mereka ‘tuli’ untuk sementara, Gadis berambut pirang itu hanya menatap Kris dengan tanda tanya tampak ia tak mendengarkan perkataan dari Kris, Kris mendengus kesal “WHY YOU’RE IN HERE?!” Tanyanya lagi dengan nada yang cukup keras, Gadis yang ada dihadapannya ini hanya tersenyum dan menepuk dada bidang Kris

“Im here to change your place mr” ucap Gadis itu dan kembali mengotak atik Turn Table itu, Kris tampak terkejut dengan kelakuan gadis yang cukup ‘menyebalkan’, “Ya! Get out from here!” Bentak Kris sembari berusaha mendorong Gadis itu meninggalkan TurnTable, Tapi Gadis itu tampak tak bergeming dari tempatnya, cukup keras kepala juga

“YA!” perkataan  Kris terpotong saat gadis itu menghadap kearahnya dan tersenyum tipis kearahnya bahkan badan gadis itu sedikit menempel pada dada bidang Kris, Sontak Kris menelan salivanya melihat postur tubuh gadis mungil ini yang cukup err… sexy, Gadis itu meletakkan telunjuknya tepat dibibir ranum Kris , dengan isyarat menyuruhnya untuk diam

“All you gotta do just say yes” ucap Gadis itu dengan memiringkan senyumannya, Kris kembali menelan salivanya, padahal suara dentuman club itu cukup keras seharusnya ia tak bisa mendengarkan apa yang dikatakan gadis berambut blonde ini, tapi ia bahkan bisa mendengarkan setiap perkataan yang dinyatakan gadis blonde ini.

 

Kris terdiam ditempatnya, ia mengalah. Gadis itu tersenyum dan membalikan badannya kembali mengotak atik TurnTable itu

“Who are you?” tanya Kris sembari menatap tajam gadis berambut blonde itu.

“Jessica just call me Jessica” Jawab Jessica, Kris hanya menangguk kecil

 Jari lentik Jessica tampak menghentikan kegiatannya ia tersenyum kecil dan mulai memasang headset berwarna hitam itu, Kris memajukan badannya ia melihat apa yang telah dilakukan Jessica, setelah melihat matanya membulat seketika

“Why you put this piano on here?!” tanya Kris, Jessica menatap kearahnya “Well, i just trying to make colaboration with you mr, can you?” tanya Jessica dengan senyuman manisnya, pipi Kris tampak memerah , ia memalingkan wajahnya “For what im do that for you?” Tanya Kris ia masih menyembunyikan wajahnya dari semu merah itu, Jessica menatap lembut Kris dan memegang wajah Kris , membuat Kris sontak menoleh kearahnya “I will make you say yes” Ucap Jessica lalu mendekatkan wajahnya pada Kris, Kris nampak salah tingkah ia segera menutup matanya

 

“AKH, Okay okay! Lets Colaboration” ucap Kris sembari mendorong pundak Jessica sehingga jarak kembali tercipta diantara mereka, Jessica tersenyum nakal “Ah, You’re still ‘green’ mr” Ucap Jessica, Kris mendengus kesal ia menatap Jessica yang menyentuh piano kecil itu.

“Lets start the game”

 

Semua orang yang tadinya menari nari di lantai dansa tiba tiba terdiam saat music dari DJ itu terhenti, sontak semua pengunjung mulai menatap kearah DJ dan diantara mereka sudah mulai protes kenapa tiba tiba music berhenti

Suara lantunan piano mulai memecah keheningan, nampak semuanya bertanya tanya. Suara piano itu masih mendominasi permainan, Jessica menatap Kris dengan mengejek,Kris menarik seringai dari tatapan ‘remeh’ dari Jessica, segera saja ia menggerakkan piring hitam itu dengan perlahan, suara piano Jessica dan remixing lagu dari Kris mulai menyatu, Dentingan Remixing melewati medium udara, merengang-mampatkannya, berulang-ulang, selaras dengan getaran membran speaker , merambat hingga telinga pengunjung, mereka terlihat tersenyum lebar dan kembali menggerakan badannya, Protes protes tadi berubah menjadi sorakan sorakan pujian.

Dentingan piano yang mengalun dan suara suara elektronik dan semua itu tersambung dengan speaker mentransformasikan menjadi music updeat dengan sedikit accoustic. Kris dan Jessica tampak menikmati perbaduan music tersebut,Kris tak menyangka bahwa Music DJ bisa digabungkan dengan suara indah yang diciptakan oleh piano mini tersebut.

 

Kris tersenyum manis, ia tak pernah merasakan music seindah ini, ia menatap Jessica yang juga tersenyum manis kearahnya

“Are you enjoying this??” tanya Jessica dengan sedikit berteriak

Kris tersenyum “Well, i cant say anything, i just can SAY YES!”

 

Bulu kudukku terasa berdiri saat menikmati perpaduan music ini, pipiku mulai merona merasakan desiran hati yang terhanyut oleh permainan piano yang kau ciptakan, Terlintas dipikiranku untuk memilikimu selamanya, Aku hanya tersenyum tipis tak perlu kawatir karna kau pasti akan mengatakan

“YES”

 

END or TBC?

Tagged , , ,

Protected: FF NC (Krissica) Dare or Dare??

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Tagged , , ,

MIRACLES IN DECEMBER (2ND VER – KRISSICA VER)

Title                 : Miracle in Desember

Author             : RoyalMeltingIce97

Main cast         : Kris Wu, Jessica Jung

Support cast    : Huang Zi Tao

Genre              : Sad Romance, Fantasy, Family

Rating             : PG – 16

 

“Kau tak apa?” tanya seorang yeoja berambut pirangsembari memayungi namja yang kini tengah menyembunyikan wajahnya dibalik pahanya itu, gadis berambut pirang itu berjongkok didepannya, Namja itu akhirnya menunjukan wajahnya, Pipinya begitu putih, bibir tebalnya tampak berwarna biru dan disudut bibirnya terdapat bekas darah, rambut pirangnya itu tampak berantakan bahkan pakaian yang kini ia kenakan nampak berantakan. Yeoja yang ada didepannya ini kaget menilhat penampilan yang ‘menggenaskan’ ini.

            “Tuan, tak apa??” ucap Gadis itu langsung memeriksa keadaan namja yang terlihat mengenaskan itu.

            “Jauhi aku!!” bentak namja itu sembari mendorong yeoja berambut pirang itu sehingga ia tersungkur kejalanan yang basah itu

            “Aah..” ringis Yeoja itu sembari mengusap pelan lengannya yang sepertinya terluka karna terkena aspal jalanan itu, namja itu menatap terkejut darah yang mengalir deras dilengan kanan yeoja itu, segera saja ia mendatangi gadis itu dan memegang lengan gadis berambut pirang itu dengan kasar

            “Kya! Apa yang kau….” ucapan gadis itu terhenti saat namja asing itu menjilati tangan gadis itu, gadis itu terkejut melihat kelakuan namja asing ini

            “a..apa yang kau lakukan?” tanya gadis itu sembari menahan perih yang ia rasakan, namja itu menghentikan perlakuannya, ditatapnya mata coklat gadis berambut pirang itu “tanganmu akan infeksi jika aku membiarkannya, mianhamida atas kelakuanku noona….”ucap namja itu dengan sopan, sedangkan gadis berambut pirang itu hanya terdiam ia menatap mata berwarna merah, membuat gadis ini hanya terpaku melihat mata merah itu

            “Mata mu indah…..” ucap Gadis itu sembari menyentuh pipi tirus namja itu, namja itu tampak kaget ia langsung mundur kebelakang tapi ditahan oleh gadis itu, “Namaku Jessica, namamu siapa?”

            Namja itu menatap takjub yeoja yang ada didepannya, ia mengalihan pandangannya dari mata coklat gadis yang bernama ‘Jessica’ itu.

            “Kris..”

“Masuklah.. anggaplah rumahmu sendiri maaf kalau berantakan hehe… ” ucap Jessica sembari membuka pintu apartement yang tampak luas dan sedikit berantakan. Kris hanya menuruti gadis berambut pirang itu , ia berdiri didepan pintu.

            “Ah, tunggu sebentar Kris, badanmu basah,tunggulah disini!” perintah Jessica ia lalu berlari menuju kamar mandi, Kris hanya menatapnya dengan heran, tapi ia menuruti Jessica ia berdiri didepan pintu menunggu gadis itu kembali.

            Kris mengeluarkan tangan kirinya yang sedari tadi ia tutupi dengan saku jaketnya, Kris menatap datar tangannya itu, tampak tanggannya berbekas dengan warna merah pekat yang tak lain adalah darah, itu bukan darahnya.. itu darah.. dari mangsanya.

            “Apa kau menunggu lama??” suara dari Jessica membuat ia tersadar dari lamunannya, ia segera menyembunyikan tangannya yang penuh darah itu, Kris menatap takjub yeoja yang ada didepannya kini hanya memakai piyama yang hanya menutupi setengah badannya, kaki jenjangnya itu terlihat, membuat Kris langsung mengalihkan pandangannya.

            “Sebaiknya kau keringkan dulu pakaianmu disini Kris, dan bersihkan dirimu dikamar mandi aku akan membuatkan minuman hangat” perintah Jessica sembari memberikan handuk tebal berwarna putih itu dan meninggalkan Kris sendiri, Kris hanya menatap gadis itu dengan aneh “Gadis aneh” komentar Kris lalu ia berusaha mengeringkan rambutnya dan berjalan menuju kamar mandi.

 

KRIS POV

            Aku sudah memakai baju yang diberikan gadis itu, dan badanku juga sudah bersih dari warna merah pekat ini yang tak lain adalah darah, jangan heran karna aku adalah seorang serigala, gigiku mempunyai taring dan mataku yang merah apakah ini sudah membuktikan bahwa aku adalah seorang serigala, dan anehnya gadis itu sama sekali tak menyadarinya padahal dia sudah melihat mata merahku, apa dia gadis bodoh?

            “Ini kopi untukmu”

Aku menatap gadis yang tengah memberikan cangkir berwarna putih itu dihadapanku, aku memegangnya sedikit hangat..

            “Tenang saja itu hangat kok” ucap Gadis yang bernama Jessica itu sembari meresapi minumannya, aku layaknya orang bodoh saja dihadapan gadis ini, aku pun ikut meresapi aroma kopi dan meminunya perlahan.

            Diluar masih hujan dan suara hujan sangat terdengar di ruang yang lumayan luas ini, aku meminum kopi itu sembari menyebarkan pandanganku pada rumah gadis ini, aku mengenyit heran karna tembok tembok dirumahnya berwarna warni dan bahkan terdapat pelaratan seperti melukis, aku berjalan mendekati barang barang itu

            “Apa ini?” tanyaku saat memegang sebuah barang yang mirip dengan tongkat kecil berwarna coklat keemasan dan terdapat seperti bulu bulu halus

            “Ah, itu namanya Kuas apa kau tak tau?” tanyanya, aku menggeleng lemah

            “Memangnya apa gunanya?” tanyaku sembari melihat lihat barang kecil itu, kulihat Jessica terkekeh kecil, dan mulai mengambil benda yang sama sepertiku.

            “Gunanya ini untuk menyerap warna untuk melukis lihatlah…” ucap Jessica sembari memberikan sesuatu yang kental berwarna biru pada ujung benda bernama ‘Kuas’ itu, dan mulai menggoreskan benda kecil itu ditembok dan aku menatapnya takjub hanya dalam waktu beberapa menit terciptalah gambar yang menajubkan. Sebuah bunga yang berwarna biru yang sedang menunjukan betapa indahnya kelopaknya.

 

            “Mawar biru?” tanyaku saat Jessica selesai dan meletakkan benda kecil itu kembali pada tempatnya.

            “Iya, aku senang melukis sesuatu yang diluar batas pikiran seseorang” ucapnya sembari terkekeh

            “Kenapa kau melukisnya ditembok? Apakah tak ada tempat lain?” Lagi. Aku bertanya lagi tentang ini, entahlah ini seperti menarik perhatianku

            “Hehe, kalau terlanjur memiliki inspirasi akan sulit mencari kanvas, karna itu aku melukisnya disini…” Jelasnya sembari melihat kearahku, aku hanya menangguk kecil

            Aku masih saja memandangi lukisannya ditembok ini, pantas saja temboknya peuh warna, ternyata ini penyebabnya.

            “Kris?”

            Aku tersadar dari lamunanku, saat jessica memanggilku, aku menunduk hingga akhirnya aku tersenyum sembari menatapnya

            “Maukah kau mengajariku melukis??”

 

AUTHOR POV

 

            Semenjak itu, Jessica lebih sering menghabiskan waktunya dirumah bersama Kris, ia hanya keluar saat ia membeli barang barang keperluannya saja, dan Kris tampak menikmati harinya seharian didepan sebuah kanvas yang telah disediakan oleh Jessica, tapi tak jarang juga ia keluar pada saat Jessica tertidur hanya untuk mencari mangsa.

            “Jess, lihatlah! Inilah salah satu dari master piece ku!” ucap Kris sembari membuka ruangan Jessica, hingga akhirnya ia terdiam melihat ruangan itu kosong, Ia mendengus pelan saat tak menemukan Jessica berarti Jessica sedang tak ada diruangannya.

                        Kris berjalan jalan diruangan Jessica, banyak sekali cat dan kanvas yang tertata dengan rapi, nampaknya ini akan segera dipasarkan oleh Jessica mengingat ia adalah pelukis terkenal dari kota ini, Mata Elang Kris menangkapsesuatu yang menarik perhatiannya, di belakang meja kerja Jessica, terdapat tangga yang nampaknya menyangga pada tembok dan tembok itu tertutupi oleh kain, dengan iseng ia mendekati kain itu dan membukanya

            Mata Kris terkejut saat menemukan terdapat lukisan seorang pria yang menurutnya sangat mirip dengannya

            “Itu karya ku, gambar yang ada ditembok itu aku yang buat…” ucap Jessica tiba tiba yang kini sudah ada dibelakangnya, Kris langsung menatapnya “Ini kau yang membuatnya?” tanyanya , Jessica mengangguk,, entah kenapa mata Kris tetap saja memandangi gambar seorang pria yang sangat mirip dengannya ditembok Jessica

            “Apa itu aku?” tanya Kris, membuat Jessica tiba tiba menatapnya dengan aneh

            “Apa benar itu aku?” tanyanya sekali lagi dengan nada menggoda,  wajah Jessica semakin memerah sangat lucu, membuat Kri ssemakin ingin meggodanya

            “Ke..kenapa kau percaya diri sekali Kris” ucap Jessica dengan wajah merah, Kris hanya tersenyum dia tak menyangka ada penggemar rahasia.

            “Baiklah aku mengaku, Ini memang lukisanmu Kris, aku sudah lama memperhatikanmu hanya saja aku selalu miss pada bagian matamu…” ucap Jessica yang kini sudah ada disamping Kris ia mengelus lukisan itu.

             Kris masih terdiam menatap lukisan yang ada didepanku, ia menghela nafanya “Apa kau tak ingin menggunakan kesempatan ini?” tanya Kris, Jessica langsung menatap Kris dengan heran

            “Apa maksutmu?”tanya Jessica dengan muka polosnya itu, Kris menatapnya membuat tiba tiba mata foxy milik Jessica itu juga menatap Mata merah Kris

            “Karna aku sedang ada disini, selesaikan lukisanmu”  ucap Kris sembari tersenyum, membuat bibir yeoja itu berubah menjadi senyuman, “entah kenapa menatap mata foxynya itu membuatku ingin membahagiakannya.”batin Kris saat melihat senyuman yang menghiasi wajah Jessica

            Jadi disinilah Kris, sedang berpose yang sesuai diintruksikan oleh Jessica, sesekali Jessica menatapku dan mulai mengambar mataku, gerakannya sangat lincah tapi anggun membuat Kris terpaku melihatnya, “Jessica terlihat sangat cantik saat mata foxynya itu menatapku dengan intens” batin Krissembari menatap kagum yeoja yang kini sedang mengambarnya, keringat yang muncul dari dahinya dan jatuh pada lehernya,  jantung Kris terus bertebar saat Jessica menatapnya, kenapa?

            Setelah selesai mengambar Jessica terdiam didepan lukisannya, hingga Kris pun menghampirinya

            “Apa ada masalah?” tanya Kris, Jessica mengangguk “Aku tak bisa menemukan warna yang sama dengan mata merahmu itu, warna merah rubi..” ucapnya sembari menatap Kris, ia menatap warna merah yang kini ada dipalet Jessica kurang berwarna merah,Kris bisa apa? Kris tak mengerti tentang dunia perlukisan yang mendalam seperti ini.

 Tiba tiba tercium bau darah, dan mata Kris terkejut mendapati Jessica yang tengah mengoreskan pisau pada kulitnya yang putih dan darah mengalir dengan deras, sontak Kris langsung menghentikannya

            “Bodoh! Apa yang kau lakukan!” bentak Kris, membuat Jessica menatapnya dengan lirih, “kumohon jangan memberikan tatapan itu Jessica Jung” batin Kris

            “Kumohon biarkan aku lakukan ini Kris,aku benar benar ingin menyelesaikan lukisan ini!” Elak Jessica sembari melepaskan tangan Kris, darah masih saja mengalir dari tangannya, ia meletakkan darahnya yang mengalir itu disebuah kaleng yang lumayan besar

            “Kenapa kau melakukan ini…” tanya Krisdengan lirih, Jessica tersenyum “Mudah, karna aku mencintaimu Kris…” ucap Jessica sembari menatap mata Elang Kris, Kris terkejut mendengar pernyataan Jessica, ia mengalihkan pandanganya “Kau akan menyesal jika mencintaiku jess….” batinnya, setelah terkumpul cukup banyak warna merah yang tercampurkan dengan darah Jessica, Jessica kembali melanjutkan lukisannya, sedangkan Kris memilih meninggalkan Jessica sendirian diruangannya

           

            “KYAA! ADA SERIGALA TOLONG!!” teriakan pilu dari seorang namja itu memecah keheningan yang tercipta pada bulan purnama ini,Seekor seriga nampak menindihnya dan mulai memakan badan namja itu, setelah puas serigala itu kembali dan melolong.

            “Yifan….”

            “Apa kau tak tau? Jika kau membunuh seorang gadis yang mencintaimu maka kau akan mendapatkan kekuatan lebih??”

            “Kekuatan yang membuatmu menjadi penguasa dari seluruh kaummu”

 

            Kris terbangun dari tidurnya, tiba tiba kuku yang ada pada tangannya mulai memanjang, Kris bangkit dari tidurnya ia membuka gorden jendela, dan tampaklah bulan purnama dengan sempurna, Kris terus saja menatap bulan purnama itu hingga ia tak sadar bahwa tubuhnya perlahan lahan menjadi seekor serigala, ia melolong dengan cukup keras, air liur yang keluar dari mulutnya.

            “Kris??”

            Kris langsung menoleh kearah sumber suara, didapatinya Jessica kini menatapnya dengan takjub dan wajahnya yang sangat ketakutan, “Kau.. kris??” tanya Jessica, tapi Kris hanya menatap yeoja itu

            “Kenapa kau melakukan ini kepadaku?”

            “Mudah karna aku mencintaimu…”

“apa kau tau? Jika kau membunuh gadis yang mencintaimu maka kau akan mendapatkan kekuatan yang bisa membuatmu jadi penguasa pada kaummu”

            Sepintas memori dan ucapan dari seseorang pada mimpinya membuat Kris terus menatap Jessica dengan nafsu, Kris dalam wujud Serigala itu mulai berlari mendekati Jessica, Jessica yang menyadari itu langsung berlari

            “kya! Kumohon hentikan kris!!!!” teriak Jessica sembari melemparkan sesuatu barang pada Kris, tapi percuma wujud Kris saat ini adalah serigala, bukan manusia, Jessica terus saja berlari hingga ia terpojokan pada ruangannya, Serigala itu mulai masuk dalam ruangan Jessica.

            Jessica menangis ketakutan, ia memejamkan matanya berusaha untuk tenang hingga akhirnya, ia merasa serigala itu tengah menindihnya, Jessica membuka matanya dengan takut

            “Jika memang memakanku kau akan menjadi lebih baik, aku sangat iklas Kris….” Ucap Jessica sembari memejamkan matanya, sedetik kemudian Serigala itu memakan Jessica.

            Jessica tampak masih hidup dengan sekuat tenaga tangannya dengan perlahan menjatuhkan kain besar yang menutupi tembok, dan kain itu menutupi tubuh Jessica yang kini penuh dengan darah, Mata Elang Kris menangkap sebuah lukisan dirinya yang sedang tersenyum dengan mata merahnya itu, membuat badan serigala Kris perlahan lahan menjadi tubuh manusia dan menatap nanar kain putih yang kini berwarna merah pekat darah, Kris menatap kain itu dengan tak percaya, tapi tangannya yang kini berlumuran dengan darah sangat meyakinkan bahwa dialah yang membunuh Jessica

            “AAAKKRRHHH” Erang Kris ia terlihat sangat kesakitan, Berlahan tubuh Kris mengeluarkan cahaya, cahaya berwarna merah itu masih melekat pada tubuhnya, hingga ia merasa punggung tangan kanannya terasa seperti dikuliti, punggung tangannya perlahan membentuk sebuah lambang, sebuah lambang burung ‘Phoenix’

            “AAAAKKKRRHH” Kris kembali mengerang, ia memegangi punggungnya merasa sesuatu tengah mendesak untuk keluar.

            BREETT

Dengan satu tarikan sepasang sayap berapi muncul pada punggung Kris, Kris menangis ia menangis “Kau BODOH jessica jung!!!!!” ucap Kris begitu keras tiba tiba membuat seluruh ruangan penuh dengan api hingga tak memakan waktu yang lama ruangan itu terbakar..

 

            CKLEK…

            Bunyi deritan pintu terdengar sangat nyaring membuat suara deritan pintu itu mengema diruangan sempit ini, nampak seorang pria tampan berambut pirang membuka pintu

            Pada saat memasuki ruangan itu, ia sedikit menurunkan kepalanya, pintu ruangan ini terlalu kecil bagi tubuhnya yang tinggi itu. Ia menoleh kekanan dan menekan saklar ruangan ini, lampu berwarna putih yang ada dilangit langit ruangan ini menyala, cahaya lampu itu cukup untuk memperlihatkan semua benda yang ada diruangan ini . Ia tersenyum kecil saat mendapati ruangan sempit berwarna putih itu nampak tak berubah sama sekali padahal ia sudah meninggalkan tempat ini selama beberapa bulan yang lalu.

            “Kris Hyung…”

            Namja tinggi dan pirang itu menoleh kebelakang, ya namja tinggi yang berambut pirang itu bernama Kris, Kris mendapati namja berambut pirang sepertinya sedang berdiri dibelakangnya.

            “Jangan lupa malam ini adalah malam natal…” ucap pria berambut pirang yang bernama Tao, Kris menatap Tao ia tersenyum “Aku tau, sebaiknya kau juga bersiap aku kemari untuk pembersiapkan sesuatu…” ucap Kris, melihat Hyungnya yang tampak berwajah sedih ia menempuk pundak Hyungnya itu “Bersabarlah bukan hanya kau hyung yang merasakan ini” Ucap Tao lalu berlalu meninggalkan Kris sendirian

            Kris tersenyum “Tentu saja aku tau, bahwa kita semua merasakan ini” ucapnya lalu kembali masuk kedalam ruangan putih itu.

            Pandangan Kris menyebar, ruangan sempit ini penuh dengan lukisan lukisan, cat poster, kuas dan alat mengambar lainnya,ia berjalan menuju tumpukan tumpukan kanvas yang tergeletak begitu saja dilantai

            Kris mendengus pelan “Tak ada salahnya aku merapikan semua ini…” ucapnya, ia mulai mengangkat beberapa lukisannya yang berserakan itu dan menatanya dengan rapi, Banyak yang Kris gambar, mulai dari gambar pemandangan, teman temannya keluarga dan gadis yang sangat ia cintai.

            Saat selesai meletakan semuanya dengan rapi, ia menyeka keringat yang keluar dari dahinya, cukup melelahkan memindahkan sekitar puluhan lukisan dan meletakannya dengan rapi, Mata Elangnya tertuju pada suatu kanvas yang berada di pojok ruangan, ia berjalan mendekati kanvas itu

            Kris menatap sebuah kanvas yang ada dihadapannya kali ini, kanvas itu tertutupi oleh sebuah kain berwarna coklat, nampak debu debu sudah sangat melekat pada kain itu, Kris hanya menatap lukisan itu dengan sendu, dengan perlahan ia membuka kain itu. Matanya memanas,tampak sebuah cairan bening ingin melesat keluar dari mata elangnya itu.   

Kris masih menatap sendu lukisannya itu, diambilnya lukisan itu dan diletakan pada palet lukis , ia menarik bangku kecil yang ada didekatnya dan segera duduk dibangku itu, punggungnya yang membawa tas ransel yag lumayan besar itu akhirnya ia letakan disampingnya, dibukanya tas ransel berwarna coklat itu, ia mengeluarkan segala pelaratan melukisnya seperti kuas, berbagai cat lukis. Ia memulai meletakan warna warna itu pada palet yang kini ia pegang. Ia mulai memejamkan matanya dan membuka matanya

Kris tersenyum manis saat mendapati seorang yeoja yang kini sedang duduk dibelakang kanvasnya seolah berpose sebagai model dalam lukisan itu “Kau datang…” lirih Kris, membuat yeoja itu tersenyum

“Karna aku sedang ada disini, selesaikanlah lukisanmu” Ucap Yeoja itu dengan lembut dan tersenyum manis

                        Air matanya yang tadi ia tahan perlahan jatuh, ia mengedipkan matanya menghapus air matanya itu, ia terkekeh dan kembali melihat kearah kanvas

            “Dasar bodoh, tentu saja aku akan melakukan itu Jessica Jung” Komentarnya, mendengar itu gadis yang tak lain adalah Jessica yang kini sedang ada dibelakang kanvasnya tersenyum manis

Disinilah Kris sekarang sedang terduduk didepan disebuah kanvas, tangan kirinya sudah ada palet dengan berbagai warna, dan tangan kangannya sudah memegang sebuah kuas, Jessica duduk disamping Kris, saat ini Kris sudah mulai melukiskan beberapa goresan sesekali ia melihat kearah Jessica lalu kembali sibuk dengan kanvasnya

Tangan Kris kembali bekerja, diambilnya palet yang sempat terjatuh, dulu Kris sangat tak mahir dalam melukis tapi lihatlah sekarang tangan itu kembali mengoreskan warna warna dengan lincah.

Setelah beberapa menit kemudian,Kris nampak kembali terdiam, ia memejamkan matanya “Aku tau kau hanyalah khayalanku Jessica, tapi sebentar lagi kita akan bertemukan?” tanya Kris dengan mata berkaca kaca sembari berdiri melihat Jessica yang kini menatapnya sendu.

Tapi Jessica tetap tersenyum “Tentu saja, lukisanmu sudah selesaikan? Aku akan melihatnya nanti…….” seiring dengan ucapan Jessica, Tubuh Jessica menghilang begitu saja

Kris seolah tersadar dari lamunannya  ia langsung berlari menuju kanvas yang ia gunakan untuk melukis Jessica

Senyuman tampak menghiasi wajah tampan Kris, ia mengelus lukisannya itu

“Ternyata bukan mimpi….” ungkap Kris saat melihat gambaran yang ia buat ditemani oleh Jessica, gambar yang ia lupakan selama berbulan bulan lamanya akhirnya gambar ini terselesaikan, tangan Kris kembali sibuk diambilnya kertas bewarna coklat yang tak jauh dari tempat ia duduk, ia membungkus lukisannya dengan kertas coklat tadi

“Kris hyung kau sudah siap?” tanya Tao yang kini sudah ada diambang pintu, Kris tersenyum kecil “Aku siap Tao” ucapnya sembari membawa lukisan itu dan berjalan kearah Tao.

Tao tersenyum kecil “Untuk Jessica noona?” tanyannya, Kris menangguk “Lebih baik kita lakukan dengan cepat sebelum semua orang mengetahui ritual yang akan kita lakukan” ucap Kris, Tao menangguk “Tenang saja Hyung, tempat ini hanya kita yang tahu…” ucap Tao lalu mereka berdua berjalan menuju tempat yang dimaksut

Disinilah mereka, bukan hanya Tao dan Kris banyak orang disini yang tak lain adalah teman mereka, teman serigala mereka. Kai yang tampak terdiam sembari mengelus Anjing kecilnya, Chanyeol terlihat memegang sebuah kotak yang berisi cincin, Suho, Luhan dan Xiumin tampak membawa bingkisan, begitupula Tao dan D.O. Lay yang tampak memainkan Kaset yang sudah terbungkus rapi, Baekhyun hanya terdiam dipiano yang  ada disini dan Chen ada disampingnya sembari membawa bingkisan, sedangkan Sehun ia baru saja datang dengan sepeda dan membawa buket bunga , Semuanya membawa Hadiah Natal mereka masing masing

Keadaan mereka sama seperti Kris yang tengah kehilangan orang yang paling mereka sayangi, Kris terdiam ia memilih duduk dibangku taman menunggu ritualnya dimulai.

“Semuanya tolong dengarkan aku…” ucap SuHo dengan lantang membuat semua orang menatapnya, Suho menelan ludahnya ia menghela nafas dan melihat kearah bulan yang sedang purnama “Kalian sudah tau apa yang akan terjadi setelah ini, biar kujelaskan kembali setelah ini kita akan melakukan ritual terlarang karna kita memanggil arwah yang sudah meninggal, kalian semua sudah tahu kan apa resikonya?” Tanya Suho membuat semua orang menanggukkan kepalanya , tentu saja mereka semua serigala dan tau resikonya apa yang akan terjadi nantinya

“Apapun itu kita harus siap karna ini takdir kita!” Ucap Suho dengan mata berkaca kaca “Aku sangat senang bertemu kalian kembali disini, aku sangat senang mengenal kalian, aku sangat senang mengetahui kalian semua memiliki orang yang kalian cintai hingga kalian rela mengorbankan nyawa kalian!” Tambah SuHo dengan menangis, membuat semuanya yang ada disana nampak sedih, Hingga akhirnya Xiumin berjalan dan mejamkan matanya mengeluarkan kekuatannya.

Tak lama kemudian salju mulai berjatuhan, hingga terciptalah ‘White Chirstmas’

“Ini hadiah dariku, semoga kita benar benar diberkati” Ucap Xiumin sembari tersenyum, SuHo yang ada disebelahnya pun tersenyum hingga akhirnya mereka semua mengangkat tangannya keatas mengarahkannya kepada bulan

“Ritual “Black Moon” dimulai…” ucap SuHo sembari memejamkan mata, cahaya mulai keluar dari tubuh mereka, cahaya itu melesat menuju langit, mereka semua membuka matanya dan menatap bulan hingga tak lama kemudian bulan itu perlahan lahan menghilang.

“Tao! Sekarang!” perintah SuHo, Tao menangguk, diangkatnya tangannya, cincin yang ia kenakan tampak bersinar, jam yang ada ditaman itu tampak berjalan berlawanan arah yang berarti Tao mengembalikan waktu, waktu dimana gadis yang mereka sayangi masih hidup

 Kris membuka matanya, ia terkejut saat mendapati seorang gadis tengah dihadapannya dengan tersenyum manis. Mata Kris berkaca kaca ia mendekati Gadis itu dan memeluknya erat “Jessica!!” ucapnya sembari menangis, Jessica gadis itu hanya tersenyum sembari mengelus rambut blonde Kris.

“Aku sudah bilangkan? Kita pasti akan bertemu kembali…..” ucap Jessica

 

“Kami kembali bertemu ditempat ini, tak ada yang dipungkiri kami semua mengerti bahwa hari ini pasti akan datang”

“Ya, inilah kesalahan kami, kami jatuh cinta terhadap seorang manusia yang seharusnya kami mangsa”

“Jika kami mencintai seorang manusia…..

 

 

 

“Maka sebelum menginjak bulan Desember, kami pasti akan kehilangan gadis yang kami cintai”

“Dan pada malam natal, jika kami melakukan ritual ‘Black Moon’ yang membuat bulan purnama yang seharusnya menjadi kekuatan kami, berlahan menjadi hitam, maka kami akan segera menyusul gadis yang kami cintai”

 

Jessica menatap takjub kanvas yang kini dipegangnya, sesekali ia tertawa “Kau melakukannya dengan baik, sangat indah…” puji Jessica pada lukisan Kris, Kris hanya tersenyum. Jessica menatap Kris “Apa kau yakin? Kau mau mengakhiri hidupmu hanya demi aku?” tanya Jessica, Kris kembali tersenyum diciumnya kening Jessica “Tentu saja Jessica, karna kekuatanku ini tak akan berarti jika tanpa dirimu…” ucap Kris, Mereka kembali berpelukan, tubuh mereka perlahan perlahan menghilang “Kris?” panggil Jessica, Kris sontak menatap gadis yang kini tengah ada dipelukannya “Ada apa Jess?” tanyanya, Jessica menggeleng pelan “Ani.. hanya saja aku ingin bilang bahwa aku mencintaimu…” ucap Jessica sembari tersenyum, Kris yang mendengar itupun meneteskan air matanya lalu kembali memeluk Jessica dengan erat “Aku juga mencintaimu Jess…”.

 

“Kami memang tak diciptakan untuk bersama didunia ini, tapi kami diciptakan untuk bersama selamanya dikehidupan selanjutnya nanti…”

 

 

“inilah takdir kami sebagai manusia Serigala…..”

 

 

 

END

 

06 November 2013 by RoyalMeltingIce97

Tagged ,

MIRACLES IN DECEMBER (Krissica Ver)

Title : Miracle in Desember

Author : RoyalMeltingIce97

Main cast : Kris Wu, Jessica Jung

Support cast : Ace Wu

Genre : Sad Romance, Fantasy, Family

Rating : PG – 16

Maaf~ atas keterlambatan post~ ini terjadi karna sesuatu terjadi /? Well karna ini malam natal jadi aku post sekalian 😀 semoga suka ya, ini ff berfantasy ==” garagara liat muka galaunya kris di miracle of december lol. tanpa banyak basa basi happy reading!

 

Gambar

 

CKLEK…

Bunyi deritan pintu terdengar sangat nyaring membuat suara deritan pintu itu mengema diruangan sempit ini, nampak seorang pria tampan berambut pirang membuka pintu

Pada saat memasuki ruangan itu, ia sedikit menurunkan kepalanya, pintu ruangan ini terlalu kecil bagi tubuhnya yang tinggi itu. Ia menoleh kekanan dan menekan saklar ruangan ini, lampu berwarna putih yang ada dilangit langit ruangan ini menyala, cahaya lampu itu cukup untuk memperlihatkan semua benda yang ada diruangan ini . Ia tersenyum kecil saat mendapati ruangan sempit berwarna putih itu nampak tak berubah sama sekali padahal ia sudah meninggalkan tempat ini selama beberapa tahun sekitar 6 tahun yang lalu.

 

“Daddy~ Krisseu Dad~” terdengar rengekan seorang gadis kecil yang tiba tiba muncul dibelakangnya, dan kini tengah menarik narik celananya , sontak pria tampan itu langsung terduduk didepan gadis mungil yang sepertinya berumur 6 tahun itu.

KRIS , ya itulah nama pria tampan ini.

“Ada apa Ace??” tanya Kris sembari tersenyum kepada anak semata wayangnya ini, Ace tersenyum kecil “Aku ingin bertemu…. dengan Mom…Bukankah…. Daddy…… sudah berjanji denganku??” tanya Ace dengan perlahan tampak ia masih terlihat terbata bata, Wajar saja Ace baru berumur 6 tahun ia baru saja mempelajari beberapa kosakata yang biasa digunakan sehari hari.

Kris tersenyum diusapnya rambut panjang anaknya itu “Arraseo,tapi Ace sekarang main dengan Nenek dulu ya??” bujuk Kris, Ace nampak menimang nimang keputusan ayahnya tapi tak lama kemudian senyuman sudah menghiasi wajah Ace

“Arraseo, tapi Daddy jangan lama lama yaa?” pesan Ace sembari menyentuh pipi Kris, Kris tersenyum “Iya sayang…” jawabnya dengan mencium kening Ace

Ace tersenyum manis, kembali meninggalkan Ayahnya sendirian diruangan sempit ini. Kris menatap kepergian Ace sampai ia terdengar suara tawa Ace bersama ibunya, mendengar itu akhirnya ia kembali berdiri.

 

Pandangan Kris menyebar, ruangan sempit ini penuh dengan lukisan lukisan, cat poster, kuas dan alat mengambar lainnya, ia menyentuh tembok yang berdebu, dibersihkan debu itu dan ia tersenyum kecil saat menemukan sebuah gambar hati yang terdapat inisialnya dan

 

 

istrinya….

 

 

Ia mengelus perlahan lambang hati itu

 

Chaa~ lihat! Aku sudah mengambarkan bahwa hati kita telah menjadi satu!” ucap Yeoja berambut pirang sembari menutup spidol hitam yang ia gunakan untuk mengambar hati itu, Kris hanya menggelengkan kepalanya

Ya, tapi kenapa kau harus menggambarnya ditembok? Padahal disini sangat banyak kanvas”komentar Kris sembari menyilangkan tangannya didepan dadanya, terlihat gadis itu nampak mencari alasan karna ia mengambar hati barusan, spidol hitamnya ia letakan dibibir mungilnya

Supaya pada saat kau melukis, dan melihat gambar hati ini kau tau bahwa aku sangat mencintaimu dan kau juga mencintaiku!” Jawab Gadis itu dengan tersenyum puas

 

Kris tersenyum saat terlintas sebuah memori yang menyebabkan tembok ini terdapat lambang hati dan sebuah inisial, Pandangannya kembali menyebar dalam ruangan ini, ia berjalan menuju tumpukan tumpukan kanvas yang tergeletak begitu saja dilantai

Kris mendengus pelan “Tak ada salahnya aku merapikan semua ini…” ucapnya, ia mulai mengangkat beberapa lukisannya yang berserakan itu dan menatanya dengan rapi, Banyak yang Kris gambar, mulai dari gambar pemandangan, teman temannya keluarga dan gadis yang sangat ia cintai.

 

Lagi lagi kau sedang mengambarku, ini moment apa huh?”Tanya gadis pirang itu sembari memeluk Kris yang sedang berada didepan kanvasnya, Kris mencium pipi gadis itu disatukannya keningnya dan kening gadisnya itu

ini moment saat kau tersenyum saat kencan pertama kita…” jawab Kris lalu ia kembali bermain dengan kanvasnya, Gadis itu tersenyum

Rupanya kau masih mengingatnya, apa ini tak berlebihan? Aku terlihat sanggat cantik dlukisan ini kkk~” goda gadis itu, Kris tertawa kecil

Kau itu, dimataku selalu terlihat cantik….”

Saat selesai meletakan semuanya dengan rapi, ia menyeka keringat yang keluar dari dahinya, cukup melelahkan memindahkan sekitar puluhan lukisan dan meletakannya dengan rapi, Mata Elangnya tertuju pada suatu kanvas yang berada di pojok ruangan, ia berjalan mendekati kanvas itu

Kris menatap sebuah kanvas putih yang ada dihadapannya kali ini, kanvas putih itu tertutupi oleh sebuah kain berwarna coklat, nampak debu debu sudah sangat melekat pada kain itu, Kris hanya menatap lukisan itu dengan sendu, dengan perlahan ia membuka kain itu. Matanya memanas,tampak sebuah cairan bening ingin melesat keluar dari mata elangnya itu.

 

Tes… Tes…

 

 

Air matanya yang tadi ia tahan perlahan jatuh, ia mengedipkan matanya menghapus air matanya itu, dan kembali meletakan kain lusuh itu , tampak ia terlihat sangat membenci apa yang tergambarkan disana.

Ia menjauh dari kanvas itu dan ia berjalan menuju jendela yang lumayan besar yang terletak disamping ruangan, Kris menghembuskan nafasnya dilihatnya salju yang nampak mulai turun secara berlahan, ia membuka jendela yang ada didepannya saat ini, membuat udara dingin masuk dengan bebasnya, seketika ruangan sempit ini yang tadinya sembab menjadi dingin, Kris terdiam menatap salju yang berjatuhan

Hawa dingin ini mengingatkanku padamu…” Batin Kris, ia menutup matanya, ingatannya kembali memutar memori yang sudah tersimpan didalam hatinya, ah salah dilubuk hatinya yang paling dalam

 

“Kressy, lihatlahh salju sangat indah! Kenapa kau malah menutup matamu dan menangis??dasar cengeng!”

 

Kris sontak membuka matanya, Suara barusan bukanlah dari kenangannya, suara itu terdengar sangat nyata, ia segera menoleh kebelakang, samping dan pandangannya menjadi kaku saat mendapati seorang gadis berambut pirang yang sedang memakai baju putih, rambut panjangnya tergerai degan indahnya, gaun putih selutut nampak menyatu dengan kulit putihnya sedang berada dihadapannya.

Kau…” lirih Kris menatap tak percaya pemandangan yang kini ada dihadapannya, ini semua tak mungkin.. sangat tidak mungkin.

Gadis itu tersenyum kecil, kakinya yang tak menapak ditanah melainkan ia terlihat memiliki sayap putih dengan perlahan ia terbang,didekatinya namja yang ada didepannya itu, dipegangnya kedua pipi Kris

Ya.. ini aku istrimu..Jessica… Jung Soo Yeon…” ucap Jessica sembari mengelus pipi Kris, air mata yang kini ditahannya menetes begitu saja, Kris memeluk tubuh gadisnya itu menangis sekuat kuatnya pada bahu yeoja itu, Jessica nampak terkejut akan sikap Kris, ia tersenyum kecil dielusnya rambut pirang namja itu

 

“Ya… aku juga merindukanmu…” ucap Jessica begitu lirih

 

Bagaimana kabar anak kita??” tanya Jessica yang kini sedang ada dipelukan Kris, Kris tersenyum diciumnya puncak kepala Jessica , “Dia baik dan dia bertumbuh cantik sepertimu…” jawab Kris, Jessica tersenyum mendengar jawaban Kris “syukurlah…”

Bolehkah aku bertanya siapa nama anak kita??” tanya Jessica dengan mata berbinar binar, Kris tersenyum puas “ACE WU!” Jawab Kris begitu riangnya, membuat Jessica melongo lalu memukul pundak Kris “Ya! Kenapa kau menamainya persis dengan nama boneka alpacamu itu!” tanya Jessica sembari memukul pundak Kris, Kris berusaha menghindar tapi sepertinya percuma “Yaa~ habis saat itu aku sudah sangat buntu, lagi pula anak kita mau kok menerimanya!” jawab Kris tak kalah sengit, “Kenapa kau tak menamainya Michele, Kitty atau yang imut imut??” Balas Jessica. “Yaa! Ace juga nama yang imut!” Jessica mendelik kesal “Kris Wu!!!!”

 

Apa kalian berfikir kalau Kris itu gila?? Karna saat ini dia sedang mempercayai istrinya yang telah meniggal pasca melahirkan anak perempuannya kini sedang ada dipelukannya??

Jika kalian sekarang ada diposisi Kris, mana yang harus kalian percayai?? Logika atau Perasaan??

 

Jessica merengangkan pelukannya, ia menatap Kris dengan sendu

 

Aku kemari karna… harus ada yang aku selesaikan…” lirih Jessica, membuat Kris mengenyit heran, kenapa tiba tiba istrinya berkata seperti itu “Apa maksudmu??” tanya Kris

Jessica tersenyum, telunjuk tangannya menujuk pada kanvas putih yang tadi Kris sentuh, Sontak Kris kaget ia mengerti maksut Jessica “Kau ingin aku melakukan apa dengan kanvas itu?” tanya Kris dengan sinis.

Jessica menelan ludahnya, ia tau Kris pasti bereaksi seperti ini, ia berjalan menuju kanvas itu dan tangannya dengan perlahan membuka kain lusuh yang menutupi kanvas tadi

ANDWAE!!!!” Teriak Kris begitu keras,tangannya kini sudah memegang erat tangan Jessica yang sedang memegang kain lusuh itu, nafas Kris memburu pandangannya masih tak mau menatap kanvas yang ada didepannya

 

Kanvas itu tampak terlukiskan seorang gadis yang sedang mengendong seorang bayi mungil, tapi itu masih berbentuk sketsa tanpa warna tapi goresan goresan yang ada pada lukisan itu sangat lembut dan indah, seolah mengambarkan bahwa suasana disana benar benar hangat, tapi jika kalian teliti… gambar itu nampak janggal, karna wajah wanita yang sedang mengendong bayi mungil itu tampak buram bahkan wajahnya pun tak terlihat yang terlihat hanyalah badan wanita yang mengendong seorang bayi

 

Melukislah… selesaikan lukisanmu yang tertunda……” ucap Jessica dengan lirih, matanya yang begitu sendu kini menatap mata elang Kris yang sedang menatapnya tajam

 

Aku…..”

 

Kumohon ….” pinta Jessica, Kris kaget saat mendapatinya Jessica kini tengah menangis “Kumohon selesaikan lukisan ini, aku ingin kau melukisku dengan Ace anak kita, aku ingin merasakan bagaimana bahagianya aku telah melahirkan seorang anak dari seorang Kris Wu… Seorang pelukis terindah yang pernah aku temui…” pinta Jessica begitu lirih, air matanya terus menetes dengan derasnya

 

Kris terdiam, tangannya gemetar. Isakan Jessica semakin terdengar pilu suara tangisannya menggema diruangan sempit itu, selang beberapa menit kemudian,Jemari Kris mulai menghapus air mata gadis yang sangat ia cintai itu, diciumnya puncak kepala gadisnya itu

 

Arraseo.. aku akan menyelesaikan gambarku.. tapi bisakah kau menemaniku hingga gambarku selesai??” pinta Kris sembari memegang erat tangan Jessica, Jessica yang tadinya menunduk kini menatap tak percaya Kris, ia pun tersenyum manis

 

Aku akan menemanimu selalu….”

 

Disinilah Kris sekarang sedang terduduk didepan disebuah kanvas, tangan kirinya sudah ada palet dengan berbagai warna, dan tangan kangannya sudah memegang sebuah kuas, Jessica duduk disamping Kris, saat ini Kris sudah mulai melukiskan beberapa goresan sesekali ia melihat kearah Jessica lalu kembali sibuk dengan kanvasnya

 

Dokter bagaimana keadaan anakku???” ucap Kris saat melihat dokter kelar dari ruang operasi, wajah Kris nampak gusar, “Bayi mu selamat tuan Wu, Jessica telah melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik…” ucap Dokter Han sembari menepuk pundak Kris, Kris terse nyum lega

Syukurlah, bagaimana dengan Jessica??” tanya Kris, Seketika dokter Han menampakan wajahh lirihnya membuat Kris terdiam “Jessica… bagaimana dengan keadaannya??” tanyanya lagi, Dokter Han hanya terdiam membuat Kris tersulut emosi dan ia langsung memegang kerah kemeja dokter itu. “Jessica baik baik saja kan! Jawab aku!” Bentak Kris, Dokter Han pun menatap Kris dengan mata berkaca kaca.

Kau…”

Dokter Han! Detak Jantung Jessica melemah kembali!!” ucap seorang suster yang tiba tiba keluar dari ruangan operasi, membuat Kris terpaku dilepasnya kerah kemeja dokter Han

Segera siapkan darah untuk nona Jung!”perintah Dokter Han, suster itu menangguk dan segera berlari entah kemana

Dia ada didalam, segeralah temui dia Kris…. dia membutuhkanmu” Mendengar perkataan dokter Han ia langsung berlari menuju ruang operasi

Jess!!” Teriak Kris begitu keras saat memasuki ruang operasi, seketika badannya membeku, melihat gadis yang sangat ia cintai tergeletak lemas diranjang berwarna putih itu, mata indahnya itu tertutup,hidung dan mulutnya tertutup oleh alat bantu pernafasan.

Suara nyaring dari mesin itu dan suara suara dokter dan suster yang memenuhi ruangan sempit ini, Kris hanya terdiam menatap pandangan ini, ia berlahan berjalan menuju ranjang Jessica, Suster yang melihat itu langsung menahan Kris

Maaf tuan, Anda sebaiknya menunggu diluar” ucap Suster itu, “MANA MUNGKIN AKU BISA MENUNGGU, ISTRIKU SEDANG SEKARAT!” Teriak Kris lalu berusaha menerobos suster itu, suster itu masih saja menghadang Kris, dan Kris terus meneriakan nama Jessica

Jessica! Kumohon bangunlah! Jessica!!!!!”

Teriakan Kris membuat suasana semakin kacau, karna mesin pendetak jantung itu terdengar semakin keras seolah berusaha menyaingi suara Kris.

K…kri..ss…”

Semua orang yang ada diruangan langsung hening saat mendengar lirihan Jessica yang memanggil nama Kris, Jessica terbangun dari pingsannya. Suster itu pun menyerah dan akhirnya melepaskan Kris, dengan gontai ia menuju disamping ranjang istrinya

Mata elangnya tampak begitu sendu, dipegangnya tangan Jessica yang sangat lemas itu

Aku disini Jess…”ucapnya begitu lirih, Jessica menatap Kris

Ba…bagai..mana… keada…an…. anak….kita?” tanya Jessica lemah, Kris terkejut dengan sikap istrinya, baru pertama kali ia melihat istrinya begitu lemah, suaranya yang biasanya meramaikan rumahnya kini berubah menjadi suara bisikan

Kau bodoh! Kau saat ini sedang sekarat! Bagaimana kau bisa memikirkan yang lain selain dirimu???” tanya Kris dengan menangis, ya namja tampan itu saat ini menangis, Jessica tersenyum”Me..ndeng..ar jaw…aban…mu… d..ia sud…ah la…hir ka…nn??”tanya Jessica, Kris menanguk diusapnya rambut pirang istrinya itu “Dia lahir dengan selamat dan dia sangat cantik….” jawab Kris, mendengar jawaban Kris air mata Jessica menetes “Syu…kur..lah….” ucapnya.

Kris menangguk, diciumnya tangan gadisnya itu “ke..na..pa kau mena..ngis… apa… kau.. tak su..ka… an..ak ki..ta…. la..hir de…ngan se…hat dan sela…mat??”tanya Jessica lagi, Kris menggeleng “Aku akan lebih suka jika kau selamat!” teriak Kris, Tangan kiri Jessica dengan perlahan melepaskan alat bantu pernafasannya, membuat tangan Kris mencegah itu, Jessica menatap sendu Kris, “A..ku.. baik…baik sa..ja….” ucap Jessica meyakinkan Kris, Kris sangat yakin Jessica berpura pura kuat saat ini, ia pun melepaskan tangannya yang menghalangi alat bantu itu

Setelah alat bantu pernafasan itu terlepas,Jessica menatap Kris tangan kirinya mendorong leher Kris, membuat bibir mereka bersatu hanya menempel, setelah beberapa detik tautan itu terlepas, Jessica meletakan mulutnya pada telinga Kris

Thanks for everything, I love u so much Wu Yi Fan…….”

Tangan Jessica terjatuh dari leher Kris , matanya dengan perlahan menutup, bibir tipisnya mengukir sebuah senyuman, Kris terpaku “Jess??” Panggil Kris dengan pelan, “Kumohon jangan bercanda.. ini tak lucu….” ucap Kris lagi, tapi apa daya? Mata yang selalu ditatapnya kini menutup, bunyi mesin detak jantung juga berbunyi sangat keras, garis yang ditunjukan oleh mesin itu juga sudah lurus

Air mata Kris berlahan turun dari mata elangnya, dipeluknya Gadis yang sangat ia cintai itu “JESSICA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

 

Memori itu kembali melintas dipikiran Kris, membuat Kris tampak gusar dan frustasi saat ia mengambar wajah Jessica, Jessica memeluk erat pinggang Kris

Jess??” tanya Kris dengan heran, Jessica hanya semakin mengeratkan pelukannya.

Aku tau kau meningat kembali kejadian 6 tahun yang lalu itu….”

Kris terkejut karna saat ini Jessica tak bicara melalui melainkan melalui pikirannya, atau yang bisa kalian sebut dengan telepati.

Apa kau membenci anak kita setelah kejadian itu?”

Kris langsung menatap Jessica yang kini tengah menatapnya dengan sendu, Kris tersenyum diciumnya kening Jessica

Aku tak membencinya, aku merawatnya dengan baik Jess….” ucap Kris, membuat Jessica tersenyum “Jangan pernah membencinya.. karna dia adalah anak kita….”

Kris menangguk, ia kembali menyelesaikan gambarnya, tapi .

Punggung Kris terasa basah, Kris tau Jessica sedang menangis saat ini dan itu mengartikan bahwa saat ia menyelesaikan lukisannya, maka Jessica akan menghilang.

Apa benar, jika aku menyelesaikan lukisan ini, kau akan menghilang??” tanya Kris dengan lirih, Jessica tak menjawab pertanyaan Kris, tapi ia tahu Kris butuh jawaban, ia pun mengangguk pelan

Tiba tiba tangan Kris berhenti melukis, membuat Jessica kaget karna tangan Kris yang tadinya memegang palet itu, sekarang berganti memegang tangannya erat

Lukisanku akan selesai, karna itu jangan menyembunyikan wajah sedihmu, lihatlah lukisan ini sampai akhir Jess…” Lirih Kris, air matanya kembali mengalir dari mata elangnya itu, Punggung Kris sudah amat basah karna tangisan Jessica, sesuai perintah dari Kris,ia berdiri dibelakang Kris melihat pria itu menyelesaikan pekerjaannya

Tangan Kris kembali bekerja, diambilnya palet yang sempat terjatuh, tangannya yang tadinya memegang sebuah kuas gemetar, seolah tak ikhlas jika Jessica akan mengilang setelah ia menyelesaikan lukisannya, tapi sekarang tangan itu kembali mengoreskan warna warna dengan lincah.

Setelah beberapa menit kemudian,Kris nampak kembali terdiam, membuat Jessica kembali khawatir, ia mendekati Kris menepuk punggung pria itu “Apa kau sudah sele…….”

Ucapan Jessica tergantung saat melihat kanvas yang tadinya hanya berupa sketsa hitam putih sekarang berubah menjadi lukisan dengan warna yang beragam, Ia menatap tak percaya lukisan yang ada dihadapannya saat ini

Welcome to your new world Ace Wu! Much Love Your Parents Kris Wu and Jessica Wu!”

Itulah yang tertulis dilukisan itu, lukisan itu nampak seorang yeoja sedang tersenyum manis pada seoarang bayi perempuan yang tengah digendongnya, dan… disamping gambar gadis itu, terlihat wajah seorang pria sedang tersenyum manis memandang mereka berdua dengan lembut

Ya lukisan itu adalah lukisan, Kris Jessica dan anaknya Ace.

Air mata Jessica terus menetes, begitu pula dengan Kris, Namja itu menangis, Jessica langsung memeluk Kris, Kris membalas pelukan Jessica dengan sangat erat

Kau bukan hanya mengambarku dengan Ace……………” lirih Jessica, Kris masih saja menangis dibahu Jessica, Jessica mengelus rambut pirang Kris

Kau menambahkan wajahmu disana… sungguh ini adalah lukisan terindah yang pernah kulihat, jeongmal gumawo gumawo Kris!” ungkap Jessica sembari menangis tersendu sendu, Kris mendongakkan kepalanya, disatukannya keningnya dengan Jessica.

Kau sudah tak ada penyesalan kan didunia ini??” tanya Kris dengan lembut masih dengan posisi yang tetap, Jessica menangguk “Ne, Terima kasih Kris…..” jawab Jessica dengan lirih

Kenapa kau baru datang sekarang? Kenapa harus menunggu selama 6 tahun lamanya??” tanya Kris dengan gusar, Jessica tersnyum kecil dielusnya punggung Kris, “Itu karena, semenjak kematianku, kau selalu tak pernah menyentuh kanvas dan kuas apa lagi kau tak pernah membuat lukisan benda paling favoritmu itu, dan aku berfikir kau membenci Ace karnaku….”

Kris langsung menatap mata gadisnya itu “Jess aku sudah bilang bukan?..Aku tak pernah membenci Ace… Aku sangat menyayanginya, saat melihat wajahnya itu selalu mengingatkanku terhadap dirimu, tentu saja karna dia adalah buah cinta kita berdua…” jawab Kris, Jessica tersenyum “Aku tau.. aku selalu memperhatikan kalian disana.. karna itulah aku berfikir inilah saat yang tepat untuk menemuimu….”

Kris menatap Jessica dengan sendu begitu pula dengan Jessica ia menatap Kris dengan sendu pula tapi…

Tatapan sendu mereka kemudian tatapan mereka berganti dengan pandangan yang hangat, seolah tak ada kesedihan yang tercipta diantara mereka.

Saranghae Jessica….” ucap Kris sembari tersenyum lalu mengelus pipi Jessica, menghapus air matanya yang berkali kali keluar hanya untuknya, Jessica membalas senyuman Kris dipeluknya leher Kris

Nado Saranghae….”

Kris memiringkan wajahnya, Mata Jessica perlahan menutup, hingga akhirnya Bibir mereka bertemu, bertautan saling bertukar rasa cintanya, saling menyalurkan kebahagiaan yang tengah mereka rasakan.

Tak beberapa lama kemudian,Tautan mereka terlepas, senyuman tampak menghiasi wajah mereka berdua, Jessica memeluk Kris dengan sangat erat, tubuhnya berlahan menghilang seiringan dengan cahaya yang menyinari tubuhnya, Jessica kembali menatap mata elang Kris, dielusnya pipi suaminya itu.

Aku benar benar beruntung memiliki suami sepertimu, aku benar benar mencintaimu Kris! Aku menunggumu disana!”

 

 

Kris membuka matanya, didapatinya ia sedang terduduk didepan kanvas yang tadi ia gambarkan, ia membuka kain lusuh yang menutupi kanvas putih itu.

Senyuman tampak menghiasi wajah tampan Kris, ia mengelus lukisannya itu

Ternyata bukan mimpi….” ungkap Kris saat melihat gambaran yang ia buat ditemani oleh Jessica, gambar yang ia lupakan selama 6 tahun lamanya, gambar yang akhirnya terselesaikan selama 6 tahun tak tersentuh apapun. Jessica benar…Lukisan ini adalah ‘The Best of Master Pieces’nya

Kris menyebarkan pandangannya, diambilnya kertas bewarna coklat yang tak jauh dari tempat ia duduk, dengan serius ia membungkus lukisannya dengan kertas coklat tadi

 

Dad~ kenapa kau lama sekaliiii….”

Kris terkejut saat mendengar suara Ace yang kini sudah ada diambang pintu, membuat Kris hanya menghela nafasnya lalu tersenyum kepada Ace, Kris mengisyaratkan untuk Ace datang kemari, dengan patuh Ace berlari menuju ayahnya

Dad itu apa?” tanya Ace saat melihat, Kris nampak membawa kotak persegi panjang itu, Kris hanya tersenyum “Ini hadiah natalmu sayang!” ucap Kris sembari tersenyum, membuat senyuman menagambang diwajah Ace

Woah benarkah?? Bolehkah aku membukanya Dad??” tanya Ace begitu antusias, Kris menggeleng pelan “Tidak boleh ini masih tanggal 24 November kau tak boleh membukanya sebelum malam natal” tolak Kris membuat bibir Ace mengecut “Dad pelit sekali padaku, aku yakin disini ada Mommy, pasti Mommy akan memarahi Dad dan membelaku!” rujuk Ace dengan sebal, membuat Kris tertawa kecil

Dad tidak akan membukanya sebelum malam natal! Tapi sebagai gantinya Ace boleh mengambil lukisan yang ada disini terserah yang mana saja!” ucap Kris begitu bahagia

Mata Ace langsung berbinar, “ Asik! Kau begitu aku ingin memiliki semua lukisan Mommy yang Dad buat! Bolehkan Dad??” tanya Ace sembari menunjukan Aegyonya, Kris tersenyum manis dikecupnya kening anaknya itu

Tentu saja kau boleh memilikinya….” jawab Kris, Ace langsung berlari kearah lukisan lukisan yang sudah ia tata rapi, nampak gadis kecil itu memilih milih lukisan Jessica, Kris tertawa kecil saat melihat pemandangan yang ada dihadapannya saat ini

Aku sudah bilangkan? Dia sangat mirip denganmu Jessica…..”

 

END

 

05 November 2013 by RoyalMeltingIce97

Tagged , , , ,

Another SubStory : Doppelganger (Part 1)

Title:Another sub story: Doppelganger

Author : RoyalMeltingIce97

Cast:Jessica Jung , Krystal Jung, Zelo BAP, Kris  Wu

Genre : Family, Horror, Psycho

Rating : PG – 17

Poster by : http://imagineofyeoshin.wordpress.com/

Yup, dilihat dari judul udah tau kan? ini cerita lain di ffku yang judulnya ‘Another’ haha maaf buat tiba tiba cerita lain sebelum menyelesaikan ff itu~ terlanjur udah ada ide sih wkwkwk

ya udah tanpa banyak basa basi, Happy Reading and Sorry for Typos and Bad Fanfiction!

 

Gambar

 

 

Hey, apakau tau tentang‘Doppelganger’ ?? Doppelganger adalah kembaran lain dari diri kita, tapi itu bukanlah saudara kembar, hanya seseorang yang mirip dengan diri kita, dan katanya jika kau bertemu dengan ‘Doppelganger’mu maka akan terjadi halburuk pada dirimu itu atau dirimu yang lain itu. Apa kau mempercayainya? Ehm soal percaya aku tak percaya tentang legenda legenda yang seperti itu sebelum aku membuktikannya dengan mata kepalaku sendiri.Atau aku yang mengalaminya

 

“Krystal-ssii!!” ucap salah seorang yeoja yang berpenampilan tomboy.Gadis yang dipanggil Krystal itu pun segera menoleh kesumbersuara.

“Ada apa?” ucap Krystal

Amber. Yeoja itu langsung tercekang saat mendengar jawaban dari Krystal.Ia menelan ludahnya perlahan

“itu.. kau dipanggil oleh Han Seonsanim”ucapnya. Krystal mendengus kesal “ck, ada apa lagi.Terimakasih” ucap Krystal lalu segera membalik arah menuju ruang guru

“Ehm Krystal-ssi kau tak menemuinya?” Tanya Amber, Krystal langsung memasang wajah hampanya “Bukan urusanmu, lagi pula aku tak suka membuang buang waktuku” ucap Krystal cuek lalu ia meninggalkan Amber yang kini berkeringat dingin

“Eh, bukankah itu Krystal Jung??”

“ah, anak yatimpiatu yang sok sokan itu ya?!”

“Oh, jadi dia ya?Kau tahu Minho Sunbae kan?? Katanya Yuri Eonni memutuskannya karena Krystal menggodanya!”

“Ah?? Jinjja?Padahal aku sangat menyukai MinYul couple, mereka sangat serasi bukan, dasar Yeoja pembawa kutukan!”

 

Seketika langkah Krystal terhenti saatmendengar kata kata terakhir yang diucapkan oleh beberapa yeoja, ia langsung memandangi yeoja yang tengah membicarakannya.

“Kalian lebih rendah dariku” ucap Krystal singkat tapi penuh dengan penekanan, Yeoja itu seketika menelan ludahnya. Krystal langsung meninggalkan yeoja yeoja itu

“Apaansih! Dari awal kau memang menyebalkan Kystal-ssi! Dasar Yeoja pembawa kutukan!!” ucap Yeoja itu lantang

Krystal tersenyum sinis, dilihatnya kembali yeoja yang mencaci makinya “Ah, kalau begitu bersiaplah menerima kutukan dariku Eunjung-ssi”

Selesai mengucapkan hal itu, Krystal mulai berjalan dengan santai lagi.

 

“Menyebalkan sekali 1tahun lagi aku harus mendekam ditempat sialan itu” ucap Krystal sembari melempar tasnya itu, Zelo tersenyum

“mudahkan? Kau tak perlu kembali ketempat itu, aku tau kau pintar Krystal” ucap Zelo sembari memakan kentang goreng.Krystal segera memakan kentang milik ‘Zelo’ itu.“Ck, andai saja aku bisa, tapi aku tak bisa” Jawab Krystal enteng, Zelo menatap Krystal aneh “memangnya kenapa? Demi melindungi teman semasa kecilmu itu?” Ucapan Zelo membuat Rona Merah menghiasi pipi Krystal.

“Huahahaha, aku tak menyangka gadis sepertimu masih bisa merasakan cinta” ucap Zelo tawanya meledak melihat rona merah dipipi Krystal semakin memerah, Sontak Krystal melempar Zelo dengan bantal yang ada didekatnya“Kau menertawakanku lagi maka bantal itu akan menjadi pisau!”ucap Krystal, Zelo masih menyisakan kikikan kecil “bukankah lucu? ‘Gadis pembawa kutukan’ bisa jatuh cinta?” ucap Zelo dengan entengnya, Krystal tersenyum kecil “’Gadis pembawa kutukan’ haha itu hanya julukan” ucap Krystal. Zelo menatap Krystal “Memangnya kenapa kau dipanggil gadis pembawa kutukan? Seingatku kau selalu melakukan pembunuhan begitu rapi dan bersih” ucap Zelo, Krystal tersenyum diminumnya botol minuman yang tergeletak dimeja “Entahlah aku dsering dipanggil begitu” ucapnya enteng.

“Hey, apa kau lapar?” Tanya Krystal pada Zelo saat ia melihat kulkas di’markas’nya itu kosong. Zelo mengangguk “Kenapa? Kau mau membeli sesuatu? Biar aku saja” ucap Zelo sembari bangkit dari duduknya. Krystal menggelengkan kepalanya “Anio aku saja, aku mau membeli sesuatu yang kau tak boleh tau!” ucap Krystal lalu memakai jaketnya dan keluar rumah

Zelo mengenyit heran “Sesuatu yang tak boleh aku tau?” ia terdiam begitu lama hingga akhirnya ia terkikik kecil “Dasar wanita” ucapnya lalu kembali memakai kacamatanya dan duduk didepan komputer-komputernya itu

 

KRYSTAL POV

 

Aku memasuki supermarket dekat rumahku, mulai memilah barang barang yang aku perlukan

“Ah tunggu…” tanganku terhenti saat menyentuh sebuah kotak makanan, aku langsung menoleh kepada gadis yang tengah memanggilku

“Ada apa?” tanyaku datar, Yeoja itu tersenyum padaku “jika kau mau beli 4 saja kotak makanan itu akan diskon 50%” jawab Yeoja itu sembari menunjuk jam. Aku terdiam tak lama kemudian aku tersenyum simpul “Terima kasih atas infonya ehm…”

“Victoria Song, kau hanya perlu memanggilku Victoria” ucapnya, aku menangguk. Segera saja aku mengambil 4buah kotak makanan. “Terima kasih Vict, aku duluan” ucapku lalu membungkuk pada Victoria dan akhirnya aku mulai berjalan kekasir dan membayar semuanya.

CRING

Aku tersentak saat mendengar lonceng, sial inilah yang aku benci dari diriku bisa mendengarkan suatu hal yang tak lazim.

Aku menoleh kesumber suara lonceng itu, kulihat Victoria sedang keluar dari supermarket

“Sial” umpatku lalu mengambil semua barangku dan memasukannya kedalam tas, dan berlari mengejar Victoria

Oke mungkin kalian akan heran dengan ‘Kemampuan Khusus’ku ini, Telingaku dapat mendengar suara kematian dan suara kematian itu terdengar layaknya lonceng yang ada digereja hanya saja suaranya terlihat lebih nyaring. Kemampuan ini aku sadari saat aku beranjak dewasa.

Aku terus mengejar Victoria, “Victoriaa!!!” Teriakku saat melihat Victoria akan menyebrang, ia segera menoleh padaku

“Awas!!!” Teriakku berlari mendekati yeoja itu dan

DOR

Suara tembakan terdengar jelas mendengung ditelingaku, Victoria langsung terperosot kebawah. Aku terdiam segera kulihat victoria yang sedang tersungkur dibawah darah mengalir jelas dari dadanya, Aku menoleh kearah tembakan, kulihat diatap seorang yeoja memakai topi sedang membereskan senjatanya.

“KYAAAAA”

Suara teriakan seorang yeoja membuatku tersadar, dan tiba tiba yeoja itu hilang “Sial” umpatku, aku langsung mengangkat Victoria membawanya keMobil Ambulans.

Aku terus memandangi Victoria yang telah dibawa oleh mobil ambulans.

CRING CRING CRING

Aku tersentak kaget, suara lonceng itu terdengar lagi, ini pasti pembunuhan. Aku segera membuka ponselku “Yak! Pabo Namja! Ini saatnya kita bekerja segera perhatikan gerak gerik seseorang!”

“Ah, tak perlu banyak protes! Saat ini aku sedang ada di Jalan xxxx”

“Ne, aniyo ini bukan Kim Sang Hyun, tapi ada orang lain yang menarik perhatianku! Sudahlah cepat! Segera beritahu aku jika ada sesuatu yang aneh”

Ucapku lalu menutup telpon, aku mulai berlari mengejar suara lonceng itu.

Suara itu terdengar disekitar apartemen yang megah, aku mengenyit heran “Menarik, kau melakukan pembunuhan ditempat yang ramai” decakku lalu berlari memasuki apartemen itu

Aku terus berlari menuju Lift, saat aku mulai memasuki lift, seorang yeoja keluar dari Lift

DEG DEG DEG

Jantungku berdebar keras, aku terdiam ditempat kutoleh yeoja yang baru saja keluar dari lift itu, Rambut pirangnya dikuncir dan ia memakai topi. Wajahnya tak terlihat karna tertutup topi, aku terus memandangi yeoja itu, hingga aku merasakan getaran disaku celanaku

“Zelo? Ada apa?” tanyaku sedikit kesal

“Krystal-ssi!!! Kau harus keluar dari gedung apartemen itu sekarang juga!!” ucapnya begitu keras, aku mengenyit heran

“Lift!! Lift itu dipasang BOM!” Ucapan Zelo membuatku terbelalak, segera aku luaskan pandanganku, aku lihat pintu lift yang menutup, aku kaget saat melihat sesuatu tertempel disana

“Oh, shit!! SEMUA SEGERA KELUAR DARI SINI TEMPAT INI TERPSANG BOM!!!” teriakku lalu segera berlari meninggalkan apartement itu, banyak orang yang panik segera meninggalkan apartement itu.

DUAR /?

Aku terdiam seketika saat melihat gedung gedung itu runtuh, bahkan menimbulkan getaran, Bom macam apa yang dia pakai

“Ne, Yeoboseyo??” ucapku saat panggilan dari Zelo kembali tersambung

“Krystal segera pergi dari situ, sebelum polisi menemukanmu! Ppali!” ucapnya, aku mengangguk segera saja aku memakai tudung dijaketku, dan meninggalkan tempat itu.

 

AUTHOR POV

 

“Sebuah Gedung Apartement dari perusahaan Song Cooperation telah hancur karena sebuah ledakan Bom, CCTV dari apartement Song tidak ditemukan diduga pelaku kejahatan dilakukan oleh beberapa orang”

CTIK

Benda hitam itu seketika mati, Krystal mendengus pelan melihat berita yang baru saja ditayangkan “Ada apa?” tanya Zelo dengan membawa Mie Ramen Instan , Krystal hanya terdiam ia seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Sepertinya kau sangat penasaran sekali Krystal” ucap Zelo sembari menyeruput mie Ramen instan itu.Krystal hanya mendengus kesal “Tentu saja! Bunyi Loncengnya sangat aneh! Ini menunjukan bahwa pembunuhan besar besaran!” ungkap Krystal ia mengacak acak rambutnya pelan

“Mau kuselidiki?” Tawar Zelo, membuat Krystal seketika menoleh padanya “Boleh, siapa tau mereka orang yang menarik” ucap Krystal dengan sedikit tersenyum sinis, Zelo juga ikut tersenyum “As Your Wish Princess”

 

Krystal saat ini sedang berjalan jalan didinginnya kota Seoul pada saat tengah malam, ia hanya sedang berusaha menetralkan pikirannya akan penasarannya tentang Victoria Song dan ledakan apartement itu terlihat sangat mereka sangat berhubungan

“KYAAA”

Krystal terkesiap kaget saat mendengar teriakan seorang yeoja, ia segera menghampiri suara itu, didapatinya seorang yeoja berambut pirang sedang memegang kaki kanannya, ia terlihat kesakitan segera saja Krystal mendekati yeoja itu

“Hey, Gwenchana?” tanyanya sembari memegang lengan yeoja itu

Seketika Krystal terdiam saat melihat gadis itu begitu pula dengan gadis itu, gadis itu dengan mata hazelnya, pipinya yang sedikit tirus dan SANGAT MIRIP DENGANNYA

“Kau….” lirih Krystal, sedangkan Yeoja itu hanya menatap polos Krystal ia memegang pipi Krystal “Kau.. mirip sekali denganku…” ucap Gadis itu, mereka saling menatap hingga akhirnya Yeoja itu meringis kesakitan

“Ah, kau tak apa..?” Krystal sedikit mengantungkan perkataannya, “Jessica, panggil saja aku Jessica” Ucap gadis berambut pirang yang bernama ‘Jessica’ itu. Krystal menangguk mengerti. “Biar kubantu, mau kuantarkan kemana?” Tawar Krystal membuat Jessica semakin tertunduk lesu “Aku.. baru saja diusir dari apartement, jadi aku tak memiliki tempat tinggal lagi…” lirih Jessica, Krystal terus menatapi Jessica itu, terbesit dihatinya pikiran iba pada Jessica.

“Ikutlah denganku kebetulan masih ada 1 kamar kosong” Kata Krystal sembari tersenyum, Jessica menatap heran tawaran Krystal “Tak apa, aku tinggal dengan seorang namja yang sedikit aneh, tapi dia baik kok” ucap Krystal, “Pacarmu?” tanya Jessica, Krystal langsung menggeleng dengan cepat “Anio hanya teman lama” ucapnya entah kenapa memikirkan jika Zelo menjadi pacarnya bulu kuduknya langsung berdiri. Jessica tertawa kecil “Baiklah, terima kasih Krystal-ssi..” Jessica tersenyum manis, Krystal pun langsung ikut tersenyum “Sama Sama Jessica-ssi..”

 

“MWO? TINGGAL DISINI?!” teriak Zelo saat Krystal menjelaskan bahwa Jessica akan tinggal disini, Krystal menutup telinganya bisa bisa teriakan Zelo membuat kupingnya berdenggung, “Iya memangnya kenapa tomat?” ucap Krystal dengan santai, Zelo mendengus kasar “Bukannya aku tak suka ‘noona’ ini tinggal disini hanya saja kau mau aku aku tidur dimana bodohh?” Ejek Zelo lalu menjitak pelan Kepala Krystal. Kyrstal menatap Zelo “Kau bisa tidur diruangan ‘kesayanganmu’ itu! Ayo Jessica kutunjukan jalannya” Ucap Krystal sembari menjulurkan lidahnya pada Zelo lalu mulai berjalan “YAK YAK KRYSTAL-SSI!!” Pekik Zelo, “Mianhamida Zelo-ssii…” ucap Jessica dengan sembari membungkuk, Zelo langsung tergagap ia juga ikut membungkuk pada Jessica “Nan Gwenchana Jess-…” Ucapan Zelo terpotong saat mencium sesuatu pada badan Jessica saat Jessica melewatinya. Ia langsung menatap punggung Jessica.

“Apa itu tadi?”

 

“Ini kamarmu, maaf sedikit berantakan tomat itu terbilang malas untuk membereskan kamarnya” kata Krystal, Jessica tersenyum kecil “Tak apa ini sudah cukup bagiku Krystal-ssi” ucap Jessica, Krystal tersenyum simpul “Sepertinya kau lebih tua dariku, aku akan memanggilmu Eonni saja” Jessica langsung menatap Krystal tapi sedetik kemudian ia membalas senyuman Krystal “Terserah kau saja Kle…”

 

“Krystal kita harus bicara” ucap Zelo saat Krystal keluar dari kamar Jessica, Krystal menangguk “Memang kita harus bicara, ayo” Zelo mengikuti Krystal dari belakang. “Jessica..” “Aku tau dia aneh kan?” potong Krystal, Zelo menangguk “Aku mencium bau yang aneh dari tubuhnya apa kau tak menciumnya?” tanya Zelo, Krystal mengenyit heran “Tidak, kau lupa aku tak memiliki kemampuan penciuman khususmu itu, tapi aku tadi mendengar sesuatu yang aneh saat bertemu dengannya…” ucap Krystal, Zelo menatap Krystal dengan serius menunggu penjelasan lanjutan dari Krystal “Dan…. aku mendengar bunyi lonceng yang mirip dengan Victoria…” Mata Zelo terbelalak saat mendengar penjelasan Krystal “Apa itu artinya dia akan mati? Tapi aku tak mencium bau tanah padanya Krystal” elak Zelo, Krystal menggeleng “Bukan..tapi artinya sebaliknya dialah yang membunuh Victoria” desis Krystal “Kalau begitu tunggu apa lagi? Bunuh balik dia sebelum dia melakukan yang lebih lanjut” ucap Zelo, Krystal menggeleng “Aku belum yakin karna bunyi lonceng itu aneh, dan apa kau tau tentang legenda zaman dahulu tentang ‘Doppelganger’?” Zelo terdiam menatap Krystal “Aku tau tentang legenda itu, dan sekarang kau mau berkata kisahmu sama Krystal-ssi? Karena muka yeoja itu sangat mirip denganmu?” tanya Zelo Krystal terdiam ia menatap langit yang sangat petang itu . “Mungkin…”

Zelo menatap Krystal “Dan.. apakah kau siap untuk ma…”

“Aku tidak akan mati sebelum aku membunuh Kim Sang Hyun! Camkan itu Zelo!” Potong Krystal lalu ia menutup pintunya dengan keras, meninggalkan Zelo diruangannya itu

 

 

“Hey…” panggil Jessica sembari mengoyang goyangkan badan Krystal, sedangkan Krystal hanya mendengus kecil “Unniiie~ aku masih mengantuk..” ucap Krystal, Jessica tersenyum “Memangnya kau tidak pergi kesekolah eoh?” tanya Jessica dengan lembut, Krystal sedikit membuka matanya mengingat hari apa ini, saat ia mengingatnya ia memilih untuk menutup matanya lagi “Ini hari Senin, dan aku benci hari Senin lebih baik Unnie tidak mengangguku dihari ini…” ucap Krystal, Jessica mengenyit heran “Memangnya kenapa?” tanya Jessi ca penasaran ia lalu tidur disamping Krystal, Krystal yang menyadari itu, ia hanya tersenyum kecil “itu hari dimana hari orang tuaku terbunuh” Jessica langsung menatap Krystal dengan tatapan bersalah “Maafkan aku.. aku tak bermaksut untuk..” “Tak apa unnie” potong Krystal lalu ia menutup matanya, Jessica langsung tersenyum “Baiklah aku akan membuat hari ini menyenangkan! Ayo bangun dan cepatlah mandi!!” Pekik Jessica dengan suara lumba lumbanya ia lalu membuka selimut yang menutupi Krystal dan membuka gorden jendelanya. Krystal langsung terbangun dari tidurnya “Yaakk unnie apa yang unnie lakukann!!” protes Krystal, Jessica menatap Krystal penuh kemenangan. “Ayo kita keluar hari ini, cepatlah mandi!” ucap Jessica lalu ia keluar dari kamar Krystal, Krystal mendengus pelan ia pun menuju kekamar mandi

Beginilah Jessica dan Krystal sedang berjalan jalan ditengah dinginnya kota Seoul, Jessica terus tersenyum sedangkan Krystal terdiam ia menatap Jessica yang ada didepannya, pikirannya tentang ‘pembunuhan berantai keluarga Song’ dan juga ‘Doppelganger’ mulai merasuki pikirannya

“Kle awas!” Krystal tersentak kaget saat mendengar teriakkan Jessica, dilihatnya kaca yang sedang goyah akan terjatuh tepat diatasnya

PRANG

Suara Pecahan Kaca itu terdengar nyaring,layaknya lonceng seketika Krystal terdiam ia terpaku. Saat ini Jessica sedang memeluknya erat. “Hey, Kau tak apa??” tanya Jessica dengan raut muka khawatir, Krystal menggeleng pelan , Jessica tersenyum simpul “Huah, dasar tukang kurang ajar, hampir saja kaca itu menimpamu…Kle?” Jessica takjub saat melihat Krystal sedang memeluknya “Hiks…hiks…” terdengar suara isakan Krystal, jessica terkejut “Kle kau tak apa?” Ucap Jessica, Krystal hanya terus menangis dipelukan Jessica.

Pintu permainan bianglala tertutup, sang penjaga pun langsung mengunci pintu itu, mesin itu mulai berputar. Jessica menatap Krystal yang kini duduk diseberangnya dilihatnya Ekspresi wajah gadis itu sedikit tenang. “Maafkan aku seharusnya aku tak mengajakmu keluar…” ucap Jessica membuka pembicaraan , Krystal tersenyum simpul “Tak apa, aku tak pantas menyalahkanmu unnie..”

Krystal melihat sebuah keluarga kecil bahagia yang sedang bermain disebuah cangkir putar, mereka tertawa lepas, Krystal tersenyum miris

“Dulu.. aku sempat berfikir.. semuanya sama saja..” ucap Krystal membuka pembicaraan

“Sama saja?” Tanya Jessica

Krystal menangguk pelan “Iya, sama saja.. aku memang kehilangan kedua orang tuaku disaat aku kecil tapi dibalik itu semua ini membuat aku menjadi kuat.. tapi jika sebaliknya aku kehilangan orang tuaku pada saat aku sudah besar, pada saat aku sudah merasakan kasih sayang mereka. Maka itu akan membuatku lemah….” Jelas Krystal ia mengalihkan pandangannya pada keluarga kecil itu

“Orang Tuaku hampir membunuhku..”

Krystal langsung menatap Jessica yang tengah tersenyum

“dibandingkan denganku..orang tuaku justru hampir membunuhku” Jessica melihat tangannya cukup lama . Krystal terdiam ia tak menyangka Jessica punya masa lalu yang lebih buruk dibanding dengannya,

“Kau bersyukurlah Kle karna masih bisa melihat wajah orang tuamu, merasakan kasih sayang mereka walaupun Cuma sekejab, setidaknya mereka bangga pernah memiliki yeoja secantik dirimu…” ucap Jessica lalu mengelus rambut panjang Krystal

Entah kenapa air mata Krystal mulai turun, ia tersentuh ia merasa Jessica ‘bukan orang lain’.

Mata Jessica menyadari sesuatu yang aneh ia langsung kaget saat tiba tiba sebuah batu akan menghantam tubuh Krystal

“Kle!!! Awas!!”

Krystal tersentak kaget saat tiba tiba Jessica menariknya dan

BRUAK

Sebuah batu besar memecah kaca biang lala yang mereka naiki, Jessica terpeleset sehingga ia membentur pintu biang lala, pintu itu terbuka dan….

“Eonni!!!!”

GREB

Tangan kanan Krystal memegang erat tangan kiri Jessica, Jessica saat ini sedang mengantung dibawah bianglala

“Lepaskan Kle….” lirih Jessica, Krystal menggeleng kuat “Anio! Aku akan menyelamatkanmu!” balas Krystal lalu sedikit menarik Jessica, “Siaaalll” umpatnya saat tangan kirinya tak kuat menahan pegangannya pada dudukan BiangLala

“Sudahlah lepaskan!!!” perintah Jessica, Krystal hanya mengeleng kuat “Diamlah! Aku akan menarikmu!!!” ucap Krystal, Jessica menutup matanya ia menatap Krystal “Kalau begitu aku akan melepasmu…” lirih Jessica perlahan ia melepaskan gengamannya pada Krystal.

“EONNI!!!!!!!” Teriak Krystal, ia menutup matanya

Ia merasakan sesuatu yang aneh, ia membuka matanya, betapa terkejutnya ia saat mendapati Jessica sudah berdiri dengan tegap

“Sudah kubilang apa? Lepaskan tanganmu Kle kkk~” ucap Jessica sembari tertawa kecil, Krystal yang menyadari itu pun langsung tertawa, ia segera keluar dari bianglala itu dan langsung memeluk Jessica “Bodoh! Kenapa kau tak memberi tahuku bahwa sudah ada tanjakan untukmu!!” pekik Krystal sembari menangis dipelukan Jessica, Jessica terkejut akan sikap Krystal ia mengelus rambut panjang gadis itu, “Kau sangat cengeng hari ini Kle…”

 

 

Jessica dan Krystal mulai masuk ketempat pemandian panas, Jessica mulai masuk kedalam kolam air panas disusul dengan Krystal

Tiba tiba Jessica mendekatkan dirinya pada Krystal lalu memeluknya erat

“Eonni?? Apa yang eonni lakukan??” tanya Krystal panik karna Jessica ‘menyentuh’ sesuatu, Jessica tersenyum licik “Aiguu kau bisa geli juga ya?? Kkk~” goda Jessica melanjutkan aktifitasnya. Krystal bergedik kegelian “Eonniii geli!!!” Pekik Krystal, Tawa Jessica pun lepas. Suara canda tawa mereka mulai mengema

“Hey, Eonni apa kau pernah punya seseorang yang eonni sayangi?” Tanya Krystal setelah mereka puas tertawa, Jessica mengenyit heran “Tentu saja aku punya!” Protes Jessica, Krystal terkikik kecil “Punya ya? Siapa dia?” tanya Krystal menyelidik, Jessica tersenyum kecil “Dia.. seorang namja yang memberikan kehidupan padaku, namanya Kris” Jessica mulai menerawang pandangannya, Krystal yang memperhatikan wajah tenang Jessica Ia tersenyum “Sama denganku Eonni, hanya saja aku ingin melindungi namja itu…” Jelas Krystal, ia menyadarkan kepalanya pada pundak Jessica. “Berarti kita sama.. kita sama sama mempunyai orang yang berharga…” ucap Jessica, Krystal menangguk setuju “Lain kali kenalkan orang itu padaku Eonni, aku sangat penasaran” Jessica menangguk “Pasti Kle…”

Krystal gadis itu tersenyum kecil, kejadian hari ini membuat ia tak membenci hari senin, ia memejamkan matanya, pikirannya memutar kejadian hari ini yang membuatnya tegang, ‘Doppelganger’ ia menghela nafasnya, benarkah legenda itu benar? Benarkah jika kita bertemu dengan Doppelganger kita maka akan terjadi hal buruk hingga menyebabkan kematian? Mengingat Krystal yang hampir tertimpa kaca dan batu pada saat dibiang lala 2 kali ia merasakan hal buruk dan 2 kali juga Jessica menyelamatkannya, apa artinya ini…

“Krystal!!!”

Krystal tersentak kaget saat tiba tiba Zelo masuk kedalam kamarnya “ada apa tomat? Kenapa kau tak mengetuk pintu dulu!” protes Krystal, “Tak ada waktu untuk itu, aku harus memberitahumu!” Krystal menatap Zelo dengan aneh, “Tutup pintunya dan katakan apa yang ingin kau katakan” perintah Krystal Zelo mengangguk ia menutup pintunya. Zelo duduk dikasur Krystal ia duduk disebelah Krystal

“Ada apa?”

Zelo menyerahkan sebuah map pada Krystal, Krystal menerima map itu dengan ragu “Masih ingat tentang kau menyuruhku untuk mencari informasi tentang pembunuh dari ‘Song Corp’?”

Krystal menangguk kecil “Pembunuhnya hanya 1 orang”

Krystal langsung menatap Zelo dengan tatapan tak percaya “Apa?! Bagaimana mungkin?! Memangnya dia memiliki kemampuan apa huh? Berpindah tempat dengan cepat?!” elak Krystal, Zelo menelan ludahnya ia tau Krystal pasti tak percaya

“Aku tau, tapi memang benar pembunuhnya hanya ada satu! Coba kau buka map itu!” perintah Zelo, Krystal segera membuka map itu dan ia langsung meneliti satu per satu gambar

“Itu adalah gambar dari cctv yang aku ambil, dan kau lihat lingkaran yang aku lingkari?” Tunjuk Zelo sembari menunjuk salah satu foto yang ia garis merahi, Krystal menangguk

“Dialah orangnya, dan dia seorang yeoja dan kita mengenalnya…” ucap Zelo

Krystal seketika membeku ditempat saat Zelo memperlihatkan foto yeoja bertopi berambut pirang yang sedang tersenyum sinis terhadap kamera cctv

“Jessica? Jessica Eonni…..?”

 

 

CRING CRING

Lagi lagi Krystal mendengar lonceng kematian, ia langsung mengeratkan jaketnya dan membuka jendela kamarnya “Ada pembunuhan! Dan ini suara ini mirip dengan Victoria! Kau periksa Jessica Eonni! Jika dia tak ada dikamarnya…..” Krystal mengantungkan kata katanya, Zelo menatap Krystal, Krystal menelan ludahnya “Lakukan seperti yang kita biasa lakukan!” Krystal langsung terjun, Zelo menangguk ia langsung berlari menuju kamar Jessica.

“Noona! Jessica Noona!” Zelo mencari Jessica disetiap sudut ruangan, ia berdecak kesal saat ia tak menemukan Jessica. Saat Zelo akan pergi dari kamar Jessica, ia menangkap Bau yang tak asing baginya

Ia berjalan dikasur Jessica, mengambil botol kecil, ia sedikit mengendus botol kosong itu. Matanya langsung terbelalak

“Shit! Krystal kau memilih musuh yang salah!” Ucap Zelo lalu mengengam botol itu dan meletakkan disakunya ia segera menyusul Krystal

 

KRYSTAL POV

 

Aku langsung berlari disalah satu gedung mewah, tak salah lagi suara lonceng itu berasal dari sini, aku berjalan menuju pos satpam. Apa? Rumah semewah ini tak dijaga tak mungkin..

“Tolong….” lirih seseorang, masih ada orang ! aku segera berlari menuju sumber suara nafasku langsung tercengkang saat seorang yang sepertinya ‘penjaga’ rumah itu sedang tergeletak dirumput dengan keadaan kakinya terpotong

“Ajjushi! Apa ajjushi baik baik saja??” tanyaku, Ajjushi itu sangat kesakitan shit, senjata macam apa yang ia gunakan.

“Ada….seoorang.. yeojahh dia mengincarr.. tuan mudah songghh…” ucapnya terbata bata, “Apa yeoja itu yang melakukan ini padamu ajjushi??” tanya ku dengan gusar, ajjushi itu langsung menangguk lemah. “Gadiss itu berpakaian sepertii bonekkaa….dan dia sangaat.. mirip denganmuu….akhh!” Ajjushi itu seketika meninggal, lagi lagi jantungku bergedup dengan kencang, apa ini benar Jessica Eonni??

 

“KYAAAAA”

 

Teriakan! Dia bergerak cepat sekali, aku langsung berlari menuju suara itu.

Mataku langsung terbelalak saat melihat pemandangan seorang yeoja sedang berdiri ditengah tengah mayat mayat pelayan, kakinya menginjak kepala salah satu pelayan itu.

Aku menelan ludahku, menatap yeoja yang berpakaian dress putih, dress putihnya sudah penuh dengan darah.

Nafasku tercekat, langkahku mundur satu langkah. Yeoja itu!

 

 

“Jessica Eonni!!!!”

 

aku meneriakkan namanya, ia menatapku dengan datar

Aku membeku ditempat, dia dia bukan Jessica eonni!

“Wah wah, Jessie apa kita kedatangan tamu?” aku langsung menatap namja itu, Namja berparaskan seperti Edward Patinsson tinggi, dan berambut blonde, namja itu dengan perlahan turun dari tangga, “Jessie, kemarilah~” ucap Namja itu. Jessica eonni dengan kejamnya ia menendang kepala gadis itu lalu berlari mendekati namja itu.

“Kau…. siapa kau” geramku, aku tau! Jessica eonni dikendalikan oleh namja itu, “Namaku? Namaku Kris Wu, Krystal-ssi…”

AUTHOR POV

“Namaku? Namaku Kris Wu, Krystal-ssi” ucap Kris sembari mengelus rambut Jessica.

Hey, Eonni apa kau pernah punya seseorang yang eonni sayangi?”

Tentu saja aku punya!”

Punya ya? Siapa dia?”

Dia.. seorang namja yang memberikan kehidupan padaku, namanya Kris”

Lain kali kenalkan orang itu padaku Eonni, aku sangat penasaran”

Pasti Kle…”

“Jadi ini Kris huh?” batin Krystal “Kau bagaimana bisa mengenalku?” tanya Krystal, Kris tersenyum sinis , ia memegang rambut Jessica, diciumnya rambut yeoja itu “Tentu saja aku tau, Aku dan Jessica saling terikat” ucap Kris lalu menatap mata Krystal

Krystal membeku ditempat saat melihat tatapan tajam dari Kris, Kris tersenyum puas “Gadis lemah, Jessie pekerjaanmu belum selesai, lanjutkan sampai mereka semua mati” perintah Kris, Jessica menangguk patuh, diambilnya rantai yang tergeletak didekat tangga ia mulai menaiki tangga.

Kris kembali menatap Krystal yang terdiam ditempat

“Margamu Jung kan? Dan nama aslimu Jung Soo Jung” Mata Krystal terbelalak bagaimana mungkin namja ini mengetahui semuanya?

“Apa kau tak mengingat? Jika kau memiliki seorang Kakak Kandung bernama Jung Soo Yeon?”

DEG

Krystal menatap namja itu dengan penuh tanda tanya, Kris berdecak

“Sepertinya kau tak tau apa apa,20 tahun yang lalu terjadi kecelakaan mobil, antara keluarga Song dan Keluarga Jung Mobil yang dikendarai oleh keluarga Jung hampir jatuh kedalam jurang, dan sedangkan Keluarga Song sebaliknya mereka selamat..”

“kau pasti pernah merasakan bukan? Bagaimana seorang gadis berumur 4 tahun sudah ada diambang kematian? Pintu belakang yang gadis berumur 4 tahun lecet dan membuat dia berpegangan dengan pintu sedangkan dibawahnya sebuah jurang menantinya,Orangtuanya Bukannya malah menarik gadis itu masuk kembali kedalam mobil, mereka malah melepaskan gengaman gadis berumur 4 tahun itu, membuat gadis itu dalam hitungan detik menghempas kejurang”

Kris terdiam, ia perlahan mendekati Krystal yang masih terdiam. “Gadis 4 tahun itu adalah Jessica. Jung Soo Yeon dan dia adalah kakakmu”

Krystal tersentak kaget mendengar Cerita yang diceritakan oleh Kris, bibirnya bergetar, matanya memanas. Benarkah? Benarkah cerita yang diceritakan oleh Kris?

dibandingkan denganku..orang tuaku justru hampir membunuhku”

Krystal tiba tiba merosot jatuh, pikirannya kacau, ia memegangi kepalanya

 

 

“Kris…Semuanya sudah kubunuh”

 

Jessica berjalan dengan pelan, tangan kanannya memegang rantai penuh darah, Kris tersenyum “Wah kau sampai membawa kepala Song Zhoumi, oleh oleh untukku?” tanya Kris lalu berjalan menuju Jessica, Jessica tersenyum kecil “Tidak, hanya saja orang ini bilang bahwa dia ingin bertemu denganmu bertemu dengan adiknya….” jelas Jessica, Kris tersenyum “Song Zhoumi…. memang kakakku, terima kasih kau sudah membunuhnya” ucap Kris, Jessica mengangguk.

 

Kris menatap Krystal yang terduduk dilantai, ia tersenyum licik “Jessie, kau ingat siapa yeoja itu?” ucap Kris sembari menunjuk Krystal, Krystal pun menatap dengan lemah Jessica, Jessica menatap Krystal cukup lama.

 

“Dia Jung Soo Jung kan? Adikku….” ucap Jessica, Krystal terbelalak rupanya Jessica mengetahui semuanya. Rasa bersalah pun mulai memenuhi pikiran gadis itu.

 

“Benar, Bunuh dia Jessie” Perintah Kris, Jessica menatap Krystal cukup lama. Sebelum ia akhirnya tersenyum manis

 

 

 

 

 

 

“As Your Wish Kris…”

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Tagged , , , ,